Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Tilang itu apa?

oleh: harsowijaya     Pengarang : SATLANTAS POLRES INDRAMAYU
ª
 
TILANG itu apa?

TILANG adalah singkatan dari "Bukti Pelanggaran", yang artinya terhadap orang atau pengguna jalan yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas akan diberikan SURAT TILANG setelah dinyatakan terbukti melanggar Peraturan Lalu Lintas. Selama ini ada asumsi yang salah di masyarakat awam bahwa setiap pelanggar ditangkap di Jalan oleh Polisi (Polantas) berarti di TILANG, apalagi dikenakan atau diharuskan bayar uang yang besarnya relatif meskipun tanpa diberikan yang namanya Surat TILANG. Hal ini tidak dibenarkan dan sudah jelas merupakan tindakan ilegal dari oknum Polantas dan tidak bisa dibiarkan.

Yang dimaksud dengan TILANG yang benar adalah sebagai berikut :
- Surat TILANG semuanya ada 5 ( lima) rangkap :
Lembar 1 warna MERAH diperuntukan untuk pelanggar ( sidang di Pengadilan Negeri )
Lembar 2 warna BIRU diperuntukan untuk pelanggar ( bukti untuk bayar denda TILANG di Bank ).
Lembar 3 warna HIJAU untuk arsipdi Pengadilan Negeri.
Lembar 4 warna KUNING untuk arsip di Kepolisian.
Lembar 5 warna PUTIH untuk arsip di Kejaksaan Negeri

Sedangkan Prosedur TILANG adalah sebagai berikut :

Setelah Pelanggar dinyatakan bersalah karena melanggar Peraturan Lalu Lintas, kemudian oleh Petugas ( POLISI/POLANTAS) pelanggaran tersebut dicatat dalam Berita Acara Singkat yang namanya TILANG (BUKTI PELANGGARAN) yang semuanay rangkap 5 ( lima ), dengan mencantumkan Nama Pelanggar, umur, Pekerjaan, No.Pol dan jenis kendaraan yang dipakai, kalau ada Jenis dan No SIM Pelanggar.

Kemudian dicantumkan juga tempat/Jalan di mana Pelanggaran itu terjadi, Pasal yang dilanggar dan besarnya tuntutan denda Tilang Maksimal yang harus di bayar oleh Pelanggar, Surat yang menjadi Barang Bukti untuk pelanggaran dimaksud, Hari, Tanggal, Jam dan tempat Sidang (PN), terus pelanggar dimintakan untuk menanda tangan di Surat TILANG Tersebut, kemudian Nama, Pangkat, Nrp, Jabatan dan tanda tangan Petugas yg Menindak.

Apabila Pelanggar menghendaki untuk Datang sendiri ke Pengadilan untuk sidang maka kepadanya diberikan Surat TILANG warna Merah untuk menghadiri sidang di Pengadilan Negeri.

Untuk Pelanggar yang karena kesibukannya tidak mungkin bisa hadir di Pengadilan untuk sidang dimaksud diberikan Surat TILANG warna Biru, kemudian datang ke BRI membayar Denda Tilang seperti yg tercantum di Surat TILANG, kemudian datang kepada Petugas yang Menindak tadi dengan membawa resi Pembayaran Denda TILANG dari BRI, kemudian Barang Bukti yang disita bisa diambil lagi, dan berkas Tilang yang tadi diserahkan ke Bagian TILANG di Kantor Satlantas untuk dicatat di buku Besar Pelanggaran dan didistribusikan sesuai dengan peruntukannya tadi.

- Catatan :
Untuk Pelanggar yang tidak bisa memperlihatkan STNK maka diharuskan mengambil STNK nya dulu, apabila tidak bisa menunjuikan maka di lakukan Berita Acara Pemeriksaan oleh Satreskrim Polres setempat.

Pada saat mengambil barang bukti Kendaraan diwajibkan untuk melangkapi kendaraan yg menjadi Barang bukti tersebut sesuai dengan standar, memakai Helm standar, dan yg mengambil harus sudah memiliki SIM.

Semoga bermanfaat...
Diterbitkan di: 04 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.