Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Upaya HUKUM PENYELESAIAN KREDIT MACET

Upaya HUKUM PENYELESAIAN KREDIT MACET

oleh: Sadane     Pengarang : darsyah akhmadi
ª
 

Pemberian kredit yang tertuang dalam suatu perjanjian tidak dapat dilepaskan dari prinsip kepercayaan, yang sering menjadi sumber malapetaka bagi kreditur sehubungan dengan kredit macet. Berbagai unsur seperti safety, soundness, without substantial risk – pun dalam perundang-undangan/peraturan perlu mendapatkan perhatian, karena dalam kenyataannya kurang memuaskan untuk menyelesaikan permasalahan kredit macet.

Penggolongan kualitas kredit menurut SK Direktur Bank Indonesia Nomor 30/267/KEP/DIR pada Pasal 4 terdiri atas Kredit Lancar (pass), Kredit Dalam Perhatian Khusus (special mention), Kredit Kurang Lancar (substandard), Kredit Diragukan (doubtful) dan Kredit Macet. Dan kriteria sebagai kredit macet apabila terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga yang telah melampaui 270 hari; atau kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru; atau dari segi hukum maupun kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai wajar. Pengecualian kriteria tersebut apabila kredit dinilai mengandung aspek pidana oleh instansi berwenang.

Penanganan kredit bermasalah sebelum diselesaikan secara yudisial dilakukan melalui penjadwalan (rescheduling), persyaratan (reconditioning), dan penataan kembali (restructuring). Penanganan dapat melalui salah satu cara ataupun gabungan dari ketiga cara tersebut. Setelah ditempuh dengan cara tersebut dan tetap tidak ada kemajuan penanganan, selanjutnya diselesaikan secara yudisial melalui jalur pengadilan, pengadilan Niaga, melalui PUPN, dan melalui Lembaga Paksa Badan.

Perlu diketahui bahwa Undang-Undang Perbankan tidak cukup akomodatif untuk mengatur masalah kredit macet. Hal ini terbukti dari: a) UU Perbankan No.7 Tahun 1992 tidak cukup banyak pasal yang mengatur tentang kredit macet; b) UU Perbankan No.7 Tahun 1992 tidak mengatur jalan keluar dan langkah yang ditempuh perbankan menghadapi kredit macet; c) UU Perbankan No.7 Tahun 1992 tidak menunjuk lembaga mana yang menangani kredit macet, dan sejauh mana keterlibatannya, dan 4) UU Perbankan No.7 Tahun 1992 tidak memberikan tempat yang cukup baik kepada komisaris bank sebagai badan pengawas. Untuk itu perlu dibentuk UU khusus tentang penanggulangan kredit macet baik dari segi hukum substantif, pengawasan preventif ataupun segi prosedural atau segi represif lainnya.

Diterbitkan di: 17 Mei, 2008   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana bisa terjadi prbedaan biaya antara pihak bank dan nasabanya.. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah bank atau koperasi dapat memberikan pinjaman ke seseorang apabila jaminaan atau boroh tersebut dalam tergadai. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Saya sedang benar-benar overmact.keridit macet sudah hampir 2 thn. bagaimana solusinya? Andi Bandung Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara selesai kan kridit macet mau tarik jaminan satu Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimanakah aspek hukum baginasabah gol macet,tp sdh menunjukkan itikat baik dg cr membyr sepertiga dr kredit mct tsb.namun di tolak pihak bank,padahal nasabah dalam keadaan benar2 overmach. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dan bisakah di katakan lancar apabila telat 1 bulan dan di angsur kembali ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    ya 28 September 2011
  1. Jawaban  :    "tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga yang telah melampaui 270 hari" ... jadi minimal dikategorikan dalam kredit macet adalah 9 bulan jika menggunakan kategori jangka waktu. 05 September 2011
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dalam jangka berapa lama baru bisa di kategorikan kredit macet? ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    lebih dari 270 hari 28 September 2011
  1. Jawaban  :    upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi kredit macet 14 Agustus 2011
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    adakah solusi lain untuk mengatasi kredit macet selain 3R? ( 3 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Tentunya semuanya beriktikad baik,dicari win-win solotion. Di kaji hal-2 apa yg menyebabkan debitur tidak mampu bayar pokok/bunga. Selanjutnya apakah usaha debitur masih dpt jalan sekiranya diberi suntikan dana. Kalau perlu ada pendampingan dari pihak kreditur. 29 Oktober 2011
  1. Jawaban  :    Tentunya semuanya beriktikad baik,dicari win-win solotion. Di kaji hal-2 apa yg menyebabkan debitur tidak mampu bayar pokok/bunga. Selanjutnya apakah usaha debitur masih dpt jalan sekiranya diberi suntikan dana. 29 Oktober 2011
  1. Jawaban  :    UU tidak mengaturnya dg tegas.Jalan keluar adalah Pailit atau dinego ulang dg tambahan plafond kredit bila debitur dianggap layak untuk modal kerja,biar bangkit kembali dg penjadualan ulang. 28 September 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 2. asril

    keadilan

    pihak sahabat ukm memberikan pijaman ke adik saya dengan jaminan posisi tergadai

    1 Nilai 31 Agustus 2012
  2. 1. Ibu Rohani

    Parah ya

    Saya pribadi pernah mengalami akibat dari keruwetan hukum ini dan mengakibatkan hidup saya dan keluarga menjadi berantakan gara2 ulah debt collector yang semena2. Untung waktu itu saya diselamatkan oleh Bapak Giras Prabowo (0274-9150728) dari LPKNI Jogja (matur nuwun pak Giras).

    1 Nilai 17 April 2011
X

.