Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Darsem dan Realitas TKW

oleh: evawim     Pengarang : Nurul Himawan
ª
 
Beberapa waktu silam diberitakan terjadi pemerkosaan terhadap Darsem (30), tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi. Darsem binti Dawud Tawar, asal Subang, Jawa Barat, djatuhi hukuman pancung oleh pengadilan Ryadh (6/5/2009) atas pengakuannya telah membunuh sang majikan, WN Yaman (Desmeber 2007). Darsem menyatakan terpaksa membunuh untuk membela diri karena sang majikan hendak memperkosa.

Melalui kerjasama dengan Lajnah Islah (Komisi Jasa Baik untuk Perdamaian dan Pemberian Maaf) Riyadh dan pejabat Kantor Gubernur Riyadh, Darsem akhirnya mendapat pemaafan (tanazul) dari akhli waris korban. Pada 7 Januari 2011, ahli waris korban diwakili Asim bin Sali Assegaf bersedia memaafkan Daarsem dengan kompensasi  uang diyat (ganti rugi/santunan) 2 juta Sar (setara Rp 4,7 miliar) yang harus diserahkan ke ahli waris korban dalam jangka waktu enam bulan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Gumelar menyatakan uang tebusan  siap dibayarkan pemerintah bila upaya hukum banding yang diajukan ternyata gagal. Keputusan banding itu bisa berlangsung hingga enam bulan ke depan.
Menurut Direktur Eksekutif  Migrant Care, Anis Hidayah, dalam 11 bulan terakhir ada 5.636 TKW menghadapi kasus yang serius.

Sedikitnya ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian pemerintah:

Pertama, tindak kekerasan terhadap TKW hendaknya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi menyeluruh penempatan dan perlindungan buruh migran, karena terbukti pemerintah telah gagal melindungi.
Kedua, evaluasi kinerja legislatif secara meyeluruh baik di tingkat legislasi, pengawasan maupun anggaran. DPR ternyata belum selesai membuat draf legal, akibat kinerja dan rendahnya produktivitas legislasi DPR.
Ketiga, evaluasi terhadap kinerja terutama Menteri Tenaga Kerja dan Meneri Luar Negeri. Pemerintah seharusnya menegosiasikan dan menyepakati perjanjian bilateral dengan negara-negara pemerima TKW.

Pemerintah harus berani tegas terhadap negara-negara penerima TKW.
Diterbitkan di: 26 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. Darsem

    Apa Benar Tentang Darsem??

    sy mau tanya apa benar realitas tentang Darsem sy sempat bertanya ulang setelah membaca tread ini : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9578112 Mohon Menlu diCek ulang kebenaranya.. Kita Hanya membela Warga Indonesia yg benar bukan yg menyimpang...!!!

    0 Nilai 16 Juli 2011
X

.