Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Umum>Contoh Makalah : Hukum Waris, Keluarga Bagian 2

Contoh Makalah : Hukum Waris, Keluarga Bagian 2

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Indrayanto
ª
 
Bagian 2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian mawaris
Dari segi mawaris merupakan harta yang diwariskan,dari segi istilah mawaris merupakan ilmu tentang pembagian harta peninggalan setelah seseorang meninggal dunia. Sumber hukum ilmu Mawaris adalah Alqur’an dan Al Hadits.Adapun sumber hukum yang terdapat dalam Alqur’an diantaranya Surat An-Nisa ayat 7 yang berbunyi :
Artinya : “ Bagi laki-laki ada hak bagian harta yang ditinggalkan oleh Ibu Bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.”( QS.An-Nisa’:7)

Menurut Hadist HR.Jamaah

Artinya : “ Orang Muslim tidak berhak mendapat bagian harta warisan orang kafir, dan sebaliknya orang kafir tidak mendapat warisan harta orang muslim.”( HR.Jamaah )

Dengan demikian dapat didefinisikan bahwa Mawaris adalah ilmu yang mempelajari tentang ketentuan-ketentuan pembagian harta pustaka bagi ahli waris menurut hukum islam
2.2 Kedudukan Ilmu mawaris.
Ilmu mawaris merupakan ilmu yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama islam, karena berisi penjelasan tentang ketentuan dan aturan Allah AWT dalam pembagian harta warisan yang harus dijadikan pedoman umat islam, semua ketentuan ini berasal dari Allah SWT Dzat yang maha tahu sedangkan manusia tidak mengetahui hakikat sesuatu, sebagaimana firman Allah SWT:
Artinya:
“ Tentang orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana “ (QS. An-Nisa’:11)

2.3 Hukum mempelajari Mawaris
Mempelajari Ilmu Mawaris Fardhu Kifayah. Kita umat islam wajib mengetahui ketentuan yang diterapkan Allah dalam pembagian harta warisan.
Nabi bersabda

Artinya: bagilah harta pustaka (Warisan) di antara ahli-ahli waris menurut kitabullah”. (HR. Muslim dan Abu daud)

2.4 Sebab waris mewaris
Tidak semua orang yang ditinggal mati oleh seseorang akan mendapatkan warisan. Menurut syariat islam sebagai sebab seseorang akan mendapatkan warisan dari orang yang meninggal dunia adalah sebagai berikut:
1. Pertalian darah atau nasab (Nasab Haqiqi)
Yaitu bahwa orang dapat mewarisi adalah orang yang ada hubungan darah dengan si mayit.
2. Perkawinan yang sah (persemendaan)
Perkawinan dilakukan secara sah menurut agama, menyebabkan istri atau suami saling mewarisi.
3. Pemerdekaan atau wala (nasab hukmi)
Seseorang yang memerdekakan hamba sahaya meskipun diantara mereka tidak ada hubungan darah. Adapun orang yang tidak memiliki ahli waris.

Sabda Rasullulah:

Artinya:
“ saya menjadi ahli waris dari orang yang tiddak memiliki ahli warsi “ (HR. Ahmad dan Abu Daud).

2.5 Halangan Waris mewarisi
1. membunuh
seseorang yang membunuh ahli warisnya dengan cara yang tidak dibenarkan oleh hokum, maka gugur haknya mendapatkan harta waris
2. murtad
orang yang keluar dari agama islam kehilangan hak warsi mewarisi
3. kafir
orang yang memeluk agama selain agama islam tidak dapat mewarisi harta warisan orang islam
4. berstatus hamba sahaya
jika seseorang budak meninggal dunia ia tidak dapat diwarisi oleh orang tua atau ahli warisnya karena ia milik tuannya maupun sebaiknya.
5. sama-sama meninggal dunia

2.6 Klasifikasi ahli waris
Ahli waris adalah orang-orang yang berhak menerima bagian dari harta warisan. Ditinjau dari sebab seseorang menjadi ahli waris ada 2 klasifikasi antara lain sebagai berikut:
1. Ahli Waris sabbiyah
Yaitu orang yang berhak menerima bagian harta warisan karena hubungan perkawinan dengan orang yang meninggal yaitu suami atau istri
2. Ahli waris Nasabiyah
Yaitu adanya hubungan nasab atau pertalian darah dengan orang yang meninggal dunia. Waris nasabiyah dibagi 3 kelompok:
a. Ushulul Mayyit : Bapak,Ibu,Nenek,dan seterusnya ke atas (garis keturunan ke atas
b. Al-Furu’ul Mayyit : anak,cucu,dan seterusnya sampai kebawah ( garis keturunan kebawah)
c. Al-Hawasyis : Saudara paman, bibi serta anak-anak mereka ( garsi keturunan kesamping)
2.7 Furudhul Al-Muqaddarah
1. ahli waris yang mendapatkan ½
a. anak perempuan tunggal
b. cucu perempuan dari anak laki-laki selama tidak ada anak laki-laki
c. saudara perempuan kandung tunggal
d. saudara perempuan seayah tunggal bila saudara perempuan kandung tidak ada.
e. Suami jika istri yang meninggal itu tidak punya anak atau cucu dari anak laki-laki
2. ahli waris yang mendapatkan bagian 1/4
a. suami jika istri yang meninggal mempunyai nak atau cucu dari anak laki-laki
b. istri jika suami yang meninggal dan tidak mempunyai anak
3. Ahli waris yang mendapatkan bagian 2/3
a. 2 orang anak perempuan atau lebih jika tidak ada anak laki-laki
b. 2 orang cucu perempuan atau lebih jika tidak ada anak laki-laki
c. 2 orang saudara perempuan kandung atau lebih
d. 2 orang perempuan seayah atau lebih
4. Ahli waris yang mendapat 1/3
a. ibu jika yang meninggal tidak memiliki anak cucu maupun saudara
b. 2 orang saudara atau lebih seibu


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Semua orang muslim wajib mempelajari ilmu mawaris, Ilmu mawaris sangat penting dalam kehidupan manusia khususnya dalam keluarga karena tidak semua orang yang ditinggal mati oleh seseorang akan mendapatkan warisan.
Hal yang perlu diperhatikan apabila kita orang muslim mengetahui pertalian darah, hak dan pembagiannya apabila mendapatkan warisan dari orang tua maupun orang lain.
Saran
- bagi para pembaca setelah membaca makalah ini diharapkan lebih memahami mawaris dalam kehidupan keluarga maupun orang lain sesuai dengan ajaran agama islam dimana hukum memahami mawaris adalah fardhu kifayah.

DAFTAR PUSTAKA

- H. Muh. Rifa’I,1996,Fiqh Mawaris,semarang : sayid sabiq,fiqih sunnah,Beirut: Darut fikr
- Al-Quran QS.An-Nisa ‘:7 dan 11
- Al Hadist : HR Jamaah, HR.Ahmad dan Abu Daud
Diterbitkan di: 14 Juli, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    siapakah wali anak hasil zinah? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.