Paket dan Door Prize Ramadhan Marhaban ya.. Ramadhan.!! Selamat datang bulan ramadhan.
Itulah kalimat yang sering kita dengar baik di media-media cetak maupun elektronik. Sudah sepatutnya sebagai umat Islam kita bergembira dengan datangnya bulan suci ramadhan, dan menurut Nabi hanya dengan bergembira saja atas kedatangannya sudah merupakan pahala, dan juga memang dalam bulan ini Allah menjanjikan paket-paket instant untuk menuju surga-Nya, juga terdapat kado-kado hadiah yang dipersiapkan-Nya. Paket-paket dan door prize itulah yang menjadi motivasi sebagian kaum muslim untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Selain paket dan door prize, masih pada bulan ramadhan juga dikenal istilah THR (Tunjangan Hari Raya), bingkisan dan parsel ramadhan yang tentunya dapat menambah motivasi di bulan ramadhan.
Salah satu Hadits Nabi yang paling populer ketika bulan suci ramadhan datang adalah "man Shâma Ramadhânan îmânan wa Ihtisâban, ghufira lahû mâ taqaddama min dzanbihi" yang artinya kurang lebih "barang siapa berpuasa di bulan ramadhan dilandasi dengan iman dan berhitung akan amalnya, maka dihapuslah semua dosanya yang terdahulu". Pada setiap khutbah, kultum hadits ini sering sekali kita dengar, hadits ini sangat banyak dihapal oleh kalangan muslim, tapi sangat sedikit yang mampu mengamalkan, karena hadits ini tampak sederhana akan tetapi ketika mampu mengamalkan akan memberikan manfaat yang luar biasa.
Jika melihat dari hadits tersebut untuk mendapatkan puasa yang berkualitas dan dapat diterima Allah SWT serta diampuni semua dosa-dosa yang telah dilakukan pada waktu lampau, ada dua syarat. Pertama, harus dilakukan dengan penuh keimanan, pada semua peribadatan kepada Allah syarat ketauhidan mutlak harus ada. Meng-Esa-kan Allah serta menjadikan-Nya sebagai satu-satunya alasan dalam melakukan ibadah. Syarat keimanan kepada Allah selanjutnya mutlak harus di sertai dengan hati yang ikhlas, yaitu ikhlas dalam menjalankan dan menghadapi segala godaan yang muncul dalam proses peribadatan tersebut. Kedua, Ihtisâban atau berhitung akan amal-amal yang telah dilakukan atau introspeksi diri, sangat sederhana akan tetapi mengandung maksud yang sangat dalam. Ibadah harus mampu memberi perubahan-perubahan baik secara individu maupun sosial, perubahan individu ini diakibatkan oleh adanya muhasabah bi nafsihi—introspeksi diri dan penghitungan-penghitungan amal perbuatan yang pada nantinya mampu melaksakan fungsinya sebagai kontrol diri sehingga terjadi pembenahan-pembenahan pada diri individu tersebut.
Dalam setiap jenis ibadah kepada Allah, selain mempunyai fungsi vertikal juga terdapat fungsi horisontal. Fungsi fertikal adalah urusan Allah dengan hambanya—hablun min Allah, yang kemudian disempurnakan dengan fungsi horisontal adalah urusan manusia secara sosial—hablun min annas. Pencapaian puasa ramadhan yang berkualitas adalah proses pendekatan diri kepada Allah, yang selanjutnya tentunya harus memberikan perubahan secara sosial yang lebih baik. Kemudian hal ini disempurnakan dengan adanya zakat fitrah yang merupakan salah satu manifestasi dari fungsi sosial tersebut.
Bulan ramadhan di sebut sebagai bulan yang suci, bulan penuh ampunan, bulan penuh berkah dan masih banyak istilah lainnya. Pada bulan ini dibuka pintu taubat, dibuka gerbang rahmat serta paket-paket remisi dari Allah dan marilah kita berlomba-lomba untuk mendapatkan paket-paket taubat dan door prize pahala tersebut, dan semoga kita termasuk orang yang memperolehnya. Amiin.