Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hubungan Internasional>Politik Internasional Kerangka Analisa

Politik Internasional Kerangka Analisa

oleh: independent_girl     Pengarang : K. J. Holsti
ª
 
Teori konflik yang dikemukakan oleh K. J. Holsti;
Konflik yang cenderung mengarah pada kekerasan yang terorganisir muncul sebagai akibat dari posisi yang saling bertentangan, sikap bermusuhan, dan tindakan militer atau diplomatik dari beberapa kelompok tertentu atas suatu masalah. Kelompok yang terlibat dalam konflik biasanya, tapi tidak selalu, adalah pemerintah negara bangsa ( kekecualian yang sudah jelas sekarang ini adalah PLO, Vietkong, dan Sekjen PBB ). Kelompok itu mempunyai tujuan tertentu, misalnya saja, mempertahankan atau bahkan memperluas wilayah, keamanan, pasar, prestise, sekutu, revolusi dunia, meruntuhkan pemerintah yang lalim, mengubah prosedur dalam PBB, dan banyak lagi yang lain. Untuk mencapai dan mempertahankan tujuan ini, tuntutan dan tindakan mereka akan sangat bertentangan dengan tujuan dan kepentingan kelompok yang lain.

Holsti juga membagi konflik kedalam 7 jenis, yaitu:
1. Konflik teritorial terbatas. Dalam konflik ini terdapat pertentangan posisi yang menyangkut pemilikan teritorial; misalnya klaim suatu negara terhadap suatu daerah yang berada di atau dekat wilayah negara lain. Masalah kedaulatan atas minoritas etnis juga sering dihubungkan dengan klaim suatu negara untuk mengontrol wilayah tersebut, dan oleh karena itulah disebut konflik teritorial terbatas.

2. Konflik yang terutama karena susunan pemerintahan. Misalnya keterlibatan Amerika Serikat, Cina, dan Soviet, dalam perang saudara di Laos ( 1959-1962 ) yang pada dasarnya diakibatkan oleh perbedaan persepsi tentang siapa sebenarnya pemerintahan yang absah di negara tersebut. Masalah ideologi merupakan masalah pelengkap dalam hal ini.

3. Konflik yang diakibatkan oleh usaha suatu negara untuk mempertahankan hak atau privilese mereka atau suatu teritorial negara lain demi mempertahankan dan melindungi kepentingan keamanannya. Salah satu contoh adalah tuntutan Soviet, pada 1939, untuk membangun pangkalan militernya di negara Baltik dan Finlandia. Karena itu, konflik semacam ini disebut sebagai imperialisme strategis.

4. Konflik karena kehormatan nasional. Pada konflik ini pemerintah melakukan ancaman atau tindakan militer untuk membersihkan beberapa insiden yang awalnya relatif kecil menjadi krisis dan besar. Salah satu contoh adalah: invasi Yunani ke Bulgaria pada 1925, yang diakibatkan oleh terbunuhnya 2 orang penjaga perbatasan Yunani dalam suatu insiden di perbatasan kedua negara.

5. Konflik karena imperialisme terbatas. Pada konflik ini suatu pemerintah ingin menghancurkan kemerdekaan negara lain, biasanya karena alasan kombinasi dari tujuan ideologis, keamanan, dan perdagangan. Contoh dalam kategori ini adalah penyatuan Austria oleh Nazi Jerman 1938.

6. Konflik karena pembebasan, atau perang revolusioner oleh suatu negara untuk membebaskan masyarakat negara lain.

7. Konflik yang timbul sebagai akibat dari usaha suatu negara untuk mempersatukan negara yang terpecah belah.

Diterbitkan di: 18 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.