Awal pemikiran aku hendak menulis tentang Strategi-strategi dalam berpolitik terutama masalah penggalangan massa beserta trik propagandanya terpintas olehku untuk mengarahkan rujukan tulisan ( bisa ku katakan kiblat penulisanku) adalah seorang tokoh dari Negeri Cina yaitu Sun Tzu. Jujur saja dari semua koleksi buku-buku tentang strategi baik politik, pemerintahan, wirausaha dan bisnis serta manajemen yang ku miliki hampir sebagian besar mengarahkan rujukan dalil-dalilnya ke Tokoh ini.
Maka ku bulatkan rencana bahwa tulisanku kedapan yang berkaitan dengan strategi akan menggunakan “dalil-dalil” yang dikemukakan oleh Sun Tzu.
Untuk memulainya, sengaja aku memilih jurus andalan dulu untuk diposting dalam blogku ini, yaitu :
“Mohon dicerna sebaik mungin tulisan berikut : “
“Jika seluruhnya gagal, mundur” Jika keadaanya jelas bahwa seluruh rencana akan mengalami kegagalan segera ambil langkah seribu untuk mundur sebelum semuanya musnah. Dalam kondisi seperti ini hanya ada tiga pilihan :
1. Menyerah … berarti adalah kekalahan dalam arti sebenarnya 2. Kompromi … berarti adalah setengah kalah 3. Melarikan diri … tak berarti anda kalah. Perlu dipahami oleh anda, mungkin hal ini bagi orang lain terutama bagi yang berwatak seperti seorang samurai merupakan tindakan pengecut. Tapi tunggu dulu … coba telisik lebih dalam kalimat ini :
“
Menjadi KSATRIA tak akan ada guna bila anda mati duluan sebelum tujuan atau kemenangan tercapai ditangan anda“
Melarikan diri dalam suatu “pertempuran” politik atau apalah namanya, bukan berati anda setelah aman hendak bermalaS-malasan, tapi lihatlah situasi, evaluasi dan susun startegi berikutnya seteaah itu serang dengan strategi baru.
Catatan penulis : “
Lupakan dan tinggalkan tulisan ini, bila bagimu tak menguntungkan“.
Abstrak lain tentang Jurus DALAM BERPOLITIK