Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Definisi Gratifikasi

oleh: HarisonHaris     Pengarang : hukum online
ª
 
Arti dari Gratifikasi adalah pemberian. Pemberian ini bisa berupa pemberian uang, barang, diskon, pemberian jasa (fasilitas akomodasi, perjalanan wisata, pengobatan gratis dan lain-lain). Dalam UU 31/1999 dan UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, setiap gratifikasi yang diterima oleh penyelanggara negara adalah suap. Kecuali kalau yang bersangkutan melaporkan gartifikasi tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi selambat-lambatnya 30 hari kerja setelah gratifikasi diterima.


jadi dalm konteks UU tentang Tindak Pidana Korupsi, yang dimaksud gratifikasi adalah pemberian kepada satu pihak kepada penyelanggara negara/pejabat publik/pejabat negara.

Penerima gartifikasi diancam hukuman minimal 4 tahun pernjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda minimal 200 juta rupiah dan paling banyak 1 milyar rupiah.

Dengan demikian, sekarang penyelenggara negara tidak seenaknya menerima parcel atau bingkisan lebaran. Juga tidak bisa menerima seenaknya kado pernikahan (baik yang menikah dirinya atau anaknya). Bila pemberian parsel atau kado pernikahan nilainya dianggap tidak wajar, maka KPK berhak menyita kado itu.

Lalu apa perbedaaan suap dan gratifikasi? Menurut UU di atas, suap bisa berupa janji sedang gratifikasi berupa pemberian dalam arti luas. Dalam kasus uap ada unsur intensi atau tujuan untuk mempengaruhi pejabat publik /penyelenggara negara dalam kebijakan maupun keputusannya sehingga menguntungkan pemebri suap . Dalam gratifikasi, diartikan sebagai pemberian dalam arti luas, namun dapat masukkan dalam kategori sebagai suap apabila berhubungan dengan jabatan penyenggara negara/pejabat publik dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugas mereka.

Intinya, suap pasti gratifikasi. Sedang gartifikasi belum tentu suap. Jika supa terkait dengan sebuah proyek secara langsung, maka gratifikasi tidak selalu terkait dengan sebuah proyek. Umumnya gratifikasi diberikan untuk menjalin hubungan baik dengan pejabat negara/penyelanggara negara.

Diterbitkan di: 10 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.