Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Mazhab/Aliran Ilmu Hukum

oleh: Pamoengkas     Pengarang : Bung Qolam
ª
 
Dalam mempelajari ada beberapa aliran yang mendasari terjadinya hukum aliran-aliran tersebut diantaranya adalah
Aliran Naturalism. Tokoh yang memprakarsainya antara lain adalah Thomas Aquino, Hugo Grotius : aliran ini menjelaskan bahwa Naturralism Merupakan sesuatu yang bersifat alamiah (sesuai dengan alam), universal, berlaku untuk semua, tidak dibatasi ruang/tempat, abadi. Hukum yang dibuat oleh manusia dan perbuatan manusia tidak boleh bertentangan dengan hukum alam dan hukum pewahyuan. Hukum ini terbagi menjadi dua yaitu irrasional yang bersumber pada Tuhan dan rasional yang bersumber pada rasio manusia
ALiran Positivism. Tokoh yang memprakarsainya adalah August Comte: beliau menjelaskan bahwa Ada 3 tahap pemikiran manusia: (i) tahap teologi yang di dalam tahap ini semua fenomena diterangkan dengan mengacu kepada kausa yang bersifat supernatural dan intervensi dari yang ilahi; (ii) tahap metafisik yang di dalam tahap ini pemikiran diarahkan kepada prinsip-prinsip dan gagasan yang mendasar yang dipandang sebagai sesuatu yang ada di bawah permukaan apa yang ada tersebut dan yang membangun kekuatan yang riil dalam evolusi manusia; (iii) tahap positif yang di dalam tahap ini menolak segala konstruksi yang bersifat hipotesis dalam filsafat, sejarah, dan ilmu pengetahuan dan membatasi diri pada pengamatan empirik dan hubungan di antara fakta berdasarkan metode yang digunakan di dalam ilmu-ilmu alamiah.
Historism. Tokoh yang memprakarssainya adalah Friedrich Carl von Savigny : dia mengatakan bahwa Hukum itu harus dipandang sebagai sesuatu penjelmaan dari jiwa atau rohani sesuatu bangsa. Hukum bukan disusun atau diciptakan oleh orang, tapi tumbuh sendiri dalam masyarakat yang merupakan penjelmaan dari kehendak rakyat, yang suatu saat akan mati jika suatu bangsa kehilangan kepribadiannya. Mahzab ini mempunyai jasa yaitu memberi hukum kebiasaan tempat yang berdiri sendiri di samping hukum undang-undang sebagai satu-satunya sumber hukum positif. Konsekuensi pandangan ini adalah bahwa kebiasaan dapat melemahkan undang-undang. Jadi mazhab ini juga memberi satu batas jurisprudence ialah hukum tidak dapat dipahami tanpa suatu penghargaan lingkungan sosial di mana hukum itu berkembang dan jelaslah pula bahwa pendapat von Savigny ini bertentangan dengan ajaran mazhab hukum alam yang berpendapat bahwa hukum alam itu berlaku abadi di mana-mana bagi seluruh manusia.
Critical Legal Studies. Tokoh yang memprakarsainya adalah Roberto M. Unger: Dia Mengatakan bahwa Gerakan ini dipandang sebagai pewaris legal realism, tetapi gerakan ini lebih radikal. Gerakan ini meskipun menyangkal dikatakan Marxist, tapi karena mereka tidak menghendaki adanya struktur dan hukum harus diruntuhkan karena dianggap sebagai alat kaum kapitalis jadi sulit untuk tidak menyatakan bahwa mereka bukan kaum Marxist.
Dan Beberapa aliran lagi yang lainnya yang belum disebutkan
Diterbitkan di: 09 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.