Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Pidana>Bentuk-BENTUK PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA

Bentuk-BENTUK PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA

oleh: achonk     Pengarang : hapka Kurniawan
ª
 
BENTUK-BENTUK PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA

1. Perlindungan yang bersifat yuridis meliputi :
a. Bidang hukum publik
b. Bidang hukum perdata
2. Perlindungan yang brsifat non yuridis
a. Bidang sosial
b. Bidang kesehatan
c, bidang pendidikan

Pengertian Perlindungan Anak menurut para sarjana :
1. Arif Gosita, perlindungan anak suatu usaha melindungi anak dapat melaksanakan hak dan kewajiban
2. Abdul Hakim Garuda Nusantara, masalah perlindungan hukum bagi anak merupakan satu sisi pendekatan untuk melindungi anak-anak Indonesia, tidak saja pendekatan yuridis, tapi perlu pendekatan lebih luas , ekonomi, sosial dan budaya
Perlindungan Anak dapat dirumuskan :
1. suatu perwujudan adanya keadilan dalam masyarakat, merupakan dasar utama perlindungan anak
2. suatu usaha bersama untuk melindungi anak untuk melaksanakan hak dan kewajibannya secara manusiawi dan positif
3. secara dimensional perlindungan anak beraspek mental
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perlindungan anak
1. Ruang lingkup perlindungan meliputi:
- perlindungan pokok antara lain, sandang,pangan , pemukinan, pendidikanm kesehatan dan hukm
- jasmaniah dan rohaniah
- keperluan primer dan sekunder
2. Jaminan pelaksanaan perlindungan
- hendaknya dituangkan dalam suatu peraturan yang tertulis baik dalam bentuk undang-undang atau perda, yang perumusannya sederhana teapi dapat dipertanggungjawabkan serta disebarluaskan secara merata dalam masyarakat
-pengaturan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi di Indonesia

HAK DAN KEWAJIBAN ORANG TUA MENURUT UU NO 1 TAHUN 1974
1. Orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya
2. anak wajib menghormati orang tua dan menaati kehendak mereka
3. anak wajib Orang tu wajib memelihara dan membantu orang tuanya manakla sudah tua
4. anak yang belum dewasa berada dibawah kekuasaan orang tua kecuali sudah melangsungkan perkawinan
5. orang tua mewakili anak dibawah umur dan belum pernah kawin mengenai segala perbutaan hukum
6, orang tua tidak boleh memindahkan hak /mengadaikan benda yang dimiliki anknya yang belum berumur 18 tahun

ATURAN PERDATA BAGI ANAK
• Hal-hal keperdataan Anak lain yang diatur antara lain adalah:
o Hak dan kewajiban anak, Orang tua, Pemerintah dan Masyarakat terhadap Anak;
o Pemberian Identitas anak dengan pencatatan kelahirannya;
o Pencabutan kekuasaan terhadap orang tua atau kuasa asuh yang lalai,
o Pengasuhan dan pengangkatan anak serta perwalian;
o Perlindungan Anak dalam beragama, kesehatan, pendidikan dan sosial Anak.

Sedangkan perlindungan anak dalam perkara pidana dikategorikan sebagai perlindungan khusus yang membutuhkan perlakuan khusus dalam penanganan perkaranya.

PENGANGKATAN ANAK
( ADOPSI) DALAM RANGKA PERLINDUNGAN ANAK
1. ADOPSI adalah suatu perbuatan pegambilan anak orang lain kedalam keluarga sendiri sedemikian rupa sehingga antara orang yang memungut anak dengan anak yang diangkat timbul suatu hukum kekeluargaan yang sama seperti yang ada antara orang tua dengan anak kandungnya sendiri
2 . Menurut UU No 23 Tahun 2002 ( UU Perlindungan Anak ) Pasal 1 ayat 9 anak angkat adalah anak yangahaknya dialihkan dari lingkungan kekeuasaan orang tua , wali yang sah atau oran lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut, kedalm lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan

PERLIDUNGAN ANAK DITINJAU DARI SUDUT PEMBINAAN GENERASI MUDA
Generasi muda adalah mereka yang berada pada masa remaja yaitu berada diantara masa kanak=kank dan dewasa Dalam hal seorang anak menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, ia berhak melapor kepada polisi, apabila si anak tidak dapat melapor, orang lain dalam rumah tangga si anak, bahkan orang lain yang mendengar, melihat atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melindungi si anak. Perlindungan Undang-Undang Kekerasan dalam Rumah Tangga yang diberikan kepada anak yang menjadi korban kekerasan dalam Rumah Tangga:
a. Perlindungan dari keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan advokat, lembaga sosial atau pihak lainnya maupun perlindungan yang didapatkan berdasar penetapan pengadilan
b. Pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan korban secara medis
c. Penanganan secara khusus berkaitan dengan kerahasiaan korban
d. Didampingi oleh pekerja sosial dan bantuan hokum pada setiap tingkat pemeriksaan
e. Pelayanan bimbingan rohani

Diterbitkan di: 31 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.