Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Umum>Jalannya Persidangan Dalam Perkara Perdata Di Indonesia

Jalannya Persidangan Dalam Perkara Perdata Di Indonesia

oleh: achonk     Pengarang : Hapka Kurniawan
ª
 
Jalannya Persidangan Dalam Perkara Perdata Di Indonesia
A. Susunan Persidangan Terdiri Dari :
a. Hakim Tunggal atau Hakim Majelis terdiri dari satu ketua dan dua anggota, yang dilengkapi oleh penitera sebagai pencatat jalannya sidang.
b. Pihak penggugat dan tergugat duduk berhadapan dengan hakim dan posisi tergugat disebelah kanan dan pengggugat sebelah kiri hakim.
Apabila persidangan berjalan lancer maka jumlah persidangan lebih kurang 8 kali yang terdiri dari sidang pertama sampai dengan sidang putusan hakim.
B. Sidang Pertama
Setelah hakim ketua membuka sidang dengan menyatakan “sidang dibuka untuk umum” dengan mengetuk palu, hakim memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada penggugat dan tergugat.
a. Identitas penggugat
b. Identitas tergugat
c. Apa sudah mengerti maksud didatangkannya para pihak, dimuka sidang pengadilan.
d. Hakim menghibau agar dilakukan perdamaian.
Dalam hal ini meskipun para pihak menjawab bahwa tidak mungkin damai karena usaha penyelesaian perdamaian sudah dilakukan berkali-kali hakim agar dicoba lagi.

Jadi pada sidang pertama ini sifatnya merupakan cecking identitas para pihak dan apakah para pihak sudah mengerti mengapa mereka dipanggil untuk menghadiri sidang.

Sebagai bukti identitasnya, para pihak menunjukan KTP masing-masing. Apabila yang datang kuasa penggugat dan tergugat, maka hakim mempersilakan para pihak untuk meneliti surat kuasa khusus pihak lawan. Apabila tidak ditemukan kekurangan atau cacat hukum maka sidang akan dilanjutkan.

Setelah para pihak dianggap sudah mengerti maka hakim menghimbau agar kedua belah pihak mangadakan perdamaian, kemudian sidang tangguhkan.

C. Sidang Kedua (Jawaban tergugat)
1. Apabila para pihak dapat berdamai maka ada dua kemungkinan.
a. Gugatan dicabut
b. Mereka mengadakan perdamaian diluar atau di depan sidang
2. Apabila perdamaian dilakukan diluar sidang, maka hakim tidak ikut campur. Kedua belah pihak berdamai sendiri. Ciri dari perdamaian diluar pengadilan ialah :
a. Dilakukan para pihak sendiri tanpa ikut campurnya hakim
b. Apabila salah satu pihak ingkar janji, permasalahannya dapat diajukan lagi kepada Pengadilan Negeri.
3. Apabila perdamaian dilakukan dimuka hakim, maka cirri-cirinya :
a. Kekuasaan perdamaian sama dengan putusan pengadilan.
b. Apabila salah satu pihak ingkar janji, perkara tak dapat diajukan kembali.
4. Apabila tak tercapai suatu perdamaian, maka sidang dilanjutkan dengan penyerahan jawaban dari pihak tergugat. Jawaban ini dibuat rangkap tiga. Lembaran pertama untuk penggugat, lembaran ke dua untuk hakim, dan ketiga untuk arsip tergugat sendiri.

D. Sidang Ketiga (Replik)
Pada sidang ini penggugat menyerahkan replik, satu untuk hakim, satu untuk tergugat dan satu untuk disimpan penggugat sendiri. Replik adalah tanggapan penggugat terhadap jawaban tergugat.

E. Sidang Keempat (Duplik)
Dalam sidang ini, tergugat menyerahkan duplik yaitu tanggapan tergugat terhadap replik penggugat.

F. Sidang Kelima (Pembuktian Dari Penggugat)
Sidang kelima ini dapat disebut sidang pembuktian oleh penggugat. Disini penggugat mengajukan bukti-bukti yang memperkuat dalil-dalil penggugat sendiri dan yang melemahkan dalil-dalil tegugat. Bukti-bukti yang dimaksud terdiri dari surat-surat dan saksi-saksi.

Bukti-bukti surat (foto copy) harus di nazegelen lebih dahulu dan pada waktu sidang dicocokan dengan aslinya oleh hakim maupun pihak tergugat. Hakim mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dilanjutkan oleh tergugat sedangkan pihak penggugat memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Terhadap saksi-saksi hakim mempersilakan penggugat mengajukan pertanyaan lebih dahulu, kemudian hakim sendiri juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam rangka mendapatkan keyakinan.

Dalam sidang perdata justru dalam pembuktian ini ada Tanya jawab dan perdebatan-perdebatan di bawah pimpinan hakim. Apabila pembuktian ini belum selesai maka dilanjutkan pada sidang berikut. Sidang pembuktian ini dapat cukup sehari, tetapi biasanya bisa dua tiga kali atau lebih tergantung kapada kalancaran pembuktian.

Perlu dicatat disini bahwa ditanyakan serta memberi keteranga saksi harus disumpah lebih dahulu dan tidak boleh masuk dala ruang sidang bila belum dipanggil.

G. Sidang Keenam (Pembuktian Dari Tergugat)
Kalau sidang kelima merupakan sidang pembuktian penggugat, maka sidang keenam ini adalah sidang pembuktian dari pihak tergugat. Jalannya sidang sama dengan sidang kelima dengan catatan bahwa yang mengajukan bukti-bukti dan saksi-saksi adalah tergugat sedangkan tanyajawabnya kebalikan daripada sidang kelima.

H. Sidang ketujuh
Sidang ketujuh adalah sidang penyerahan kesimpulan. Disini kedua belah pihak membuat kesimpulan dari hasil-hasil sidang tersebut. Isi pokok kesimpulan sudah barang tentu yang menguntungkan para pihak sendiri.

I. Sidang kedelapan
Sidang kedelapan dinamakan sidang putusan hakim. Didalam sidang ini hakim membaca putusan yang seharusnya dihadiri oleh para pihak. Setelah selesai mambaca putusan maka hakim mengetukkan pali tiga kali dan para pihak diberi kesempatan untuk mengajukan banding apabila tidak puas dengan putusan hakim. Pernyataan banding ini harus dilakukan dalam jangka waktu 14 hari terhitung mulai sehari sehabis dijauhkan putusan
Diterbitkan di: 13 Januari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapa BW dan HIR masih dipakai?sangat membingungkan.bahasanya juga kurang jelas sbg bahasa hukum,trims tlg cepat diperbaiki boss Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    manfaat apa yang anda peroleh dari mengetahui aspek hukum dalam bisnis dan kaitannya dengan pekerjaan anda? jelaskan? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan agar pelanggaran hak intelektual dapat dikurangi dan jelaskan kendalanya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang dimaksud dengan saksi ahli? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perbedaan alat bukti dengan barang bukti? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan perbedaan akta otentik dengan akta dibawah tangan? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    unsur sidang perdata Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.