Dulu ia tampil dipangung fashion, memperagakan rancangan terbaru desainer dunia. Kini ia munculdi ‘panggung politik’ sebagai
first lady Prancis.
Nama Carla Bruni belakangan ini mengemuka kembali sejak tersiar kabar tentang romansanya dengan presiden Prancis, yang akhirnya disahkan dalam pernikahan pada tanggal 2 Februari lalu. Dengan mata ‘kucing’, tulang pipi tinggi, kulis porselen, perut rata, ia dikenal sebagai mantan supermodel seangkatan Naomi Cmpbell dan Kate Moss. Sudah sejak lama ia menjadi sorotan media bukan hanya karena kecantikan dan prestasi nyanyi yang ditekuninya selepas menjadi model,tapi juga karena kisah-kisah cintanya dengan sederet pria beken. Maka tak heran kalau berita tentang kehidupan asmaranya dengan orang nomor satu Prancis membuat paparazzi heboh memburunya. Wajah cantiknya pun kembali menghiasi sampul dan halaman-halaman majalah.
Apalagi, pasangannya kali ini adalah Nicolas Sarkozy, yang dikenal flamboyan hingga disebut Presiden ‘bling-bling’. Ia juga diberi julukan’Speedy Sarko’ karena tindakannya yang serba cepat. Sejak resmi bercerai dari istrinya Cecilia, yang telah dinikahinya selama 11 tahun pada Oktober lalu, namanya langsung dikaitkan dengan sederet wanita cantik di dunia. Kebanyakan berita ini dilebih-lebihkan, namun yang satu ini berbeda. Liburan Natal lalu duo Sarkozy-Bruni menghiasi media massa, sedang menonton parade Mickey Mouse di Euro-Disney.
Carla Bruni bukan Cinderella, gadis malang yang diangkat harkatnya karena dipersungting pangeran. Ia terlahir pada Desember 1967 sebagai putri dari salah satu keluarga pebisnis terkaya di Italia Utara, keluarga Bruni Tedeschis. Kakeknya pendiri Ceat, yang kemudian berkembang menjadi perusahaan mobil kedua terbesar di Italia setelah Pirelli. Ayahnya, Alberto, selain pebisnis, juga komponis lagu-lagu klasik, mengaku, semasa kecil ia sering ikut dalam acara nyanyi-bersama dengan teman-teman keluarga seperti Maria Callas dan Herbert von Karajan.
Pada tahun 70-an Alberto menjual perusahaan keluarga dan hengkang kePrancis untuk menghindari ancaman pembunuhan dan penculikan para politisi dan indusrialis dari pihak teroris. Saat itu Carla yang dilahirkan di Turin baru berusia 5 tahun. Ia dibesarkan di Prancis, kemudian disekolahkan di sekolah berasrama di Swiss. Ia kembali ke Prancis untuk mendalami seni dan arsitektur, namun meninggalkan kuliah pada usia 19 tahun untuk menjadi model.
Carla bergabung dalam City Model, lalu menjadi model untuk celana jins Guess?. Selanjutny ia bekerja untuk rumah-rumah mode terkenal seperti Christian Dior, ChristianLacoix, Karl Lagerfeld, John Galliano, Yves Saint Laurent, Chanel, Versace, dan meraup penghasilan 7,5 juta dolar setahun.
Sebagai mantan supermodel ia sudah terbiasa dengan kehidupan glamor. Kalau secara umum orang menganggap model sebagai pribadi yang sekedar cantik, tidak demikian halnya dengan Carla. Seperti kata direktur kreatif majalah Allure, Paul Cavaco mengenai posisi Carla sekarang, “Apakah Carla punya bekal untuk menghadiri santap malam kenegaraan? Mengapa tidak? Ia cerdas, pandai bicara, berwawasan luas, punya uang, memahami sastra dan seni. Ia juga wanita yang hangat. Kalaupun dia cantik, memang kenapa?”
Dalam suatu wawancara, Carla Bruni pernah mengungkapkan, dirinya tidak cocok dengan gambaran umum tentang supermodel. “Sambil dirias di belakang panggung, tak jarang aku membaca buku Dostoevsky yang kuselipkan di dalam majalah Vogue atau Elle. Bukannya aku mengaku lebih terpelajar dari supermodel lainnya. Hanya saja, aku punya rasa ingin tahu yang besar akan segala sesuatu.”
Pada tahun 1997 ia meninggalkan dunia mode dan beralih ke musik. Album pertamanya, Someone Told Me, diliris pada tahun 2000 dan sukses besar. Tiga tahun kemudian ia merekam Those Little Things. Album selanjutnya, No Promises, yang berisi puisi-puisi karanangan Yeats, Emily Dickinson, dan penyair-penyair lainnya, beredar pada awal 2007.
Dalam urusan asmara, namanya tidaklah ‘seharum’ itu. Semasa masih menjadi model ia menjalin hubungan dengan sederet pemusik beken seperti Eric Clapton, Mick Jagger. Hubungannya dengan Mick Jagger sampai membuat ia dicap sebagai biang kerok perceraian penyanyi ini dengan istrinya, Jerry Hall, yang saat itu baru melahirkan.
Yang cukup menghebohkan adalah sementara hidup bersama dengan penerbit Prancis Jean-Paul Enthoven, Carla jatuh cinta pada anaknya, dosen filsafat Raphael Enthosen yang sudah menikah dan 10 tahun lebih muda dari dirinya. Dari pria ini Carla melahirkan Aurelien pada tahun 2001. Kekasih-kekasih Carla yang lainnya termasuk aktor tenar Kevin Costner, multi-miliuner Donald Trump, dan mantan PM Prancis Laurent Fabius.
Carla juga dikenal karena ucapan-ucapannya yang ‘nyeleneh’. Ia pernah dikutip mengatakan, “Dari waktu-ke waktu aku menjalani kehidupan monogami, tapi sesungguhnya aku lebih suka poligami atau poliandri”; “Cinta bisa bertahan lama, tapi asmara menggebu ... paling-paling dua tiga-minggu!”
Kini Carla sudah menikah. Menjadi first lady pula. Apakah dengan posisinya saat ini, ia akan betah menjalani hidup monogami? Waktulah yang akan menjawabnya.