Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sumber Hukum Internasional

oleh: pascodagama    
ª
 
  • Sebagai hukum yang bersifat fusi yang menaungi negara-negara dalam hubungan internasional, hukum internasional memiliki sumber hukum yang dijadikan rujukan saat terjadi perkara atau perselisihan antar subjek hukum. Sumber hukum internasional dikelompokkan menjadi tiga bagian yang di nilai dari sudut pandang dan metode yang digunakannya.
    • Legalitas
    Sumber hukum internasional dibedakan menjadi dua, yaitu sumber hukum formil dan materiil.
    • Penggolongan
    Sumber hukum di golongkan menjadi dua, yaitu menurut Pasal 38 Ayat 1 Piagam Mahkamah Internasional dan Menurut pendapat para ahli hukum internasional.
    • Berdasarkan daya ikat hukum
    Sumber hukum dibagi dua, yaitu sumber hukum primer (paling utama) dan sumber hukum subsider (tambahan).

    Bagi hukum internasional positif, sumber hukum yang tercantum pada pasal 38 ayat 1 Piagam Mahkamah Internasional merupakan sumber hukum yang paling kuat untuk dijadikan landasan pengambilan keputusan hukum, karena sumber hukum ini telah disepakati bersama dan di bukukan dalam suatu piagam.

    Pasal 38 ayat 1 Piagam Mahkamah Internasional mengatakan bahwa, dalam mengadili perkara yang diajukan kepadanya, Mahkamah Internasional akan mempergunakan:
    1. Perjanjian Internasional (International conventions), baik yang bersifat umum maupun khusus yang mengandung ketentuan hukum dan diakui secara tegas oleh negara-negara yang bersengketa.
    2. Kebiasaan-kebiasaan internasional (International Custom), kebiasaan internasional yang dijadikan sumber hukum bersifat umum, telah diterapkan berualang-ulang dari masa ke masa dan kebiasaan tersebut harus diterima sebagai hukum.
    3. Prinsip hukum umum (General Principles of Law). Sumber hukum ini digunakan saat perjanjian internasional dan kebiasaan internasional tidak kuat dipakai sebagai sumber hukum dalam memutuskan suatu perkara internasional. Prinsip hukum umum ini berguna sebagai keterangan untuk menginterpretasikan sebuah perjanjian atau kebiasaan internasional, yang biasanya ditemukan dalam suatau naskah persiapan perjanjian internasional.
    4. Sumber hukum tambahan, diantaranya adalah keputusan pengadilan dan pendapat para sarjana terkemuka dunia. Sumber hukum ini merupakan sumber subsider atau sumber tambahan. Artinya, bahwa keputusan pengadilan dan pendapat para sarjana dapat dikemukakan untuk membuktikan adanya kaidah hukum internasional mengenai suatu persoalan yang didasarkan atas sumber hukuim primer, yakni perjanjian internasional, kebiasaan dan asas hukum umum.
    5. Keputusan badan perlengkapan (organs) organisasi dan lembaga internasional, keterlibatan organisasi internasional saat ini semakin besar, sehingga tidak dapat diabaikan dalam suatu pembahasan tentang sumber hukum internasional.
  • Diterbitkan di: 12 Februari, 2013   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .