Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Lingkungan>Tinjauan Tentang Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

Tinjauan Tentang Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

oleh: SYAMRILAODE    
ª
 
Telah disadari bahwa kemajuan industri dan teknologi yang mampu
meningkatkan kesejahteraan manusia itu ternyata juga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan yang pada akhirnya juga berdampak terhadap manusia. Oleh karena itu penerapan kemajuan industri dan teknologi tersebut harus ditinjau kembali. Harus dipikirkan kembali agar penerapan kemajuan industri dan teknologi tersebut dapat memberikan hasil dan manfaat yang lebih baik bagi kelangsungan hidup manusia (Wardhana, 2001:159).
Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain kedalam lingkungan atau berubahnya tata lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Pasal 1 butir 12).
Sedangkan perusakan lingkungan hidup adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan atau hayatinya yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan (Pasal 1 butir 14).
Beberapa kegiatan manusia seperti pembuangan limbah domestik yang tak terkendali, penggunaan pestisida yang tak terseleksi, limbah industri yang bermacam-macam dan bahkan peristiwa alam, masuknya zat pencemar kedalam air cukup merugikan kehidupan langsung atau tidak langsung. unsur-unsur pencemaran lingkungan tersebut sebagai berikut:
a. Masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lainnya kedalam lingkungan;
b. Berubahnya tatanan lingkungan lingkungan;
c. Dilakukan oleh kegiatan manusia atau oleh proses dari alam;
d. Menimbulkan akibat “kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” Dengan berlandaskan unsur-unsur pencemaran lingkungan tersebut, nyatalah bahwa suatu perbuatan atau aksi yang menimbulkan keadaan sebagai pencemaran lingkungan hidup, haruslah memenuhi berbagai unsur tersebut. Sehingga apabila salah satu dari unsur-unsur yang dimaksud tidak terpenuhi.
Menurut Ninik Suparni, rumusan pencemaran lingkungan sebagaimana tersebut diatas, juga memberikan pengertian tentang beberapa hal, yaitu antara lain:
-Pertama Bahwa pencemaran lingkungan dalam dirinya selalu mengandung pengertian terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan adanya suatu tolak ukur yang esensial.
-Kedua Bahwa pencemaran lingkungan selalu berkaitan dengan peruntukan lingkungan (tata guna lingkungan). Hal ini dapatdisimpulan dari penjelasan Pasal 14 UUPLH, diman Baku Mutu
Lingkungan yang menjadi tolak ukur untuk menentukan telah terjadinya pencemaran lingkungan, ditentukan berdasarkan Tata Guna Lingkungan.
-Ketiga Dilihat dari faktor penyebabnya, pencemaran lingkungan dapat Di bedakan antara oleh kegiatan manusia dan proses alam. Walaupun keduanya menimbulkan akibat yang sama, namun konsekuensi hukum yang berdeda dimana penyebabnya oleh kegiatan manusia, maka pencemaran berkewajiban membayar ganti kerugian kepada penderita atas kerugian yang dideritanya dan membayar biaya pemulihan kepada Negara. Sedangkan yang disebabkan oleh proses alam, maka pemerintahlah yang memikul beban kewajiban untuk menanggulangi akibatnya.
-Keempat : Dipandang dari sudut medianya, pencemaran lingkungan dapat dibedakan antara pencemaran tanah, pencemaran air (termasuk pencemaran laut) serta pencemaran udara (Siahaan, 1981:159).
Perlu kita cermati bahwa pencemaran lingkungan menimbulkanberbagai kerugian dan kerugian itu dapat terjadi dalam bentuk:
a. Kerugian ekonomi dan sosial (economic and social injury) dan
b. Gangguan sanitair (Sanitary Hazard), sedang menurut golongannya
pencemaran itu dapat dibagi atas:
1) Kronis; dimana kerusakan terjadi secara progresif tetapi lambat;
2) Kejutan atau akut; kerusakan mendadak dan berat, biasanya timbul
dari kecelakaan;
3) Berbahaya; dengan kerugian biologis berat dan dalam hal ada
radioaktivitas terjadi kerusakan genetis;
4) Katastrofis; disini kematian organisme hidup banyak dan mungkin hidup menjadi punah (Abdurrahman, 1983:98-99). Sehingga dengan menyadari bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, maka perlu
diperhitungkan sejak perencanaan awal suatu kegiatan, dengan cara demikianlah dapat dipersiapkan langkah pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan dalam pembangunan mempunyai dampak positif dari kegiatan tersebut.
Diterbitkan di: 08 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tolak ukur lingkungan hidup yang berkualitas Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.