Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Unsur-Unsur Penganiayaan

oleh: Rajasukses     Pengarang : bambang
ª
 

Menurut Sayyid Sabiq, suatu perbuatan bisa dijatuhi hukuman apabila
unsur-unsur dalam jarimah{ telah terpenuhi, baik unsur yang bersifat umum
maupun yang bersifat khusus. Adapun unsur khusus dalam jarimah{
penganiayaan adalah:
a. Pelaku adalah orang yang berakal
b. Adanya niatan dalam penganiayaan tersebut
c. Status orang yang dilukai sederajat dengan orang yang
melukai.
Yang dimaksud berakal di sini adalah pelaku dalam keadaan normal
akalnya. Menurut Imam Sayafi’i seseorang yang sedang mabuk dan ia
melakukan tindak pidana, maka baginya hukuman qis{a>s{ dan diya>t tetap berlaku.
Sebab orang yang sedang mabuk sama hukumnya dengan orang yang sehat
akalnya. Sedangkan hukuman bagi pelaku yang pikirannya sering berubahubah,
jika saat melakukan tindak pidana pada saat dia gila maka ia terbebas
dari hukuman. Namun jika ia melakukan tindak pidana ketika dia sembuh,
maka ia terkena hukuman.
Unsur yang kedua adalah pelaku sudah mencapai usia baligh. Jika lakilaki
maka orang tersebut telah bermimpi basah atau jika prempuan telah haid,
atau sudah berusia maksimal delapan belas tahun dan minimal lima belas
tahun.
Seseorang disebut sengaja dalam melakukan tindak jarimah{, pelaku
sedang dalam keadaan marah dan memakai alat yang pada ghalibnya dapat
melukai, dan disertai dengan motif permusuhan maka bagi si pelaku dikenakan
hukuman qis{a>s{. Namun, jika pelaku melakukan perbuatan tersebut
menggunakan alat yang pada umumnya bisa melukai seperti dengan tangan
atau cemeti, tetapi tidak ada maksud merusak angota tubuh, maka jumhur
ulama sepakat pelaku tidak dikenakan hukuman qis{a>s{, tetapi dikenai diya>t yang
berat terhadap hartanya disebabkan perbuatan pelaku masuk kategori mirip
sengaja.
Unsur yang terakhir yaitu kesedarajatan antara pelaku dengan
korbanya, kesederajatan yang dimaksud di sini adalah dalam hal kehambaan
dan kekafiran. Jika seorang muslim melukai seorang kafir zimmi, maka ia tidak
dapat diqis{a>s{, malainkan membayar diya>t sebab darah seorang kafir zimmi
lebih rendah dari darah seorang Muslim
Diterbitkan di: 03 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Jelaskan Unsur-unsur dari Tindak pidana Penganiayaan? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    unsur-unsur penganiayaan menurut KUHP...???? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.