Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Pidana>Unsur-unsur Tindak Pidana Pencurian

Unsur-unsur Tindak Pidana Pencurian

oleh: rajauntung     Pengarang : sylviani
ª
 

Berdasarkan definisi pencurian itu sendiri, dapat dirumuskan bahwa
unsur-unsur pencurian adalah sebagai berikut:
a. Cara mengambilnya dengan sembunyi-sembunyi
Yang dimaksud dengan mengambil secara sembunyi-sembunyi
adalah mengambil barang tanpa sepengetahuan pemiliknya dan tanpa
kerelaannya, seperti mengambil barang dari rumah orang lain ketika
penghuninya sedang bepergian. Pengambilan harta itu dianggap sempurna
jika:
1) Pencuri mengeluarkan harta dari tempat penyimpanannya
2) Barang yang dicuri itu telah berpindah tangan dari pemiliknya
3) Barang yang dicuri itu telah berpindah tangan ke tangan si pencuri
b. Barang yang dicuri adalah berupa harta
Dalam hal ini barang yang dicuri disyaratkan:
1) Berupa harta yang bergerak
2) Berharga menurut pemiliknya,
3) Disimpan di suatu tempat yang layak (al-h}irz\). Dalam hal ini ada dua
cara penyimpanan. Pertama, al-h}irz\ bi maka>n, yaitu barang disimpan
di tempat yang disediakan khusus untuk menyimpan barang dan tidak setiap orang diperbolehkan masuk di dalamnya. Kedua, al-h}irz\ bi nafs,
yaitu barang tersebut berada dalam penjagaan.
c. Barang yang dicuri adalah murni milik orang lain dan si pencuri tidak
mempunyai hak apapun pada barang tersebut.
d. Adanya unsur kesengajaan melakukan perbuatan pidana
e. Pencurinya merupakan orang mukallaf. Pencuri tersebut orang dewasa
dan berakal. Dengan demikian, maka anak kecil dan orang gila yang
mencuri tidak bisa dikenakan hukuman h}add.
f. Tidak ada hak syubhat (keragu-raguan) terhadap barang yang dicurinya.
Bila ia punya hak syubhat terhadap barang yang dicurinya, maka ia tidak
bisa dipotong tangannya. Dengan demikian, maka orang tua yang
mencuri harta anaknya tidak bisa dijatuhi hukuman potong tangan, dan
begitu pula dengan sebaliknya.
g. Ditetapkannya pencurian berdasarkan dua saksi yang adil dan adanya
tuntutan dari orang yang dicuri.
h. Adanya niat untuk dimiliki
Diterbitkan di: 08 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kalau kita memergoki seseorang sedang memancing ikan yang bukan milik nya dan dia belum dapet satu ikan pun apakah itu bisa di proses secara hukum sedangkan pelaku memancing di malam hari Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.