Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Umum>Contoh Makalah Hukum Pengertian Penyidik Dan Penyidikan

Contoh Makalah Hukum Pengertian Penyidik Dan Penyidikan

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Shinta Paramithasari
ª
 
KUHAP dengan tegas membedakan istilah “Penyidik” atau “opsporing/interrogation’ dan “Penyelidik”. Dalam Pasal 1 angka 1 KUHAP disebutkan bahwa “penyidik” adalah pejabat kepolisian negara Republik Indonesia atau pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan.
Sedangkan menurut ketentuan Pasal 1 angka 2 KUHAP disebutkan bahwa “Penyidikan” itu adalah serangkaian tindakan Penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi guna menemukan tersangkanya.
Andi Hamzah, secara global menyebutkan beberapa bagian Hukum Acara Pidana yang menyangkut penyidikan adalah :
1. Ketentuan tentang alat-alat penyidikan
2. Ketentuan tentang diketahuinya terjadinya delik
3. Pemeriksaan di tempat kejadian
4. Pemanggilan tersangka atau terdakwa
5. Penahanan sementara
6. Penggeledahan
7. Pemeriksaan atau interogasi
8. Berita Acara (penggeledahan, interogasi dan pemeriksaan di tempat)
9. Penyitaan
10. Penyampingan perkara
11. Pelimpahan perkara kepada Penuntut Umum dan pengembaliannya kepada Penyidik untuk disempurnakan.
Adapun mengenai “Penyelidik” menurut Pasal 1 angka 5 KUHAP adalah orang yang melakukan “Penyelidikan” yaitu serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini.
Dari batasan ini dapat disimpulkan bahwa tampak jelas hubungan erat tugas dan fungsi “penyidik” dan “penyelidik”. Penyelidikan bukanlah fungsi yang berdiri sendiri, terpisah dari fungsi penyidikan, melainkan hanya merupakan salah satu cara atau metode atau sub daripada fungsi penyidikan, yang mendahului tindakan lain yaitu penindakan yang berupa penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, pemeriksaan surat, pemanggilan, tindakan pemeriksaan, penyelesaian dan penyerahan berkas perkara kepada Penuntut Umum.

Diterbitkan di: 24 Juli, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana perincian penahanan atas penyelidikan dan penyidikan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana rincian penangkapan atas penyelidikan dan penyidikan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hal-hal penting apa saja yang terdapat di dalam suatu penyidikan,.. ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    cenah pikir olangan wkwkkwkwk 29 Nopember 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dalam penyerahan berkas oleh penyidik atas kuasa penuntut umum (PU)apakah perlu surat kuasa (sk) ?? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apabila penyidik benar2 yakin dgn bukti yg sdh ada, apakah boleh org yg melakukan tindak pidana dijadikan terdakwa..? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Boleh bila bukti yg Ada berhubungan Lansung dgn kasus yg terjadi Dan penyidik jaksa atau jpu sdh melimpahkan kasu tersebu kesidang peradilan 06 April 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    SAYA MAU BERTANYA CONTOH TINDAKAN LAI ITU APA YA ?? TERIMA KASIH. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pasal2 apa saja yang berkaitan dgn kewenangan pengadilan dan penyidik Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah dibolehkan penyidik memeriksa alat bukti berupa surat ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    boleh 04 Agustus 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. Andy panca saputra

    bagus

    shiip banget dah.... :)

    1 Nilai 24 Mei 2011
X

.