TERORISME di Indonesia
Belakangan ini Negara Indonesia menjadi tidak aman terhadap serangan serta ancaman teroris.
Lihat saja yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap 2 hotel besar dan mewah di Jakarta, yaitu Hotel Ritz-Carlton dan Hotel JW Marriott. Kedua hotel ini digempur habis-habisan oleh bom teroris yang banyak memakan korban jiwa. Otak perencanaan pengeboman di kedua hotal ini sepertinya dikepalai oleh Noordin M Top yang sampai saat ini masih menjadi buronan.
Selain itu juga terdapat beberapa berita baru, yaitu penggerebekan di Desa Beji, Temanggung, dan sebuah rumah di Bekasi oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Pertama, di Desa Beji, Densus 88 Antiteror berhasil menangkap 2 orang yang sampai sekarang masih diamankan serta berhasil melumpuhkan seorang lagi yang melakukan perlawanan hingga orang tersebut tewas. Orang yang tewas di Desa Beji tersebut adalah Ibrohim yang dulunya bekerja di Hotel Ritz-Carlton sebagai pengantar bunga dan yang nantinya akan menjadi pembom bunuh diri di kediaman Presiden Indonesia di Cikeas. Kedua, di sebuah rumah di Bekasi dua orang yang bernama AR Setiawan (28) dan Eko Peyang (21) tewas. Kedua orang ini termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang juga terlibat bom di Kedutaan Australia, Kuningan. Mereka ditembak oleh sekitar 12 anggota Densus yang telah mengepung rumah tersebut. kedua orang ini ditembak karena akan melempar bom pipa ke arah petugas. Kemudian kedua teroris yang tewas tersebut dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat jati.
Kemudian setelah melumpuhkan semua teroris yang terdapat di rumah di Bekasi ini, pihak kepolisian mulai menggeledah rumah tersebut dan menemukan sedikitnya ada lima bom yang ditemukan di rumah ini. Salah satu bom dipasang di sebuah mobil pick up yang akan digunakan sebagai bom mobil.
Para tersangka ini menyiapkan bom tersebut di dalam 3 unit mobil. Polisi menemukan sekitar 500 kilogram black powder dan bahan aktif peledak di dalam tiga ember plastik. Sementara satu bom pipa aktif yang siap diledakkan, akhirnya diledakkan oleh tim gegana sekitar pukul 05.45. Sebuah rangkaian bom mobil seberat 100 kilogram sudah disiapkan tanpa detonator sehingga yang menjadi detonatornya adalah orang yang nantinya mengendarai mobil tersebut. Mobil yang akan menjadi ‘tumbal’ diparkir di garasi rumah tersebut. Mobil Mitsubishi pick up itu selama satu bulan terakhir ditutupi oleh terpal. Sumber kepolosian mengatakan bahwa bom yang baru ditemukan itu memiliki kekuatan yang lebih mengerikan daripada Bom Bali.dan ternyata, bom mobil itu akan diledakkan di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor. Peledakan itu direncanakan akan dilaksanakan dalam 2 pekan berikut dari tanggal 1 Agustus 2009. Kapolri berkata bahwa Noordin datang ke Jatiasih pasca ledakan 17 Juli dengan Ibrohim dan mereka menemukan hal itu dalam testimoninya yang ditemukan malam sebelumnya, bahwa rumah tersebut adalah safe house. Di dalam rumah tersebut sedang dipersiapkan perlengkapan untuk bom bunuh diri dengan menggunakan kendaraan yang akan dilakukan setelah tanggal 17 Agustus 2009.
Tetapi untungnya semua rencana ini telah terbongkar akibat penangkapan seorang dari mereka yang pada malam sebelumnya, pukul 23.00, keluar dari lokasi perumahan tersebut menggunakan mobil Xenia merah. Kepolisian mendapatkan informasi dari situ dan melanjutkan penggerebekan kedalam rumah tersebut.
Semua rencana peledakan ini sungguh sangat mengerikan dan sangat diluar dugaan semua orang apabila sampai benar-benar terjadi karena korban yang meninggal akan semakin banyak dan hanya menambah luka negeri kita, Indonesia.