Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Macam macam pidana islam

oleh: Rajasukses     Pengarang : krisna
ª
 
Hukuman atas Perbuatan Jinayah
Pada prinsipnya, hukuman adalah janji (􀎪􀏋􀏮􀏟􀎍) dan ancaman (􀎪􀏴􀏋􀏮􀏟􀎍) atas
setiap tindakan yang melanggar larangan Allah SWT. Adanya setiap hukuman
bertujuan untuk memelihara dan menciptakan kemaslahatan dan menjaga
manusia dari kerusakan. Hukuman ditetapkan harus berdasarkan alQur’an,
hadis
atau lembaga yang berwenang dalam menentukan hukuman takzir. 
Adapun macammacam
hukuman dalam fikih jinayah antara lain:
a. Ditinjau dari beratnya hukuman
Ditinjau dari aspek beratnya hukuman yang akan dijatuhkan kepada
pelaku jarimah dibagi menjadi tiga kelompok :
1) Hudud, yaitu kejahatan atau jarimah yang sanksi hukumannya
ditetapkan sendiri secara pasti oleh Allah dan atau Nabi Muhammad
SAW, yang termasuk dalam kelompok ini adalah pencurian,
perampokam, perzinaan, tuduhan zina tanpa bukti, minum minuman
keras, makar atau pemberontakan dan murtad.
2) Qisas dan Diyat, yaitu tindak kejahatan yang sanksi hukumannya
adalah balasan setimpal (qisas) dan denda darah (diyat), yang
termasuk dalam kelompok ini adalah pembunuhan, pelukaan, dan
penghilangan bagian anggota tubuh.
3) Takzir, yaitu kejahatan lain yang tidak diancam dengan hudud dan
tidak pula dengan qisasdiyat,
dalam hal ini ancamannya ditetapkan
oleh imam atau penguasa.
‘Abd alQadir
Awdah mengartikan jarimah hudud sebagai jarimah
yang dihukum dengan hukuman hudud, yaitu hukuman yang telah
ditentukan macam dan jumlahnya dan menjadi hak Allah, sehingga
hukuman tersebut tidak mempunyai batas terndah dan batas tertinggi.
Selanjutnya ia juga mengartikan jarimah qisasdiyat
sebagai
perbuatan jarimah yang dihukum dengan hukuman qisas dan dan
hukuman diyat, yaitu hukuman yang telah ditentukan batasnya, tetapi
menjadi hak perseorangan, maksudnya apabila koban memaafkan pelaku
jarimah maka hukuman tersebut menjadi hilang atau hapus.
Demikian juga ia mengartikan takzir, sebagai perbuatan jarimah
yang dihukum dengan takzir, yaitu memberikan pengajaran (􀏰􀋶􀎑􀋴􀎩􀋴􀏻􀎍),
sedangkan batasan hukumannya tidak ditentukan. Demikian pula tentang
macammacam
jarimahnya.
Dalam hal ini hakim atau pemerintah diberi
kebebasan atau kewenangan untuk menentukan hukumam hukuman yang
sesuai dengan jenis jarimah takzir serta dengan memperhatikan pelaku
jarimahnya.
Diterbitkan di: 06 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.