Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kedubes AS Singapore

oleh: supermaster     Pengarang : supermaster
ª
 

Memo diplomatik ini di buat oleh dubes AS untuk Singapura, Patricia L Herbold yang di kirimkan ke Washington DC. Memo ini dibuat pada tanggal 14 maret 2007 di terima pada pukul 06:17 pagi waktu AS. Wikileaks melepaskan memo tersebut pada tanggal 25 Agustus 2011. Beliau menjabat sebagai kedubes AS untuk Singapura dari 7 November 2005 hingga 20 Januari 2009.


Memo tersebut berisi mengenai kelayakan perusahaan S-PRO atau Singapore Precision Repair and Overhaul. Perusahaan swasta ini beroperasi di Singapura pada 3 Maret 1992. Siapa pemiliknya? Herbold mengatakan telah mengecek ke direktori bussiness online, Biznet dan memunculkan beberapa nama pengelola maupun pemilik perusahaan ini yakni: (nb: kemungkinan besar nama dan alamat sudah tidaklah sesuai mengingat memo ini ditulis pada tahun 2007)

Nama: Tay Kok Khiang
WN: Singapora
ID: S0031986D
Alamat: 51 King's Road, Singapore, 268096

Nama: Tan Seow Juay
WN: Singaporean
ID: S1167547F
Alamat: 17 Lentor Terrace, Far Horizon Garden, Singapore, 788912

Nama: Goh Poh Loh
WN: Singaporean
ID: S1491097B
Alamat: 134 Tampines Street 11, #10-208, Singapore, 521134

Nama: Tan Giok Lan
WN: Singaporean
ID: S1657409J
Alamat: 43 Lorong 5 Toa Payoh, #08-131, Singapore, 310043
ICE Singapura tampaknya memverifikasi perusahaan berikut orang-orang di dalamnya adanya kemungkinan melakukan bisnis “illegal”. ICE (Immigration and Custom Enforcement) menindak lanjuti laporan pada tanggal 27 Oktober, 2002 ang menyebutkan Unit Lapangan ICE menerima informasi dari DSS(Defense Security Service) yang mencurigai bahwa Edwin Foo, yang memperkenalkn dirinya sebagai Insinyur Senior Singapura berusaha membeli perangkat lunak dan segala peralatan yang berkaitan dengan pesawat tak berawak /UAV dari BAI Aerosystem yang berkedudukan di Easton, MD. Penjualan kedua alat tersebut tidak sembarangan karena di bawah peraturan UU ekspor senjata. Permintaan perangkat lunak dan pesawat tak berawak itu di kirim melalui alamat email fooedwin.dynamics@stengg.com. Penyelidikan menunjukkan bahwa domain stengg.com ini merupakan perusahaan asosiasi dengan Singapore Technologies (ST) Engineering Ltd yang operasioanal menjadi satu kesatuan dengan kelompok pertahanan. Dalam hal ini perusahaan S-Pro terdaftar sebagai perusahaan distributor multinasional untuk anak perusahaan ST Engineering yakni ST Aerospace, ST Elcetronics Ltd, ST Kinetics/Land System dan ST Marine. Akhirnya pada tanggal 5 Desember 2002, ICE mengambil laporan dari TECS bahwa S-PRO yang merupakan bagian dari ST Engineering berusaha membeli pesawat tak berawak dan perlengkapan lain dari perusahaan AS. Kedua perusahaan ini secara penuh dinyatakan berusaha meminta pengeksporan dan pengapalan secara illegal.

Baru pada 16 Maret 2004, ICE memasukan catatan ketiga ke dalam TECSterkait dengan S-PRO yang berbunyi “bagian dari ST electronics dan CSE system & Engineering Thailand yang merupakan distributor elektronik multinasional berusaha mencari celah pengeksporan dan pengapalan secara illegal. Hal ini di lakukan karena perusahaan ini tidak hanya memasok peralatan militer untuk AB Singapura namun juga elektronik lainnya.” S-Pro tidak memberikan komentar terkait tuduhan ini.

Pada 9 Maret 2007, Manajer Deputi Operasional S-PRO, Lee Khay Chong memastikan bahwa perusahaannya membeli peralatan C-130 sesuai dengan permintaan AB Singapura. Sementara itu S-Pro di sebut menerima kontrak perawatan pesawat transpor militer C-130 dari AU India. Walaupun S-Pro adalah perusahaan induk dari ST Aerospace, namun ST Aerospace yang menandatangani kontrak perawatan dan S-Pro tidak bertanggung jawab. Pelangan utama S-Pro adalah AU Singapura, begitu di tegaskan oleh Lee Khay Chong.

Pertanyaannya adalah apakah kisruh ini yang membuat AB Singapura tidak menjatuhkan pesanan pesawat tak berawak dari AS dan lebih memilih buatan Israel? Ataukah memang pemilihan ini telah melalui tender dan pesawat tak berawak dari Israellebih baik? Ataukah AS pada akhirnya melarang Singapura mengimpor pesawat tak berawak dari perusahaan pertahanan negerinya terkait masalah di atas?
Diterbitkan di: 29 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.