Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hubungan Internasional>Strategi Keamanan Maritim Indonesia Menanggulangi Ancaman Kontemporer

Strategi Keamanan Maritim Indonesia Menanggulangi Ancaman Kontemporer

oleh: SrikandiHikari     Pengarang : Richarunia
ª
 
Okay this is the first time for me to write down on this site. I just wanna share a simple thinking about the Maritime Field in Indonesia. Let see and enjoy it.

Anda pernah mendengar atau memang sudah mengetahui tentang "Maritime" ? yup, Maritime bisa diartikan secara bahasa adalah secara keseluruhan hal-hal yang berkaitan dengan laut/kelautan. Di maritime itu sendiri terdiri dari perindustrian, budaya, sosial, ekonomi, hukum, bahkan militer kelautan. Banyak sekali masalah mengenai kelautan, diantaranya : mengenai sengketa perbatasan antar negara, degradasi lingkungan, permasalahan sumber daya kelautan dan perikanan, penduduk pesisir, industri jasa kelautan, tumpang tindih antar birokrasi yang menangani masalah kelautan, dan masih banyak lagi. Maritime dan Hubungan antar negara, merupakan salah satu dari sekian isu krusial yang dihadapi Indonesia saat ini. Dalam tulisan ini, saya mencoba untuk sekedar menggambarkan isu tersebut secara garis besar. Mari kita simak...

Tatanan politik internasional diikuti perubahan interkasi hubungan internasionall. Perang antar etnis, isu gender, isu perdagangan ilegal, degradasi lingkungan, masalah kesehatan maupun sosial politik hingga isu terorisme yang kini tengah menjadi permasalahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga masyarakat dunia. Dengan begitu, tuntutan demi tuntutan terus berkembang sesuai arah perubahan yang terjadi. Umumnya, isu-isu di dunia terbagi menjadi 5 dimensi, yakni : military, political, economic, societal dan environmental.(Buzan. People,States and Fear. 1991).

Permasalahan negara saat ini tidak hanya mengenai isu domestik yang harus segera ditangani oleh negaranya sendiri, akan tetapi adakalnya pada isu tertentu negara tidak dapat mengatasinya secara sendiri-sendiri terhadap isu yang dihadapi. Hal tersebut karena isu tersebut bisa saja karena adanya faktor eksternal di luar negara yang menghambat, negara tidak mampu secara optimal dalam menangani isu tersebut, isu tersebut merupakan isu bersama masyarakat dunia. Sehingga penanganan terhadap isu tersebut dapat dipecahkan secara bersama untuk mendapatkan solusi bersama.

Indonesia, sebagai negara penelitian. Merupakan negara yang bertitel "Archipelagic State" terbesar di Asia dan kedua di dunia dengan 17.506 pulau-pulau besar dan kecil, serta luas wilayah lebih dari 7.7 km persegi, dimana 2/3 bagiannya merupakan perairan seluas lebih dari 5.8 juta km persegi, dengan garis pantai sepanjang lebih dari 81.000 km persegi, dan Zona Ekonomi Eksklusif selebar 200 mil persegi. Perairan Indonesia merupakan titik pertemuan kepentingan antara negara Barat dan Timur. Dalam hal ini, Indonesia memiliki jalur ekonomi dan militer strategis di dunia.

Dengan adanya perkembangan isu internasional dan keterkaitan Indonesia dengan luas lautnya yang strategis tidak hanya dipandang sebagai bangsa bahari dan sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah, akan tetapi resiko atau ancaman yang datang dari dan di laut muncul dari arah mana saja. Salah satu isu yang dibahas pada penulisan ini adalah mengenai isu keamanan maritim Indonesia dengan fokus pada aktor non-negara. Dimana secara tradisional dalam hubungan internasional dipahami negara adalah aktor tunggal yang hakiki, sedangkan pada perkembangannya aktor tunggal negara dapat terwakilkan oleh aktor organisasi internasional atau sekolompok organisasi yang memiliki visi,misi bersama dalam hal kesejahteraan dan perdamaian dunia.(contoh: PBB).

Isu keamanan laut, saat ini telah mengalami perkembangan tidak hanya sebatas pertempuran dan penguasaan garis wilayah melalui militer, akan tetapi lebih meluas ke arah terancamnya ekonomi, sosial dan lingkungan. Indonesia dengan luas perairan sangat memungkinkan terjadinya ancaman dari dan di laut, apabila dalam hal ini Indonesia belum cukup mengoptimalkan dalam urusan keamanan lautnya, maka tidak mungkin Indonesia akan aman dari ancaman dari dan di laut.

Ancaman keamanan laut di Indonesia kerap terjadi, hal tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya : wilayah strategis Indonesia yang luas sehingga dibutuhkan sarana dan fasilitas serta sumber daya manusia untuk mengawasi dan menindaklanjuti pelanggaran di sekitar perbatasan dengan negara tetangga. Kedua, overlapping dalam internal pemerintahan yang mengurusi masalah keamanan dan sumber daya laut. Ketiga, bagaimana peran negara dalam menghadapi isu tersebut dengan kerjasama regional maupun internasional.

Kenyataannya, Indonesia belum optimal dalam membuat kebijakan lautnya untuk menjadikan sebuah strategi besar dan terperinci. Dimana orientasi ekonomi Indonesia masih pada masalah kesejahteraan rakyat di darat, pedesaan, masalah kependudukan, peningkatan ekononomi sektor riil dan sebagainya. Bahkan keberpihakan untuk nelayan yang juga sebagai rakyat dengan wilayah pesisir, seringkali terabaikan kesejahterannya.

Sehingga, apa yang seharusnya negara dan rakyat lakukan untuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan belum memiliki orientasi pada level kemaritiman yang luas. Dengan begitu, isu keamanan maritim akan sulit teratasi secara signifikan apabila adanya kesenjangan antara darat dan laut. ulisan ini masih banyak kekurangan, namun semoga tulisan ini bermanfaat, cheers.
Diterbitkan di: 12 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.