Halaman Utama Shvoong > Hukum & Politik > The Domino Principles

.

The Domino Principles

Pengarang : Dejan Marjuk
Ringkasan oleh : dejan
Kunjungan: 11
kata: 900
Diterbitkan di: April 20, 2008

     Bagi penggemar berat film-film Hollywood bernuansa politik  era tahun 80’an, tentu masih ingat cerita yang dikemas dalam film The Domino Principles. Film suspense politik yang pemeran utamanya diperankan oleh aktor kawakan Gene Hackman tersebut, berkisah tentang centang perentang-nya realita dunia politik di Amerika serikat yang pada saat itu masih terlibat “perang dingin” dengan blok Uni Sovyet. Suasana ceritanya diarahkan terhadap betapa busuknya dunia politik tatkala berhadapan dengan kepentingan kekuasaan yang harus selalu dipertahankan. Meminjam kata-kata kaum revolusioner yang pernah dikumandangkan oleh Bung Karno bahwa revolusi itu selalu akan memakan anak-anaknya, mengisyaratkan bahwa pembabatan lawan politik melalui konspirasi yang direncanakan secara apik, merupakan hukum pasti untuk melanggengkan hegemony kekuasaan (powerful imperishable). Permainan politik yang paling jahat adalah tatkala konspirasi dilakukan melalui cara seperti dalam permainan kartu domino. Permainan dilakukan untuk membinasakan lawan yang terkuat dan memelintir lawan yang membelot. Seluruh lawan yang bermain di bawah pemegang kartu utama. Baik lawan utama mau pun kawan konspirasi,  akan digilas habis kekuatannya. Ujung-ujungnya, kekuasaan akan tetap dipegang oleh sebuah kekuatan yang selalu korup dan tiran.



 Ada beberapa cara yang dilakukan melalui sistem domino ini, yaitu :




  1. Menyebarkan kartu yang tanpa sepengetahuan lawan telah dibuatnya sendiri. Setelah kartu-kartunya ditandai secara khusus, diam-diam lalu disebarkan di wilayah lawan (double agent).



  2. Kemudian melalui forum publik resmi,  mengundang dan mengajak lawan untuk sepakat bermain fair. Tapi dibalik itu, penekanan secara mental secara diam-diam  dilakukan melalui para pengikutnya (black campaign).



  3. Saat permainan dilakukan, mulai mengukur sejauhmana kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya. Kalau ternyata kuat, ia akan membabat tanpa ampun lawan-lawan di bawahnya. Tapi, seandainya dia lemah, dia akan memilih lawan yang sekiranya dapat membantu menyelamatkan dirinya dari lawan terkuat yang diperhitungkan kelak akan mencelakakan dirinya.



  4. Ketika mulai tersingkir, dia akan memanfaatkan suasana chaos untuk memojokkan lawan yang menyerangnya dengan cara membikin serangan terror terhadap lawan yang membantunya, dengan harapan lawan yang membantunya dan publik akan menuduh si lawan kuat yang menyerangnya sebagai pelakunya.



  5. Saat lawan yang membantunya memenangkan permainan, dia akan bertindak aktif membantu untuk memenangkan permainan-permainan berikutnya.



  6. Setelah beberapa lama dia membantu lawan yang menjadi kawan tersebut, diam-diam dia akan melakukan korosi didalam program permainan kroni sementaranya tersebut. Setelah ternyata dimata publik, kroni tersebut gagal menjalankan permainan berikutnya, maka secara sistematis dia akan menggilasnya, sehingga di mata publik, seolah-olah dialah Sang Pemenang Sejati-nya.



     Cara tersebut, secara efektif telah dilakukan oleh tiran terbesar sepanjang jaman, Adolf “Fuhrer” Hitler. Dimulai dari partai  gurem yang dimasukinya, German Worker's Party (GWP) yang kemudi-an diubahnya sebagai suatu partai terkuat saat itu, Nationalist Socialist German Workers Party (NSDAP) atau lebih dikenal sebagai Nazi. Setelah memenangkan pemilu, sedikit-demi sedikit dia mengkorosi dari dalam partai yang mati-matian didukungnya itu. Setelah kondisi partai melemah, ia meng take over seluruh kekuatan partai. Semua kekuatan personilnya digilas habis. Dia muncul jadi harapan baru 

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.