Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Tenaga Kerja>Hak BURUH ATAS EKSPLOITASI POTENSI DAN HARGA DIRI MEREKA

Hak BURUH ATAS EKSPLOITASI POTENSI DAN HARGA DIRI MEREKA

oleh: jaka88     Pengarang : khoirul walid
ª
 
”Zaman dulu Belanda memberi pendidikan kepada rakyat supaya rayat bisa berkerja hanya untuk memperkaya penjajah, tak ada bedanya dengan sekarang rakyat kia belajar tetapi diplokoto untuk memperkaya orang asing juga”

HAK BURUH ATAS EKSPLOITASI POTENSI DAN HARGA DIRI MEREKA

Kalimat diatas adalah kalimat yang diutarakan Prof. Mansyur Dosen mata kuliyah Sejarah Pendidikan Islam pada perkuliahan yang saya ikuti di kampus STAIN Salatiga.
Sejauh itu saya jadi berfikir, kok iya ya. bangsa ini hanya menjadi mesin uang bagi negara lain..
Sedikit menengok, Semarang dan Kabupaten Semarang adalah daerah yang menjadi central industri di tanah jawa bagian tengah yang didalamnya terdapat ratusan pabrik, baik garment, tekstil dan lain sebagainya, yang mana sebagian besar dari pabrik-pabrik itu adalah milik orang asing, akan tetapi 100% buruhnya adalah putra dan putri bangsa ini, ya, ini wajar karena perusahaan tersebut berada di Indonesia dan tentunya juga untuk mengurangi angka pengangguran yang kian hari kian meningkat,
Setiap hari puluhan bahkan ratusan orang berdatangan menuju kawasan perindustrian ini untuk mengemis pekerjaan, mereka membawa lembaran lembaran yang sudah resmi sebagai syarat pendaftaran lowongan pekerjaan, dan sebagian mereka diterima sesuai dengan keahlianya baik mejahit, ngobras bahkan tukang sapu.
Wajah mereka nampak senang sekali ketika mendapatkan pekerjaan itu, tak ada pikiran lain dalam benak mereka kecuali ditanggal muda mereka mendapatkan uang gajian.
Sekilas wajar hal tersebut terjadi, karena kita melihat bagaimana kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Yang mana setiap orang membutuhkan pekerjaan sebagai penunjang hidup sehari hari. Akan tetapi ada hal yang luput dari pandangan kita, sadar atau tidak mereka bahkan kita telah merasakan yang sebenarnya terjadi.
Eksploitasi Tenaga
Ini yang terjadi, kesewenang-wenangan para kapitalis dalam memperkerjakan mereka, penindasan dan penyekapan kebebasan hanya dengan iming iming gaji UMR tiap bulanya, baik masalah fasilitas, akomodasi gaji bahkan jam kerja.
Beberapa hari yang lalu saya menemukan koran usang dan sempat membaca berita tentang buruh, seorang buruh berbicara dengan wartawan menceritakan yang sebenarnya dari demo yang mereka lakukan. ”kami menuntut hak kami, dan memprotes kesewenang-wenangan paabrik, para buruh lembur sampai jam 10 tapi hanya dibayar sampai jam 6, bahkan kemarin suami suami kami protes kepabrik karna kami belum boleh pulang, dan kami juga menuntut kenaikan uang makan yang hanya 1000 rupiah per-hari, juga jamsostek yang kadang dibayar kadang tidak” ini adalah ungkapan perempuan buruh salah satu pabrik (PT) di Semarang.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Jam Kerja & Gaji
Para pekerja datang tepat waktu sesuai dengan kontrak kerja yang mereka terima yaitu 8 jam, mulai pukul 7 pagi, tetapi saat pulang mereka harus menunggu beberapa jam dari jam seharusnya mereka pulang, kenyataanya yang seharusnya mereka kerja selama 8 jam mereka bisa kerja 15 bahkan 17 jam, dan yang paling parah kadang mereka harus menyeleseikan pekerjaan sampai jam 1 atau 2 dini hari dengan berbagai alasan dari perusahaan.
Tahukah anda semua? Gaji yang lebih dari 8 jam kerja tadi (lembur) kadang dibayar sedikit bahkan tidak dibayar sama sekali,
Sempat saya pada saat itu melewati sebuah pabrik garment yang berada di kawasan Bawen Kab. Semarang saat itu pukul 12 malam ada beberapa lelaki yang bahkan bapak bapak di depan pabrik X sekitar 20 orang sedang ngobrol bahkan ada yang tidur dimotor mereka seakan kelelahan menunggu seseorang, saya ikut nimbrung dengan mereka dan ketika saya tanyakan, ternyata mereka sedang menunggu istri dan keluarga mereka yang bekerja di pabrik tersebut, mereka mengatakan kalau istri dan keluarga mereka sedang lembur, lalu saya tanya kenapa sampai jam segini? Mereka menjawab bahwa katanya produk dari pabrik tersebut akan dikirim besok, sehingga para buruh harus menyelaseikan pekerjaan mereka.
Dan tahukah anda? yang terjadi adalah bapak bapak tadi pulang tanpa keluarga dan istri istri mereka karena mendapat informasi dari satpam yang bertugas bahwa mereka pulang jam 3 dini hari! Ngeri!!!!!

Makan dan Kesehatan
Hal ini juga menjadi polemik dalam lingkungan dimana mereka bekerja, ada beberapa perusahaan yang secara terang terangan tidak memberi makan bahkan uang makanpun tidak ada. (seperti yang terjadi disemarang, uang makan hanya 1000 rupiah) kalaupun ada mereka hanya diberi sedikit. Sehingga mereka harus mencari makan diwarung dengan uang gaji mereka yang pas pasan dengan waktu istirahat yang sedikit.(kalau telat masuk di hukum)
Begitu juga dengan jaminan kesehatan kadang uang jamsostek tidak jelas keberadaanya bahkan tidak ada.
Kalau saya boleh bicara malang benar nasib mereka

Kebebasan Beribadah
Hal ini yang paling mengenaskan karena banyak dari buruh pabrik meninggalkan ibadah mereka terutama shalat bagi umat Islam, bagaimana tidak istirahat yang diberikan saat waktu sholat dzuhur sangat terbatas sehingga habis untuk makan dan minum. Kemudian waktu asyar yang kadang (saya pernah bertanya) mereka harus ngumpet ngumpet supaya bisa sholat karena kalau ketahuan mereka tidak bekerja, merekan akan mendapatkan hukuman, lalu bagaimana dengan Maghrib dan Isyak?

Saya berfikir dimana letak peri-kemanusiaan yang selama ini digembor gemborkan oleh pemerintah? Kenapa tidak ada tindakan yang dapat membantu para buruh-buruh tersebut?

Sejarah telah berbicara bagaimana kerja rodi dan romusa terjadi, apakah ini bukti bahwa Indonesia belum merdeka secara utuh?

Setiap tahunnya kader kader berpotensi diambil dan diserap oleh mereka yang berkuasa tetapi apa balasan yang diperoleh oleh kader kita?

Diterbitkan di: 24 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah ada undang undang ketenaga kerjaan yang mengatur kebebasan untuk beribadah? karna ada salah satu perusahaan di daerah saya yng memper masalahkan solat jum'at. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.