Perjalanan yang dimulai dari Banda Aceh hingga
Kuala Simpang (Kabupaten
Aceh Tamiang), daerah perbatasan Provinsi Aceh dan
Sumatera Utara, tidak menemukan halangan yang berarti kecuali beberapa ruas jalan di sekitar Pegunungan Seulawah yang masih dalam tahapan pengerjaan dan penyelesaian perbaikan. Ketika perjalanan diarahkan menuju pedalaman, ada yang memberikan jawaban 4 jam, 6 jam dan 8 jam, waktu yang dibutuhkan ke Takengon Kabupaten Aceh Tengah. Jalur jalan menuju Takengon merupakan jalur yang sangat potensial bagi masyarakat pedalaman tersebut, untuk beraktivitas pertanina dan perkebunan. Kami berjalan selama 1 jam lebih di tengah hutan belantara antara Beutong dan Beutong Atas, hanya berpapasan dengan beberapa orang selama perjalanan.
Sektor perhubungan dan transportasi dikenal sebagai salah satu mata rantai jaringan distribusi barang dan penumpang telah berkembang sangat dinamis serta berperan di dalam menunjang pembangunan poltik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan. Keberhasilan sektor transportasi dapat dilihat dari kemampuannya dalam menunjang serta mendorong peningkatan ekonomi nasional, regional, dan lokal, stabilitas politik termasuk mewujudkan nilai-nilai sosial dan budaya yang diindikasikan melalui berbagai indikator transportasi antara lain: kapasitas, kualitas pelayanan, aksebilitas keterjangkauan, beban publik dan utilisasi/kegunaan.
Salah satu upaya yang harus diambil oleh Pemerintah Aceh untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan memperbaiki dan membuka ruas jalan baru yang bernilai ekonomis, baik antar kecamatan maupaun antar kabupaten. Selain membangun berbagai infrastruktur transportasi, pemerintah kiranya perlu untuk selalu mneyediakan transportasi yang murah dan terjangkau bagi masyarakat di daerah terpencil, misalnya dengan kebijakan-kebijakan untuk menururnkan harga BBM, memberikan subsidi, melakukan pengawasan ketat terhadap pengoperasian kebijakan-kebijakan tersebut untuk meminimalisir penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi penyelanggara transportasi. Hal terakhir yang peling penting dari pembangunan sarana/prasarana transportasi adalah pembangunan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang transportasi. Selain itu, diperlukan peran serta segenap pengguna transportasi untuk memelihara sarana dan prasarana transportasi, serta turut mematuhi berbagai peraturan keselamatan yang ada untuk mengurangi terjadinya kecelakaan.
Di masa mendatang, pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan Pemerintah Aceh adalah menjamin ketersediaan sarana dan prasarana transportasi antar dan inter kabupaten di Aceh. Hal ini dikarenakan disamping mengumandangkan kebijakan brilian tersebut, dinilai kebijakan strategis tersebut tidak cukup hanya dicetuskan dan dilaksanakan oleh Gubernur semata, namun harus juga direspon dan didukung oleh seluruh Kepala Dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Ada baiknya bila calon-calon Kepala Dinas Perhubungan di NAD yang akan mengikuti tes lapangan dan presentasi penyelesaian masalah, diminta untuk melakukan studi lapangan ke Aceh Bagian Tengah dan sekitarnya, untuk melakukan analisis dan memberikan alternatif kebijakan yang akan ditempuh Gubernur ke depan.