Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian ta'zir

oleh: Rajasukses     Pengarang : muhammad nur
ª
 
Ta’zir adalah jarimah yang diancam dengan hukuman ta’zir. Secara
ringkas hukuman ta’zir adalah hukuman yang belum ditetapkan oleh syara’,
melainkan diserahkan kepada ulil amri, baik penentuannya maupun
pelaksanaannya. Dalam menentukan hukuman ta’zir, penguasa hanya
menetapkan hukuman secara global saja. Artinya pembuat undang-undang
tidak menetapkan hukuman untuk masing-masing jarimah ta’zir. Melainkan
hanya menetapkan sekumpulan hukuman, dari yang seringan-ringannya
sampai yang seberat-beratnya.
Proses penyidikan sebagai langkah untuk mencari bukti dalam perkara
tindak pidana, melalui teori secara materil selanjutnya dilaksanakan para
pejabat penegak hukum secara aplikatif dengan. Adapun lembaga-lembaga
peradilan dalam Islam merupakan alat penegak hukum berdasarkan tugas dan
kewenangan masing-masing.
Hukum pidana Islam telah menyediakan jaminan-jaminan bagi
tertuduh, baik pada tahap penyelidikan/ penyidikan maupun pada tahap
pemeriksaan di pengadilan. Pada tahap pertama, jaminan untuk kepentingan
tertuduh adalah sebagai berikut:
a. Penyelidikan atau penggeledahan terhadap orang atau tempat tinggal
tidak boleh dilaksanakan tanpa surat perintah oleh wali al-maz{a>lim dan
bukan dari orang lain.
b. Dikeluarkannya surat tersebut di atas tidak boleh hanya didasarkan pada
kecurigaan. Bukti-bukti yang cukup harus menopang surat perintah itu.
Evaluasi dari cukup atau tidaknya bukti-bukti terletak pada kekuasaan
dikresi dari wali al-maz{a>lim .
c. Bukti-bukti yang digunakan untuk menopang surat perintah
penyelidikan/ penggeledahan harus merupakan hasil dari tindakantindakan
yang sesuai hukum (lawful). Jika sebaliknya harus diabaikan.
d. Apabila seorang laki-laki bertugas untuk menggeledah seorang tersangka
wanita, dia tidak diizinkan dalam situasi bagaimanapun untuk menyentuh
bagian-bagian yang privat dari tubuh wanita itu.
Jaminan pada saat penahanan
a. Penahanan itu tidak boleh dilakukan tanpa surat perintah yang
dikeluarkan oleh wali al-maz{a>lim atau al-muh{tasib.
b. Pada saat kasus itu diserahkan kepada hakim, dia menjadi satu-satunya
orang yang bertanggung jawab untuk menentukan pantasnya penahanan
dan pelepasan.
c. Penahanan hanya boleh dilakukan untuk kejahatan-kejahatan tertentu
yang serius (seperti pembunuhan, penganiayaan, dan sebagainya).
d. Penehanan harus mempunyai jangka waktu. Beberapa ahli hukum
mengatakan bahwa periodenya adalah satu bulan dan yang lainnya.
berpendapat kurang dari itu. Ahli hukum yang lain bilang merupakan
diskresi hakim.
Jaminan pada saat interogasi, sebagai berikut:
a. interogasi harus dilakukan oleh pejabat-pejabat yang memiliki reputasi
khusus dan sifat tidak berpihak dengan tujuan untuk menjamin
dilakukannya dengan wajar dan adil. Pejabat tersebut adalah wali almaz{
a>lim dan al-muh{tasib.
b. Terhadap kejahatan h}udud dan qis{as}, petugas yang melakukan interogasi
tidak diizinkan untuk memaksa/ mewajibkan sumpah dari terdakwa,
ketika ia dihadapkan dengan bukti untuk melawannya. Memaksakan
sumpah, yang sangat tinggi nilainya bagi muslim, dapat mempengaruhi
terdakwa untuk mengatakan hal-hal yang bertentangan dengannya sendiri
dan tidak benar.
c. Terhadap kejahatan-kejahatan h}udud dan qis}as}, terdakwa diizinkan untuk
melawannya. Para fuqaha’ muslim berpendapat bahwa keslahan dalam
kejahatan-kejahatan tersebut harus dibuktikan melalui cara-cara
pembuktian yang ditentukan dalam syari’at Islam dan diamnya terdakwa
bukan salah satu dari cara pembuktian itu.
d. Terdakwa tidak boleh dijadikan korban dari perlakuan tidak manusiawi
dalam bentuk apapun (seperti penganiayaan, kekerasan, pemukulan,
ancaman, dan sebagainya).
e. Syariat Islam melindungi terdakwa dari kelemahannya, kekeliruannya,
dan kesembronoannya sendiri. Syari’at mengatur bahwa pernyataan dan
jawaban-jawaban yang diberikan terdakwa harus diulangi sebanyak
jumlah saksi yang dipersyaratkan oleh syariat. Jadi, terdakwa memiliki
kesempatan untuk menarik pengakuannya.
Diterbitkan di: 07 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ada gak sih penjara seumur hidup dalam islam ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.