• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Eksploitasi Orang Miskin dalam Iklan TV

.

Eksploitasi Orang Miskin dalam Iklan TV

oleh : abduhradar    

Pengarang : Nurudin



  Iklan politik mulai banyak di TV. Sebut saja, iklannya partai Gerindra, dengan tokoh Prabowo.


Ada beberapa poin penting dalam iklan itu. Pertama, sang tokoh mengasosiasikan sebagai


satu-satunya orang yang bisa mengatasi kemiskinan yang melanda bangsa ini.
Kedua, mereka membangun citra baik melalui ekspos media. Masyarakat diharapkan melupakan


keburukan-keburukan yang dilakukan sang tokoh pada masa lalu.
Ketiga, iklan-iklan yang mengeksploitasi orang miskin itu melakukan ''kebohongan publik".


Mengapa? Sebab, orang miskin hanya dijadikan komoditas politik untuk meraih tujuan. Coba kita


perhatikan secara saksama, adakah iklan-iklan pilkada atau pilpres yang membela dan


memperjuangkan kaum miskin terlaksana? Apakah mereka yang sudah duduk dalam lembaga politik


masih ingat terhadap program mereka sebelum menjadi pejabat? Fenomena tersebut bisa juga


disimpulkan pada iklan-iklan politik di TV yang mengeksploitasi orang miskin.
Akibat selanjutnya, kebohongan seolah menjadi rutinitas media massa kita setiap menjelang


peristiwa politik. Itu juga diakibatkan iklan-iklan di media massa selama ini mengumbar


kebohongan secara transparan. Mayoritas iklan di televisi kita juga mengumbar kebohongan


tersebut.
Yang juga tidak kalah krusial, masyarakat kita memang masih menghendaki iklan-iklan yang


bernuansa kebohongan itu sebagai bukan kebohongan. Mereka menganggap iklan tersebut sebagai


informasi biasa atau bahkan informasi yang benar adanya. Tidak heran jika iklan yang


mengeksploitasi kemiskinan sekalipun dipercaya memang seperti itu adanya.
Iklan-iklan yang mengeksploitasi orang miskin makin marak karena orang miskin itu merupakan


potensi terbesar untuk mendulang suara pada Pemilu 2009. Bahkan, kita akan mendapati iklan-iklan


itu kian marak di masa datang, terutama menjelang Pemilu 2009. Sebab, yang menjadi problem


krusial masyarakat kita adalah kemiskinan. Harga kebutuhan pokok naik tajam dan yang akan


terkena dampaknya jelas masyarakat kecil, terutama di pedesaan, setting manusia dan tempat yang


tak jauh dari orang miskin dan warga desa.
Kenyataan itu jelas tidak bisa dibiarkan. Melarang iklan-iklan tersebut juga tidak mudah. Yang


perlu dilakukan ialah kampanye melek media (media literacy) kepada masyarakat. Pemerintah jelas


berkewajiban melaksanakannya.  Sayang, pemerintah tidak sadar tentang adanya banyak kebohongan


yang merugikan proses pendidikan di masyarakat yang ditanamkan televisi kita. Atau, pemerintah


sadar, tetapi tidak akan melakukan apa-apa.



Diterbitkan di: Agustus 12, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.