Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Ekonomi Politik>Sisi Positif dan Negatif dari Globalisasi

Sisi Positif dan Negatif dari Globalisasi

oleh: JazzyMind    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

Globalisasi perekonomian telah menjadi fakta yg berat bagi semua negara termasuk negara-negara sedang berkembang. Bagi sebagian negara industri, mungkin malah mendatangkan berkah. Meski demikian secara umum lebih banyak berdampak negatif karena membengkaknya kemiskinan dan pengangguran akhir-akhir ini.

Semenjak keruntuhan komunisme dan berakhirnya periode perang dingin awal dekade 80-an, praktis secara politik dunia memasuki periode Pax-Americana. Yakni semua negara mau tak mau harus melakukan political adjustment terhadap kekuatan politik dan militer AS beserta sekutu-sekutunya yg tergabung dalam G7. Setelah itu terbentuklah WTO (World Trade Organization), yaitu lembaga internasional yg khusus mengatur pelbagai hal tentang perekonomian dunia. Salah satu peraturan utama yg mereka buat adalah bahwa semua negara harus menghilangkan semua hambatan perdagangan baik tarif maupun non tarif dengan jadwal keharusan pelaksanaannya yang sangat ketat beserta sanksi yang keras jika sebuah negara tak mentaatinya. Dengan begitu berartu bahwa semua negara nantinya tanpa kecuali harus siap bersaing secara bebas dalam perdagangan internasional. Dengan harga dan kualitas barang dan jasa yang mereka hasilkan, mereka harus bersaing tanpa perlindungan dan subsidi apapun kecuali untuk hal-hal yang sangat terbatas. Dalam era WTO ini juga berarti bahwa azas neoliberalisme cenderung mengabaikan keragaman kemampuan antar negara dalam level of playing field. Padahal dengan prinsip tersebut, bahwa persaingan hanya akan menghasilkan kemakmuran bersama jika diciptakan suatu kesamaan level dalam kemampuan masing-masing peserata kegiatan ekonomi.

Secara positif hal ini dapat membangkitkan semangat masing-masing negara untuk maju mempersiapkan semaksimal mungkin untuk menghadapi persaingan di era globalisasi baik di tingkat mikro maupun makro. Dengan demikian dilihat dari sisi ini, kejatuhan pemerintahan otoritarian dan korup di pelbagai belahan dunia termasuk di negeri ini, bisa dipahami sebagai konsekuensi positif dari adanya tuntutan global dalam meningkatkan daya saing bangsa. Namun dibalik itu, dampak lainnya juga amat dashyat terutama dalam perkembangan dunia finansial. Yaitu dimana arus uang moneter yang berkelimpahan sementara tidak diimbangi dengan arus barang dan jasa. Fenomena ini sering disebut decoupling. Sejak fenomena ini terjadi persepsi mengenai uang bukanlah sekedar menjadi alat tukar dan penyimpanan kekayaan tapi menjadi komoditas yang diperjualbelikan.


Globalisasi telah digerakkan oleh kebijakan-kebijakan perekenomian terbuka secara domestik dan internasional. Ekspansi perdagangan internasional boleh dikatakan menawarkan banyak peluang, termasuk kepada mereka yang paling miskin sekalipun, untuk memperbaiki ekonomi mereka. Tetapi, globalisasi juga bisa berdampak tak nyaman. Kebijakan yang buruk dapat menelantarkan suatu negara, atau sebagian besar penduduk suatu negara, yang berada di pinggiran perekonomian dunia. Lebih jauh lagi, kecepatan perubahan ekonomi yang menawarkan janji bagi banyak hal itu secara serempak juga dapat mengancam nilai-nilai, seperti kearifan budaya lokal, lingkungan atau kelangsungan bisnis pribumi. Ada kecemasan bahwa globalisaso akan semakin meningkatkan pengaruh perusahaan-perusahaan raksasa mancanegara terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, perlu dicari cara terbaik untuk mendapatkan manfaat globalisasi. Tampaknya peranan kuncinya berada di tangan pemerintah.

Globalisasi juga sering disebut sebagai proses standarisasi internasional, yakni bergerak menuju gaya atau pola tunggal, yang cenderung menghilangkan budaya tradisional dan mematikan UKM lokal. Jadi sebenarnya globalisasi juga berarti ada beberapa perusahaan internasional yang mengontrol jalannya bisnis dalam suatu sektor, yang memungkinkan mereka untuk dapat mengontrol pasar.

Diterbitkan di: 08 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mana dampak negatif dan positif globalisasi!!!!!!!!!!!!!!!!! #tugasssssssssss nieeeeeeeeeeeee Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.