Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

oleh: RizqiLancar     Pengarang : Prof.jimli
ª
 
Di kalangan para ahli hukum, pada umumnya
dipahami bahwa hukum mempunyai tiga tujuan pokok,
yaitu (i) keadilan (justice), (ii) kepastian (certainty atau
zekerheid), dan (iii) kebergunaan (utility). Keadilan itu
sepadan dengan keseimbangan (balance, mizan) dan
kepatutan (equity), serta kewajaran (proportionality).
Sedangkan, kepastian hukum terkait dengan ketertiban
(order) dan ketenteraman. Sementara, kebergunaan
diharapkan dapat menjamin bahwa semua nilai-nilai
tersebut akan mewujudkan kedamaian hidup bersama.
Oleh karena konstitusi itu sendiri adalah hukum
yang dianggap paling tinggi tingkatannya, maka tujuan
konstitusi sebagai hukum tertinggi itu juga untuk men-
capai dan mewujudkan tujuan yang tertinggi. Tujuan
yang dianggap tertinggi itu adalah: (i) keadilan, (ii)
ketertiban, dan (iii) perwujudan nilai-nilai ideal seperti
kemerdekaan atau kebebasan dan kesejahteraan atau
kemakmuran bersama, sebagaimana dirumuskan sebagai
tujuan bernegara oleh para pendiri negara (the founding
fathers and mothers).
Misalnya, 4 (empat) tujuan bernegara Indonesia
adalah seperti yang termaktub dalam alinea IV Pembu-
kaan UUD 1945. Keempat tujuan itu adalah (i) melindu-
ngi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia, (ii) memajukan kesejahteraan umum, (iii)
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (iv) ikut melaksa-
nakan ketertiban dunia (berdasarkan kemerdekaan, per-
damaian abadi, dan keadilan sosial).
Sehubungan dengan itulah maka beberapa sarjana
merumuskan tujuan konstitusi itu seperti merumuskan
tujuan negara, yaitu negara konstitusional, atau negara
berkonstitusi. Menurut J. Barents, ada 3 (tiga) tujuan ne-
gara, yaitu (i) untuk memelihara ketertiban dan keten-
teraman, (ii) mempertahankan kekuasaan, dan (iii) mengurus hal2 yang berkaitan dg umum

Sedangkan, Maurice Hauriou me-
nyatakan bahwa tujuan konstitusi adalah untuk menjaga
keseimbangan antara (i) ketertiban (orde), (ii) kekuasaan
(gezag), dan (iii) kebebasan (vrijheid).211
Kebebasan individu warga negara harus dijamin,
tetapi kekuasaan negara juga harus berdiri tegak, sehing-
ga tercipta tertib bermasyarakat dan bernegara. Keter-
tiban itu sendiri terwujud apabila dipertahankan oleh ke-
kuasaan yang efektif dan kebebasan warga negara tetap
tidak terganggu. Sementara itu, G.S. Diponolo merumus-
kan tujuan konstitusi ke dalam lima kategori, yaitu (i)
kekuasaan, (ii) perdamaian, keamanan, dan ketertiban,
(iii) kemerdekaan, (iv) keadilan, serta (v) kesejahteraan
dan kebahagiaan

Diterbitkan di: 07 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.