Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Perlindungan Hukum

oleh: rajauntung     Pengarang : nur wahyuni
ª
 
Pengertian perlindungan dalam ilmu hukum adalah suatu bentuk
pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat
keamanan untuk memberikan rasa aman, baik fisik maupun mental, kepada
korban dan sanksi dari ancaman, gangguan, teror, dan kekerasan dari pihak
manapun yang diberikan pada tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan,
dan atas pemeriksaan di sidang pengadilan.
Sedangkan pengertian ”Perlindungan” menurut Bahasa Arab sama
artinya dengan ”As}ama” seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-
Ma>idah ayat: 67.
Artinya: Allah memelihara kaum dari gangguan manusia (Al-Ma>idah: 67)
Tujuan Hukum Islam adalah untuk merealisasikan kemaslahatan
manusia dengan menjamin kebutuhan pokoknya (d}ar>uriyyah) yaitu ketentuan
manusia dengan memelihara kepentingan hidup manusia, dengan menjaga
dan memelihara kemaslahatan mereka, dan memenuhi kebutuhan skundernya
(Ha>jiyyah) yaitu ketentuan hukum yang memberi peluang untuk memperoleh
kemudahan dalam keadaan sukar, serta memenuhi kebutuhan pelengkapnya
(Tah}si>niyyah) yaitu ketentuan yang menuntut untuk menjalankan daru>riyyah
dengan cara yang baik.
Hal yang bersifat d}aru>riyah adalah suatu yang menjadi pokok
kebutuhan hidup manusia dan wajib untuk menegakkan kemaslahatan bagi
manusia itu, apabila tanpa adanya sesuatu d}aru>riyah maka akan terganggu
keharmonisan kehidupan manusia, dan tidak akan tegak kemaslahatankemaslahatan
mereka, serta terjadi kehancuran dan kerusakan bagi mereka.
Hal-hal yang bersifat primer (d}aru>riyah) bagi manusia berpangkal pada
memelihara lima perkara yaitu:
a. Al-Muha>faz}ah ‘ala ad-di>n (Memelihara Agama)
Nilai-nlai kemanusiaan yang dibawa oleh ajaran Agama, lebih
tinggi derajatnya dengan derajat hewan. Agama adalah salah satu ciri
khas manusia, dalam memeluk Agama manusia harus memperoleh rasa aman dan damai tanpa adanya intimidasi. Islam dengan segala peraturan
dan hukum-hukumnya melindungi kebebasan beragama dan larangan
adanya pemaksaan Agama yang satu dengan yang lain.9 Firman Allah
SWT dalam surat al-Ba>qarah ayat 256.
لا إِ ْ كرَاهَ فِي الدِّينِ َقدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ َفمَنْ يَ ْ كُفرْ بِالطَّا ُ غوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ َفَقدِ
( اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ اْلوُْثَقى لا انْفِصَامَ َلهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ( ٢٥٦
Artinya:
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam) sesungguhnya
telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang
sesat. Barang siapa ingkar pada Thaghut dan beriman kepada
Allah. Maka sungguh dia telah berpegang (teguh) pada tali yang
sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha
Mengetahui (Al-Ba>qarah 256).
Ayat diatas menjelaskan bahwa tidak ada paksaan dalam memeluk
Agama, karena Allah menghendaki agar setiap orang merasakan
kedamaian. Agama yang dinamai Islam, yakni damai. Kedamaian tidak
dapat diraih kalau jiwa tidak damai. Paksaan menyebabkan jiwa tidak
damai.
Untuk memelihara dan mempertahankan kehidupan berAgama
serta membentengi jiwa dengan nilai-nilai keAgamaan serta berbagai
macam ibadah disyari’atkan. Ibadah dimaksudkan untuk membersihkan jiwa dan menumbuhkan semangat beragama.
b. Al-Muhafazah ‘ala an-nafs (Memelihara Jiwa)
Memberikan jaminan hak atas setiap jiwa (nyawa) manusia untuk
tumbuh dan berkembang secara layak. Dalam hal ini Islam menuntut
adanya keadilan, pemenuhan kebutuhan dasar (hak atas penghidupan)
pekerjaan, hak kemerdekaan dan keselamatan, bebas dari penganiayaan
dan pembunuhan. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT
Surat al–An’a>m ayat 151.
ُق ْ ل تَعَاَلوْا َأتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّ ُ كمْ عََليْ ُ كمْ َألا تُشْرِكُوا بِهِ شَيًْئا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلا تَ ْ قتُُلوا
َأوْلادَ ُ كمْ مِنْ إِمْلاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا َ ظهَرَ مِنْهَا وَمَا بَ َ طنَ
( وَلا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ َذلِكُمْ وَصَّا ُ كمْ بِهِ َلعَلَّكُمْ تَعْقُِلو َ ن ( ١٥١
Artinya:
Katakanlah (Muhammad) ”Marilah aku bacakan apa yang
diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya
dengan apapun, berbuat baik kepada Ibu Bapak, jangan membunuh
anak-anakmu karena miskin. Kemiskinanlah yang memberi rizki
kepadamu dan kepada mereka, janganlah kamu mendekati
perbuatan keji baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi,
janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali
dengan alasan yang benar. Demikian Dia memerintahkan
kepadamu agar kamu mengerti” (al-An’a>m: 151). c. Al-Muha>faz}ah al-‘Aql (Memelihara Akal)
Adanya jaminan atas kebebasan berkreasi, kebebasan mimbar,
kebebasan mengeluarkan opini, melakukan penelitian dan berbagai
aktifitas ilmiah. Dalam hal ini Islam melarang terjadinya perusakan akal
dalam bentuk penyiksaan, penggunaan ekstasi, minuman keras dan lainlain
sebagaimana.15 Dijelaskan dalam surat Al-Ma>idah 90.
يَا َأيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا اْلخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْ َ طانِ
( َفاجْتَنِبُوهُ َلعَلَّكُمْ تُفْلِحُو َ ن ( ٩٠
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras,
berhudi (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan
anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan dosa,
maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung (Al-
Ma>idah: 90)
d. Al-Muha>faz}ah ‘ala al-ird}i (Memelihara Kehormatan)
Untuk memelihara kehormatan Islam mensyari’atkan hukuman
dera 100 kali bagi laki-laki dan perempuan yang zina hukumannya dera
80 kali bagi penuduh zina. Dalam firmannya dijelaskan dalam Surat
An-Nur 4:
وَالَّذِينَ يَرْمُو َ ن الْمُحْصَنَاتِ ُثمَّ َلمْ يَْأتُوا بَِأرْبَعَةِ شُهَدَاءَ َفاجْلِدُوهُمْ َثمَانِينَ جَلْدًَة وَلا
( تَ ْ قبَُلوا َلهُمْ شَهَادًَة َأبَدًا وَُأوَلئِكَ هُمُ الَْفاسُِقو َ
Artinya:”Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan
yang baik (berzina) dan tidak mendatangkan empat orang saksi maka
deralah mereka delapan puluh kali dan janganlah kami terima kesaksian
mereka untuk selama-lamanya, maka itulah orang-orang yang fasik (An-
Nur 4)”
e. Al-Muha>faz}ah ‘ala al-Mal (Memelihara Harta)
Dimaksudkan sebagai jaminan atas pemilikan harta benda, properti
dan lain-lain. Dan larangan adanya tindakan mengambil hak-hak dari
harta orang lain seperti mencuri, korupsi, monopoli, oligopoli,
monopsoni dan lain-lain. Dalam firman-Nya dijelaskan dalam Surat
Al-Maidah: 38)
وَالسَّارِقُ وَالسَّارَِقةُ َفاْق َ طعُوا َأيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا َ كسَبَا نَ َ كالا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
(٣٨)
Artinya:”Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri,
potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang
mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha
Bijaksana” (al-Ma>idah:38).
Jadi yang dimaksud dengan perlindungan hukum dalam Fiqih
Mura>fa’at adalahprosespengembalian hak-hak dengan mempertimbangkan
hak-hak korban dan pelaku dalam hak d}aru>riyyah, ha>jiyyah serta tah}si>niyyah
baik dalm hukum pidana maupun hukum prdata.
Diterbitkan di: 08 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    RINGKASAN TENTANG HUKUM PERLINDUNGAN Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perngertian perlindungan hukum menurut para ahli Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa tujuan dari perlindungan hukum itu sendiri Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.