Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Orang Indonesia Sangat di Hormati di Negara Kaledonia Baru (Kanaki)

Orang Indonesia Sangat di Hormati di Negara Kaledonia Baru (Kanaki)

oleh: Makslawu     Pengarang : Zulham Mubarak
ª
 
Orang Indonesia Sangat di Hormati di Negara Kaledonia Baru (Kanaki)


Noumea, adalah ibu kota Kaledonia Baru Negara jajahan Perancis di Samudera Pasifik bagian selatan.. Negara ini cukup asing di telingga bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Kaledonia Baru juga di namakan Kanaki, di ambil dari nama penduduk asli kepulauan itu. Perjalanan dari Jakarta ke Kaledonia Baru memakan waktu sekitar sembilan jam dan harus transit dulu di Australia, dengan biaya sekitar USD 2.250 (setara dengan sekitar Rp 22 juta). Namun, perjalanan bisa molor karena penerbangan ke sana sering terkendala dengan cuaca buruk. “Penduduk di sana sebagian besar di huni suku Jawa” kata Bu Sulastriningsih (duta besar RI untuk Kaledonia Baru), saat di wawancarai reporter Jawa pos (Zulham Mubarak). Dulu orang Jawa di Kaledonia Baru menjadi kuli kontrak. Perpindahan orang Jawa ke Kaledonia Baru juga sama dengan orang Jawa ke Suriname (Negara jajahan Belanda di Amerika Selatan). Namun, perpindahan orang Jawa ke Pasifik terhenti sejak 1949. Jumlah penduduk Kanaki (Kaledonia Baru) tercatat per 1 september 2006 mencapai 237.765 jiwa. Sulastriningsih mengatakan, “Bertugas di Kaledonia, membutuhkan kejelian dan faktor kesukuan yang kental. Sebab, di Negara kepulauan itu sering terjadi kerusuhan kecil yang di motori warga asli berkulit hitam. Itu di lakukan dengan tuntutan ingin merdeka dari jajahan Perancis”. Dalam beraksi, mereka kerap melakukan sweeping kepada siapa saja yang melintas. Tak jarang, staf kantor perwakilan Indonesia juga terjebak dalam sweeping. Namun, mereka lebih sering lolos tanpa kejadian apa pun setelah menunjukkan tanda pengenal Indonesia dan mengaku berasal dari Jawa. “Masyarakat Jawa di sana duduk di kalangan menengah ke atas. Berbeda dengan pendatang asing lain. Penduduk asli Kaledonia pun sangat menghormati keturunan Jawa” terang Bu Sulastriningsih duta besar RI. Belajar dari itu, Kementerian Luar Negeri kerap memprioritaskan staf yang keturunan Jawa untuk di tempatkan di Kaledonia Baru. Yang masih mengganjal bagi Sulastriningsih adalah sering tersendatnya akses komunikasi dari dan ke Kaledonia menuju Indonesia. Sampai sekarang, kata dia, akses untuk SMS ke Indonesia dan sebaliknya masih belum memungkinkan. Penggunaan handphone sebatas hanya untuk menelepon saja. “Ya kalau hendak kirim teks, dengan email atau faks. Tapi kalau mau direct, mungkin dengan telepon saja” ujar Sulastriningsih. Kendala keamanan bukan faktor utama karena Indonesia lebih di terima warga setempat. Namun, kini sangat sulit untuk merunut seseorang apakah keturunan Jawa atau bukan. Mereka kebanyakan sudah berkawin campur. Berbeda dengan warga keturunan India dan kulit hitam di sana yang terus menjaga tradisi. Bahasa Jawa masih tetap di gunakan sebagai bahasa sehari-hari, namun kalangan anak-anak mudanya sudah tak bisa berbahasa Jawa, dan hanya bisa berbahasa Perancis.

By : Makslawu
Naskah asli By : Zulham Mubarak

Diterbitkan di: 22 Februari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    keluarga besar ku sebagian ada disana... Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 2. christine

    mencari saudara

    Saya sedang mencari pakdhe saya yang masih di kaledonie,kan tetapi alamat yang saya punya sangatlah minim... dimana ya saya bisa lebih mencari tau alamat pakdhe saya tersebut...... atau mungkin ada web atau sejenisnya yang bisa membantu saya dalam pencarian ini... terima kasih..

    0 Nilai 09 September 2012
  2. 1. NN

    IKUT SENANG

    selamat untuk ibu duta besar ibu dra sulastri ningseh , saya sebagai warga negara indonesia ikut senang mendengar orang2 ind di akui di caledonia , tapi saya juga prihatin sama ibu sulatrsi ningseh ??????????????

    0 Nilai 18 Februari 2011
X

5 Teratas

.