Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Umum>Uu No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya

Uu No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya

oleh: banong     Pengarang : Pemerintah RI
ª
 
Undang-Undang No. 11 tahun 2010

Tentang Cagar Budaya

Lahirnya UU No.11 tahun 2010 menciptakan tatanan baru dalam usaha pemerintah untuk melestarikan warisan budaya bangsa ini. Mengingat UU No. 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya dirasakan sudah tidak bisa memenuhi tuntutan pelestarian warisan budaya yang terus diancam oleh pembangunan yang tidak memperhatikan nilai-nilai budaya dan dapat menghilangkan jati diri bangsa. Oleh sebab itu dengan disahkannya UU No.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dapat terlihat bagaimana keseriusan pemerintah dalam melestarikan warisan budaya dengan membentuk payung hukum yang jelas dan pasti.

Pelestarian dalam konteks ini tidak hanya sebatas memberikan pelindungan tetapi juga melakukan pengembangan dan pemanfaatan yang pada akhirnya dapat memberikan peranan dalam memperkuat pengamalan Pancasila, memperkuat kepribadian bangsa dan kebanggaan nasional, memperkukuh persatuan bangsa, meningkatkan kualitas hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai arah kehidupan bangsa.

Usaha pemerintah ini tidaklah akan cukup bila tidak dibarengi dengan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh sebab itu keterlibatan pemerintah pusat dan daerah serta peranan masyarakat mendapatkan porsi didalam UU ini.

Pihak lain yang turut berperan adalah Badan Hukum seperti BUMS (Badan Usaha Milik Swasta). Peranan positif diberikan oleh UU secara khusus didalam pasal 97 ayat (4) dimana dunia usaha juga dapat mengelola kawasan cagar budaya. Disisi lain ada pula BUMS yang sering sekali mengancam pelestarian cagar budaya. Ancaman yang dimaksud adalah pembangunan fisik dan/atau eksplorasi fisik terhadap suatu kawasan cagar budaya yang adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas. Karena merupakan suatu tata ruang yang mempunyai bats-batas tertentu, kawasan cagar budaya haruslah mempunyai zonasi (mintakat) demi pelindungannya.
Diterbitkan di: 31 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.