Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Unsur-Unsur Tindak Pidana

oleh: rajauntung     Pengarang : sitinuraini
ª
 
Unsur-Unsur Tindak Pidana
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa suatu perbuatan dianggap tindak pidana
atau delik (jarimah) bila memenuhi syarat & rukun. Adapun rukun jarimah dapat
dikategorikan menjadi 2 (dua) ;pertama rukun umum,artinya unsur-unsur yang harus terpenuhi pada jenis jarimah. Kedua, unsur khusus, artinya unsur yang harus
terpenuhi pada jenis jarimah tertentu.
Adapun yang termasuk dalam unsur-unsur umum jarimah adalah ;
a. Unsur Formil (adanya Undang-Undang atau Nash)
Setiap perbuatan tidak dianggap melawan hukum dan pelakunya tidak dapat
dipidana kecuali adanya Nash atau Undang-Undang yang mengaturnya.
Dalam hukum positif masalah ini dikenal dengan asas legalitas, yaitu suatu
perbuatan tidak dapat dianggap melawan hukum dan pelakunya tidak dikenai
sanksi sebelum adanya peraturan yang mengundangkannya.
Sedangkan dalam syariat islam lebih dikenal dengan istilah “Ar Ruknasy-Syr’i
لاجريمة ولا عقوبة بلا نص
“Tidak ada jarimah (perbuatan pidana) dan tidak ada hukuman sebelum adanya
nash (aturan pidana).”
b. Unsur Materiil (Sifat melawan hukum )
Adanya tingkah laku seseorang yang membentuk jarimah , baik dengan sikap
dibuat mupunsikap tidak dibuat.unsur ini dalm Hukum pidana islam disebut
dengan Ar-Rukum Almadi
c. Unsur Moril (Pelakunya mukalaf)
Pelaku jarimah atau tindak pidana adalah orang yang dapat dimintai
pertanggung jawaban pidana terhadap jarimah yang dilakukannya. Dalam syariat islam disebut “Ar-Rukun Al-Adabi. Haliman dalam desertasinya
menambahkan , bahwa orang yang melakukan tindak pidana dapat
dipersalahkan dan dapat disesalkan ,artinya bukan orang gila ,anak-anak dan
bukan karena dipaksa atau karena pembelaan diri.
Kedua, unsur khusus.yang dimaksud dengan unsur khusus adalah unsur yang
hanya didapat pada peristiwa pidana (jarimah) tertentu dan berbeda antara unsur
khusus pada jenis jarimah yang satu dengan jenis jarimah yang lainnya, misalnya
pada jarimah pencurian harus dipenuhi unsur perbuatan dan benda. Perbuatan itu
dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi, barang itu milik orang lain secara
sempurna dan benda itu sudah ada pada penguasaan pihak pencuri. Syarat yang
berkaitan dengan benda, bahwa benda itu berupa harta ada pada tempat penyimpanan
dan mencapai 1 nisab.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antara unsur yang umum dan
khusus pada jarimah ada perbedaan. Umum – macamnya satu dan sama pada setiap
jarimah, sedangkan yang khusus unsurnya bermacam-macam serta berbeda pada
setiap jenis jarimah.
Atau dalam arti lain menurut hukum islam, unsur-unsur umum tersebut tidak
berarti menghilangkan unsur lain yang lebih khusus sehingga membolehkan “tidak
ada hukuman “. Perbedaan antara unsur umum dengan unsur yang khusus adalah bahwa dalam unsur umum berlaku terhadap setiap jarimah, sedangkan unsur khusus
didasar kepada perbuatan yang dilakukan.
Diterbitkan di: 09 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.