Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Hukum Pidana

oleh: Rezaqi     Pengarang : Gusti Rezaqqi Mulki
ª
 

Hukum Pidana disebut sebagai Ultimum Remedium, merupakan upaya hukum terakhir, senjata pamungkas dan lain sebagainya, terkenal karena mengandung sanksi yang cukup berat, yakni sanksi yang langsung dikenakan kepada sipelanggar hukum pidana sebagai suatu nestapa, suatu derita badan, tidak dapat diwakilkan, dikuasakan maupun dipindahtangankan.

Hukuman, Lazim juga disebut dengan pidana, sanksi, straf, punishment, oleh karena itu disarankan agar hati – hati mempergunakan istilah PIDANA dalam setiap telaah hukum pidana, khususnya yang ada disekitar pemahaman mengenai pidana.

Sebagaimana kita ketahui bahwa hukuman ditujukan untuk menjerakan manusia dari pelanggaran hukum pidana agar tidak melakukan perbuatan pidana lagi, sekaligus memberikan aspek menakutkan bagi orang lain agar tidak melakukan tindak pidana.

Mengenai “hukuman”, banyak timbul pendapat yang bersifat pro dan kontra, terutama sekali tentang hukuman mati, dan adalah suatu kenyataan bahwa kedua sikap ini, terjadi juga di berbagai Negara yang ada di dunia, masing-masing pro dan kontra, demikian juga sebaliknya.

Memang harus diakui bahwa kerasnya hukuman tidak mutlak dapat menghapuskan kriminalitas dari permukaan bumi ini, sehingga orientasi penghukuman tidak lagi semata-mata sebagai hukuman tetapi juga sebagai bagian dari social problem yang senantiasa harus dihadapi, dialami sekaligus diselesaikan (social solution) dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat itu sendiri.
Menurut Hegel, Pidana merupakan keharusan logis sebagai konsekwensi dari adanya kejahatan, karena kejahatan merupakan pengingkaran terhadap ketertiban hukum negara, sedangkan menurut Pellegrino Rossi, pidana mempunyai pengaruh antara lain terhadap perbaikan sesuatu yang rusak dalam masyarakat sekaligus menjadi prevensi umum.
Oleh karena berbagai pendapat itu maka Pidana dapat dilihat dari sudut tujuannya yaitu :
a. Untuk menghindari balas dendam (avoidance of blood feuds);
b, Adanya pengaruh yang sifatnya mendidik (the educational effect);
c, Mempunyai fungsi memelihara perdamaian (The peace keeping function).

Diterbitkan di: 11 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah sanski pidana terhadap pegawai negeri sipil tidak dapat dikatakan ultimum remedium? jelaskan? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian hukum pidana materil Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.