KEMENANGAN Vs KELICIKAN : SUDAH BENAR-BENAR AMAN-KAH ? (Bagian III-Tamat)
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
10
kata:
600
Diterbitkan di: April 04, 2008
Tapi pesta belum selesai Bung. Kenyataan tersebut malah harus diwaspadai. Keberhasil-an meraih massa dalam kampanye biasanya malah akan mengundang rival bertindak la-in, bahkan tidak menutup kemungkinan Sang Rival akan menghalalkan segala cara untuk dapat menang. Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai :
Black Campaign berupa fitnah dan terror yang akan terus disebarkan.
Pengrusakan atribut-atribut media publikasi kampanye.
Money Politic yang akan terus dilakukan, terutama pada saat menjelang pemi-lihan, biasa disebut Serangan Fajar.
Penyusupan spionase ke tubuh partai dan Tim Sukses yang bertujuan memecah belah dan mengacaukan organisasi.
Penghilangan Data Pemilih. Para pemilih yang dianggap bersatus penduduk me-ngambang (floating mass) tidak akan dicatat dalam daftar pemilih yang kemung-kinan besar akan dimanipulir sebagai para pemilih mereka.
Penggandaan Para pemilih yang bisa berdomisili di banyak tempat dengan meng-gunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ASPAL (Asli tapi Palsu).
Penghitungan cepat (quick count) yang tidak terkontrol dan diumumkan pada wak tu-waktu yang tidak mungkin akan dilihat oleh orang banyak.
Perlengkapan yang dimanipulir. Biasanya dalam bentuk Penambahan Jumlah Se-gel Kotak Suara Hasil Pemilihan . Dimana kotak hasil pemilihan dengan gampang akan dapat dibongkar pasang dengan memasang kembali segel utuh yang masih ada.
Distribusi Kotak Suara ke tempat akhir penghitungan, biasanya di “mampirkan se jenak “ sebelum sampai ke tempat penghitungan akhir (Kecamatan).
Pengecekan Kembali Jumlah Hasil Pemilihan di tempat akhir penghitungan (Keca matan).
Untuk mengatasi berbagai kecurangan yang terjadi, perlu adanya kewaspadaan dan lang-kah-langkah cerdas yang harus diambil, diantaranya yaitu :
Recruitment tenaga sukarelawan militant pemantau pelaksanaan pemilu.
Recruitment tenaga sukarelawan militant pemelihara atribut kampanye.
Sterilisasi keanggotaan Tim Sukses.
Aktifkan intra dan ekstra intelejen organisasi Tim Sukses.
Menginventarisir kembali data penduduk pemilih.
Meminimalisir waktu pelaksanaan penghitungan cepat (quick count).
Mencek keakuratan jumlah atribut pemilihan. Terutama jumlah segel harus sesuai dengan yang dibutuhkan.
Mengawasi dan mengawal distribusi kotak suara hingga sampai ke tempat tujuan akhir.
Secara aktif melakukan pengecekan kembali jumlah suara di tempat penghitungan akhir (kecamatan).
Melaporkan cepat segala ketidak beresan yang ada di lapangan ke pihak yang ber-wenang.
Rapatkan barisan. Semoga menjadi pemenang yang bermartabat. (Dedi Djanur).
The End.