Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Umum>1. UU NO. 2 TAHUN 2012 TENTANG PERGURUAN TINGGI

1. UU NO. 2 TAHUN 2012 TENTANG PERGURUAN TINGGI

oleh: berkah_ramadhan    
ª
 
1. UU NO. 2 TAHUN 2012 TENTANG PERGURUAN TINGGI

A. Latar Belakang Masalah

Setelah melalui perdebatan alot dan melelahkan, akhirnya tanggal 13 Juli 2012 DPR telah mengesahkan Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi (UU PT). Ini adalah catatan sejarah kelam dunia pendidikan di Indonesia, karena UU ini telah melukai perasaaan bangsa ini untuk dapat terbebas dari kungkungan belenggu komersialisasi dan liberalisasi Pendidikan. Polemik terus mengalir untuk menolak lahirnya anak baru dari induk Semang Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan yang dikenal dengan istilah UU BHP yang sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010 silam, sebab dianggap bertentangan dengan semangat Pancasila dan UUD 1945 dalam membangun Pendidikan di Indonesia. Namun tampaknya pemerintah dan DPR tidak kehabisan akal untuk terus menyuntikan virus liberalisasi dalam pengelolaan Pendidikan di Indonesia sembari melepas tangan dari kewajibannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negri ini.

Lahirnya UU PT yang mengusung semangat otonomisasi dan internasionalisasi kampus dalam melakukan pengeloaan perguruan tinggi memang dapat dipandang sebagai suatu angin segar dalam memperbaiki sistem dan kualitas pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia. Namun, tidak dapat di tepis justru otonomi dalam pengelolaan perguruan tinggi ini bernuasa individualistik dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Sebab, dengan adanya UU PT ini kita akan dihadapkan dengan drama “kelinci dan kura-kura” yaitu sebuah gambaran bagaimana universitas yang memiliki kapasitas yang mumpuni akan dapat maju pesat layaknya seekor kelinci yang mampu berlari kencang di sirkuit perlombaan, mungkin hal ini memang baik tapi, di sisi lain universitas-universitas negeri dan swasta yang belum digdaya dalam melakukan pengelolaan perguruan tinggi akan ketinggalan dalam mutu dan kualitas pendidikan layaknya seekor kura-kura yang berjalan lamban dalam sirkuit perlombaan. Gambaran inilah yang perlu dicermati bahwa negara ini tidak dilahirkan dari ideologi liberal yang mengedepankan kepentingan pribadi masing-masing universitas, tetapi negara ini dibangun diatas fondasi bingkai Pancasila yang mengedepankan nilai-nilai keadilan untuk bersama dan semangat bergotong royong untul maju sesuai teori keadilan yang pernah diutara oleh Jeremy Bentham “ the greatest happiness for the greatest number” yakni kebahagian yang besar untuk sebesar-besarnya orang, bukan untuk segelintir golongan atau kelompok tertentu semata.

Diterbitkan di: 19 September, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.