Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sistem hukum Anglo Saxon

oleh: fantasyblue11    
ª
 
Sistem hukum Anglo-Saxon biasa disebut “Anglo Amerika” atau Common Law”. Merupakan sistem hukum yang berasal dari Inggris yang kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan negara-negara bekas jajahannya.


Kata “Anglo Saxon” berasal dari nama bangsa yaitu bangsa Angel-Sakson yang pernah menyerang sekaligus menjajah Inggris yang kemudian ditaklukan oleh Hertog Normandia, William. William mempertahankan hukum kebiasaan masyarakat pribumi dengan memasukkannya juga unsur-unsur hukum yang berasal dari sistem hukum Eropa Kontinental.


Nama Anglo-Saxon, sejak abad ke-8 lazim dipakai untuk menyebut penduduk Britania Raya, yakni bangsa Germania yang berasal dari suku-suku Anglia, Saks, dan Yut. Konon, pada tahun 400 M mereka menyeberang dari Jerman Timur dan Skandinavia Selatan untuk menaklukkan bangsa Kelt, lantas mendirikan 7 kerajaan kecil yang disebut Heptarchi. Mereka dinasranikan antara 596-655 M.


Sistem hukum anglo saxon ialah suatu sitem hukum yang didasarkan pada yurispudensi, yaitu keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim selanjutnya. Sistem Hukum Anglo Saxon cenderung lebih mengutamakan hukum kebiasaan, hukum yang berjalan dinamis sejalan dengan dinamika masyarakat. Pembentukan hukum melalui lembaga peradilan dengan sistem jurisprudensi dianggap lebih baik agar hukum selalu sejalan dengan rasa keadilan dan kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat secara nyata.


Sistem hukum ini diterapkan di Irlandia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Kanada (kecuali Provinsi Quebec) dan Amerika Serikat (walaupun negara bagian Louisiana mempergunakan sistem hukum ini bersamaan dengan sistim hukum Eropa Kontinental Napoleon). Selain negara-negara tersebut, beberapa negara lain juga menerapkan sistem hukum Anglo-Saxon campuran, misalnya Pakistan, India dan Nigeria yang menerapkan sebagian besar sistem hukum Anglo-Saxon, namun juga memberlakukan hukum adat dan hukum agama.


Sumber hukum dalam sistem hukum ini ialah putusan hakim/pengadilan. Dalam sistem hukum ini peranan yang diberikan kepada seorang hakim sangat luas. Hakim berfungsi tidak hanya sebagai pihak yang bertugas menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan hukum saja. Hakim juga berperan besar dalam membentuk seluruh tata kehidupan masyarakat . Hakim mempunyai wewenang yang sangat luas untuk menafsirkan peraturan hukum yang berlaku. Selain itu, bisa menciptakan hukum baru yang akan menjadi pegangan bagi hakim-hakim lain untuk menyelesaikan perkara sejenis.


Sistem hukum ini menganut doktrin yang dikenal dengan nama ”the doctrine of precedent / Stare Decisis”. Doktrin ini pada intinya menyatakan bahwa dalam memutuskan suatu perkara, seorang hakim harus mendasarkan putusannya pada prinsip hukum yang sudah ada dalam putusan hakim lain dari perkara sejenis sebelumnya (preseden).


Dalam perkembangannya, sistem hukum ini mengenal pembagian hukum publik dan hukum privat. Hukum privat dalam sistem hukum ini lebih ditujukan pada kaidah-kaidah hukum tentang hak milik, hukum tentang orang, hukum perjanjian dan tentang perbuatan melawan hukum. Hukum publik mencakup peraturan-peraturan hukum yang mengatur kekuasaan dan wewenang penguasa/negara serta hubungan-hubungan antara masyarakat dan negara.


Sistem hukum ini mengandung kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya hukum anglo saxon yang tidak tertulis ini lebih memiliki sifat yang fleksibel dan sanggup menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan masyarakatnya karena hukum-hukum yang diberlakukan adalah hukum tidak tertulis (Common law). Kelemahannya, unsur kepastian hukum kurang terjamin dengan baik, karena dasar hukum untuk menyelesaikan perkara/masalah diambil dari hukum kebiasaan masyarakat/hukum adat yang tidak tertulis.

Diterbitkan di: 27 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa kelebihan dan kelemahan tradisi continental dan anglo saxon ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa indonesia memakai sistem hukum anglo saxon Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh konkret dari sistem hukum anglo saxon itu apa aja? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kalau hukum murni negara india, gimana? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    selain sistem anglo saxon, apakah ada sistem lain? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah hakim dalam sistem anglo saxon dan eropa kontinental pemilihan hakimnya itu sama atau berbeda ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya ingin tau tentang unsur-unsur dari sistem eropa kontinental dan anglo saxon Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Saya ingin mengetahui bagaimana sistem peradilan anglo saxon dan alat-alat bukti yang digunakan?, apakah buku yang dapat mengemukakan hal tersebut? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    negara indonesia menganut sistem yang mana ? ataukah sistem sendiri ? ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    jelas indonesia menganut hukum eropa kontinental,tetapi diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi di indonesia dengan memasukkan unsur2 hukum adat dan hukum islam serta kearifan lokal,karena menurut saya,eropa kontinental murni belanda itu sangat feodal dengan membagi hukum menurut golongan yaitu gol.eropa,gol.timur asing/keturunan,dan golongan pribumi dimana golongan pribumi mempunyai strata paling rendah dimata hukum tersebut. 24 Oktober 2013
  1. Jawaban  :    Sepertinya sih menganut sistem Anglo Saxon juga... karena dulu Indonesia dijajah Eropa yg menganut sistem Anglo Saxon jdi Inodnesia juga terpengaruh utk menganut sistem anglo saxon #mungkin 05 September 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa di inggris menggunakan sistem hukum precedent Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.