Bagaimana orang-orang membuat penghidupan di tanah
Jawa dan bagaimana mereka terafeksi oleh krismon, krisi
ekonomi pada tahun1998/1998
pada waktu yang baik dan waktu yang buruk di tanah
Jawa. Bremen dan Wiradi mempersembahkan pelajaran yang detil pada dua desa di sisi utara dari pantai Jawa, satu ("Subang Utara") mengenai setengah jalan antara Jakarta dan Cirebon, yang lainnya (Cirebon timur) sekitar 25 kilometer dari kota sebelumnya. Lahan kerja telah selesai pada sisi pedesaan sekitar 10 tahun yang lalu, mengizinkan perbandingan lintang.
Ada perbedaan antara dua pedesaan. Subang utara telah menjadi sistem lahan terbuka dimana siapapun dapat mengubahnya menjadi pekerjaan. dan banyak darinya perempuan muda yang telah pergi untuk bekerja sebagai pembantu di timur tengah. Cirebon timur, kebalikannya, adalah area yang didominasi oleh agro industry dan ladang gula, dimana pertanian telah termarginalisasi. Utamanya diversifikasi telah menjadi batu bata buatan.
Masing-masing pedesaan telah menjadi distribusi yang tidak seimbang dari tanah. Keduanya, banyak telah menjadi dependensi pada migrasi petani jarak jauh yang bekerja secara regular, kebanyakan kepentingannnya adalah membangun situs di Jakarta dan perkotaan industri sekitar Jabotabek. Bremen dan Wiradi menceritakan pekerjaan secara sirkulasi, bersamaan dengan pertanian lokal mikroekonomi, manufaktur, transportasi, retail, dan pelayanan.
Di pertengahan 1998, batu bata telah terjual sekitar 60 ribu rupiah per ribuah, tetapi dua tahun kemudian harganya telah meningkat mencapai 90 ribu sampai seratus ribu rupiah. Peningkatan ini merefleksikan sebuah proporsi yang meningkat pada ongkos produksi. Pada tahun 1998, sebuah tim dari pekerja yang telah dewasa telah dibayar sebanyak 10 ribu rupiah untuk setiap seribu batu bata yang mereka suply kepada klien. Pada pertengahan tahun 2000, hal ini telah meningkat mencapai 12 ribu sampai 14 ribu rupiah. Untuk menanak seribu batu bata dua puluh sampai duapuluh lima karung semen dibutuhkan, pada harga sekitar seribu rupiah per karung. Pekerja klien dibayar sekitar lima ribu rupiah per seribu karung pada tahun 1998, dan pembawa menerima dua ribu rupiah untuk setiap seribu batu bata yang mereka pindahkan dari kiln. Rata-rat ini, juga, telah meningkat dari 40% dua tahun mendatang.
Mereka membayar perhatian yang khusus untuk akibat yang berbeda dari krismon, dengan kemiskinan yang amat sangat tidak mampu mengakses pekerjaan alternatif dan yang lebih buruk mengakibatkan kehilangan subsidi pangan. Mereka membayar perhatian yang khusus untuk akibat yang berbeda dari krismon, dengan kemiskinan yang amat sangat tidak mampu mengakses pekerjaan alternatif dan yang lebih buruk mengakibatkan kehilangan subsidi pangan.
Breman dan Wiradi tetap "dekat dengan arus bawah", tetapi mereka telah mempunyai beberapa tujuan yang lebih luas. Mereka mengkritik argummen bahwa sektor pedesaan tidak akan terafeksi oleh krismon dan dapat dengan mudahnya mengabsobrsi apa yang mereka telah
kehilangan pekerjaan di perkotaan. Dan merea menemukan tidak ada bukti dari dukungan sosial yang mendukung jaringan untuk memberikan substansi untuk mengklaim tentang solidaritas komunal di tanah Jawa. Mereka juga menggapai limit perluasan kepada reformasi politik yang
telah mempengaruhi struktur kekuatan pada level pedesaan. Breman dan Wiradi tetap "dekat dengan arus bawah", tetapi mereka telah mempunyai beberapa tujuan yang lebih luas. Mereka mengkritik argummen bahwa sektor pedesaan tidak akan terafeksi oleh krismon dan dapat dengan mudahnya mengabsobrsi apa yang mereka telah
kehilangan pekerjaan di perkotaan. Dan merea menemukan tidak ada bukti dari dukungan sosial yang mendukung jaringan untuk memberikan substansi untuk mengklaim tentang solidaritas komunal di tanah Jawa. Mereka juga menggapai limit perluasan kepada reformasi politik yang
telah mempengaruhi struktur kekuatan pada level pedesaan.
Ada beberapa detail yang menarik pada waktu yang baik dan waktu yang buruk di tanah Jawa, tetapi mereka tidak terkoneksi dengan baik kepada argumen yang lebih luas. Hal ini akan menjadi sumber yang berguna untuk spesialis Jawa, tetapi tidak menjadi perintah yang lebih
luas untuk pendengar tertentu. Hal ini tidak semestinya meraih tanggung-jawab untuk prediksi optimistik yang melewati tentang ketahanan perekonomian tanah Jawa.