Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Alat bukti

oleh: imbis83     Pengarang : imbis83
ª
 
Bukti dalam pengertian sehari-hari adalah segala hal yang dipergunakan untuk meyakinkan pihak lain yang dapat dikatakan macamnya tidak terbatas asalkan bukti tersebut bisa meyakinkan pihak lain tetang pendapat, peristiwa, keadaan.
Tetapi Pengertian bukti menurut hukum adalah sudah ditentukan menurut UU, apa saja? Yuk kita simak dibawah ini:

Didalam ilmu hukum acara perdata, untuk membuktikan suatu dalih tentang hak dan kewajiban didalam sengketa pengadilan, macamnya telah ditentukan oleh UU yaitu:
1. alat bukti tertulis
2. alat bukti saksi
3. alat bukti persangkaaan
4. alat bukti pengakuan
5. alat bukti sumpah
Dalam hukum acara perdata penyebutan alat bukti tertulis (surat) merupakan alat bukti yang utama, karena surat justru dibuat untuk membuktikan suatu keadaan, atau kejadian yang telah terjadi atau perbuatan hukum yang harus dilakukan oleh seseorang nantinya.
(Pasal 164 HIR/Pasal 284 RBg/Pasal 1866 BW)

Hal ini berbeda dengan penyebutan alat-alat bukti dalam hukum acara pidana yang urut-urutan alat bukti itu sebagai berikut:
1. Keterangan saksi
2. Keterangan ahli
3. Surat
4. Petunjuk
5. Keterangan terdakwa.
Jadi keterangan saksi disini adalah alat bukti yang utama. Kenapa? Karena seseorang didalam melakukan kejahatan tentu akan berusaha menghilangkan jejaknya, sehingga dalam perkara pidana, pembuktian akan dititikberatkan pada keterangan saksi.
(KUHAP, Pasal 184 ayat 1)

Perluasan pengertian alat bukti yang sah dalan KUHAP sesuai dengan perkembangan teknologi telah diatur dalam pasal 26 A UU No.31 Tahun 1999 yaitu:
Alat bukti yang sah dalam bentuk petunjuk sebagaimana dimaksud dalam pasal 188 ayat 2 UU No.8 tahun 1981 tentang KUHAP, khususnya untuk tidak pidana korupsi juga dapat diperoleh dari:
a. alat bukti lain yang berupa informasi yang diucapkan, dikirim, diterima, atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa dengan itu; dan
b. dokumen, yakni setiap rekaman data atau informasi yang dilihat, dibaca, dan atau didengar, yang dapat dikeluarkan dengan atau tanpa bantuan suatu sarana, baik yang tertuang diatas kertas, benda fisik apapun selain kertas, maupun yang terekan secara elektronik yang berupa tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, huruf, tanda, angka atau perforasi yang memiliki makna.

Semua alat bukti tersebut tentunya untuk dipergunakan membuktikan peristiwa yang dikemukakan di muka sidang.

Diterbitkan di: 17 Agustus, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah bukti dalam hukum perdata dokumen yang diajukan ke pengadilan buka aslinya melainkan dokumen foto copy apakah bisa di terima oleh pengadilan selama ini pihak penggugat tidak bisa menunjukkan as Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa bisa berkan saya conto permohonan praperadilan polisi karena salah prosedur penagkapan dan penggeledahan rumah dan orang tanpa mekanisme yang tanpa surat tugas dan surat penangkapan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    APA ALAT BUKTI KESAKSIAN Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa beda bukti audit dengan bukti hukum? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mau bertanya apa bedanya alat bukti dengan barang bukti? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengakuan adalah alat bukti sempurna,apakah maksudnya ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    keNApa di dalAM HUKUM BAIK PERDATA MAUPUN PIDANA ADA UPAYA HUKUM?? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Adanya upaya hukum adalah untuk melindungi hak - hak para pihak yang berperkara. 12 Agustus 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.