Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Hukum Pemerintahan>Sumber Hukum Primer, Sekunder, dan Tertier

Sumber Hukum Primer, Sekunder, dan Tertier

oleh: RizqiLancar     Pengarang: Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie; S.H.
ª
 

Dalam penelitian hukum dikenal pula adanya
istilah sumber primer, sekunder, dan tertier. Pengertian
sumber di sini lebih konkrit sifatnya, yaitu sumber fisik
dari mana suatu norma hukum (norm) dikutip atau
diambil untuk diterapkan dalam menilai sesuatu fakta
(feit). Pengertian sumber dalam arti demikian pada
umumnya dianggap penting, baik dalam dunia teori
maupun praktik, untuk menjamin bahwa pengutipan
norma dilakukan dengan benar. Kualifikasi sumber
hukum itu menjadi penting untuk menentukan derajat
keterpercayaan atau tingkat kebenaran referensi atau
perujukannya. Oleh sebab itu, kategori sumbernya dibe-
dakan antara sumber primer yang mempunyai nilai
keterpercayaan paling tinggi, karena sifatnya yang lang-
sung dengan sumber sekunder melalui perantara. Demi-
kian pula dengan sumber yang tingkat keterpercaya-
annya paling rendah, yaitu sumber tertier dengan lebih
banyak perantara.

Misalnya, jika seseorang ingin mengutip susuatu
pasal undang-undang dalam tulisannya, maka ia dapat
(i) mengutip bunyi pasal tersebut dari buku atau tulisan
orang lain yang sudah lebih dulu mengulas atau mem-
bahas pasal undang-undang yang bersangkutan; (ii)
mengutip bunyi pasal itu dari berita koran atau majalah;
(iii) mengutip bunyi pasal itu dari buku undang-undang
terbitan penerbit swasta; (iv) mengutip bunyi pasal itu
dari kumpulan undang-undang yang diterbitkan oleh
lembaga negara atau instansi pemerintah yang bersang-
kutan dengan undang-undang itu; atau (v) mengutip
bunyi pasal undang-undang itu dari terbitan resmi Lem-
baran Negara Republik Indonesia. Dari kelima cara me-
ngutip tersebut, yang bersifat resmi dan dapat diper-
tanggungjawabkan secara ilmiah adalah yang terakhir,
yaitu pengutipan dari terbitan resmi Lembaran Negara
Republik Indonesia.
Diterbitkan di: 07 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sumber hukum primer dan sekunder Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa sumber hukum primer Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertiajn primer? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jenis sumber Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.