Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Pembuktian

oleh: rajauntung     Pengarang : nur wahyuni
ª
 

Dalam Islam pemberian perlindungan diberikan kepada kedua
orang yang berpekara seperti halnya dalam hal pembuktian. Secara
etimologi pembuktian berasal dari kata ”bukti” artinya suatu yang
menyatakan kebenaran suatu peristiwa. Kata ”bukti” jika mendapat
awalan ”pe-”dan akhiran ”-an” maka mengandung arti proses, perbuatan,
atau cara membuktikan. Sedangkan dalam arti terminologi ”pembuktian
” berarti usaha menunjukan benar atau salahnya si terdakwa dalam
sidang pengadialan.
Menurut Sobhi Mahmasomi membuktikan suatu perkara adalah
mengajukan alasan, dan memberikan dalil sampai kepada batas yang
menyakinkan apa yang menjadi ketetapan atau keputusan atas dasar
penelitian dan dalil itu.
R.Subekti dalam hukum pembuktian, mendefinisikan pembuktian adalah
menyakinkan hakim tentang kebenaran dalil-dalil atau dalil-dalil yang
dikemukakan dalam suatu persengketaan.
R.Supomo mendefinisikan pembuktian dibagi dalam 2 arti yaitu:
pembuktian dalam arti luas yaitu; membenarkan hubungan hukum.
Sedangkan pembuktian dalam arti sempit yaitu: pembuktian yang hanya
diperlukan manakala apa yang dikemukakan penggugat dibantah oleh
tergugat.
Secara sederhana pembuktian dapat didefinisikan sebagai tindakan
memberikan kepastian kepada hakim tentang adannya peristiwa .
b. Tujuan pembuktian
Tujuan pembuktian adalah untuk memperoleh kepastian bahwa
suatu pristiwa atau fakta yang diajukan itu benar-benar terjadi sehingga
mendapatkan putusan hakim yang benar dan adil, tujuan pembuktian
diatas yaitu; memperoleh suatua kejelasan dan kepastian suatu peristiwa.
c. Beban pembuktian
Beban untuk membuktikan kebeneran dakwaan atau gugatan dalam
hukum acara Islam, diletakkan diatas pundak pendakwa atau penguggat,
diantara kaidah kulli (umum), bukti itu adalah untuk menetapkan sesuatu
yang berlawanan dengan lahir, sedangkan sumpah dilakukan untuk
mempertahankan hukum asal (kenyataan). Rasulullah SAW menjelaskan
masalah pembebanan pembuktian yang populer dalam perspektif hukum
Islam adalah:
َالْبَيِّنَةُ عََلى اْلمُدَّعِىْ وَالْيَمِيْنُ عََلى اْلمُدَّعَىْ عََليْهِ
”Pembuktian dibebankan pada penggugat dan sumpah kepada tergugat”24
Pembuktian dibebankan pada penguggat (affirmanti incoumbil
probato), bahwa mendapatkan hukum yang sesuai petitum gugatannya,
seorang penguggat harus mengemukakan bukti-bukti yang membenarkan
dalil-dalil gugatannya.
Diterbitkan di: 08 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dalam pembuktian mengenai halnya keterangan saksi dalam KUHP, keterangan saksi itu bisa di anggap jikalau saksi tersebut di sumpah! bagaimanakah saksi menurut islam dalam memberikan keterangan? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.