Negara
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
36
kata:
900
Diterbitkan di: Maret 29, 2008
Bedanya Negara lain dengan
Negara Indonesia. Jika di saya memasuki Negara lain, aka pemeriksaan
ketat akan di berlakukan terhadap saya. Saya akan menerima perlakuan
kelas dua, bukan karena saya pernah melakukan tindakan criminal namun
karena saya bukan warga Negara di situ. Maka setiap Negara berhak
untuk memastikan apa yang akan saya lakukan di Negara lain tersebut.
Mereka akan mengintrograsi saya, menanyakan setiap hal bahkan
memastikan kepulangan saya dari Negara tersebut.
Setelah saya di tempat
pemeriksaan paspor jika di situ terdapat antrean maka petugas selalu
mendahulukan warga Negara mereka terlebih dahulu, mereka akan
membiarkan warga Negara luar untuk menunggu dan memberikan pertanyaan
lebih banyak serta menggeledah lebih cermat. Di Indonesia entah
mengapa perlakuan ini tebalik, pemeriksaan paspor dan perlakuan yang
lebih baik akan di terima warga Negara asing yang dating ke
Indonesia, tak ada teriakan atau perintah untuk berbaris rapi bagi
warga Negara asing yang dating ke Indonesia. Pemeriksaan pun di
jalankan dengan menyenangkan bagi warga Negara asing.
Pemerintah mengatakan
bahwa mereka membutuhkan investor, dan kita adalah Negara yang
beradab. Jadi kita harus mendahulukan warga asing dan mencecar warga
kita sendiri? Apakah Negara yang beradab tidak memperdulikan warga
negaranya? Ini kah beradab?
Rombongan pekerja datang
dari luar negeri harus menempati barisan sendiri untuk pemeriksaan
paspor, untuk di geledah untuk di pastikan mereka tidak berbuat
salah! Padahal ini Negara mereka! Negara tempat lahir mereka
mencurigai bahwa rombongan pekerja ini adalah pelaku criminal??
Seandainya pun mereka melakukan tindakan kejahatan terencana yang
merugikan Negara lain, bukahkah sudah sepatutnya Negara kelahirannya
melindunginya!? Anda pikir Negara cina dan siangpura tidak
melindungi pelaku kejahatan dari Indonesia? Mengapa mereka
melindungi?? Karena mereka mencintai warganya!!
Jika pekerja Indonesia
mendapat masalah di luar negeri, misalnya tidak di bayar gajinya oleh
majikan mereka anda pernah berpikir apa jawaban 99% pihak konsulat
Indonesia di sana? “KAMU ITU DI INDONESIA TIDAK MAKAN! MENDING DI
SINI DI BERI MAKAN!” jika pekerja itu tidak tahan di siksa
majikannnya pengen tahu jawabannya? “KAMU ITU YANG SALAH! TIDAK
MUNGKIN MAJIKANMU MARAH TANPA SEBAB!” memang gak mungkin seseorang
marah tanpa sebab, namun tidak selalu penyebabnya adalah pekerja!!
Konsul Filipina akan bekerja sama dengan polisi setempat untuk
menagih hutang majikan warga Negara mereka yang tidak menggaji warga
Negara nya, sementara konsul Indonesia akan berusaha meyakinkan
pekerja untuk menagihnya sendiri, dan pihak konsul tidak ada
hubungannya dengan hal itu! “MASALAH KAMI SUDAH BANYAK!” “SALAH
KAMU KENAPA DULU KEMARI!” “KAMU ITU DARI DESA TAHU APA?”
Sebagai rakyat kita juga
jarang mendapatkan laporan tentang keadaan Negara kita, bagaimana
beban hutang kita.. apakah kita sudah mencicil.. semakin berkurang
atau bertambah.. bagaimana pemasukan Negara kita.. berapa pemasukan..
berapa pula yang habis di belanjakan.. semua yang mengetahui hal itu
hanya perwakilan rakyat di DPR yang hanya beberapa persen dari rakyat
Indonesia yang mengenali mereka dan berapa persen pula dari DPR yang
bersedia menemui rakyat?
Jika anda dekat dengan
pemerintah anda bisa mendadak kaya! Pengen tau caranyanya? Jika
pemerintah di sekeliling anda memiliki kebutuhan akan kendaraan
misalnya kapal laut, mereka tidak akan mungkin membeli.. mereka
biasanya menyewa dan anda bisa membeli dengan sistem cicil! Sewakan
ke pemerintah lalu sesuaikan cicilannya dengan hasil sewa perbulan.
Setelah lunas anda bisa memiliki kapal tersebut! Tanpa biaya sama
sekali! Atau anda bisa juga memiliki gedung dengan cara mengajukan
kredit ke bank yang berada di gedung tersebut untuk pembelian gedung
yang di sewa oleh bank itu, lalu sesuaikan cicilannya dengan
pembayaran sewa bank tersebut maka anda bisa memiliki sebuah gedung
dengan biaya dari bank yang menyewa tadi. Ini semua halal! Cuma hanya
untuk orang besar bukan rakyat! Mengapa pemerintah tidak melakukan
hal seperti diatas demi kekayaan rakyat? Karena pemerintah tidak akan
memperdulikan rakyat! Negara harus tetap miskin! Supaya rakyat tetap
bisa di bodohi!
PT. Jaya Karunia Shipping
memperoleh pinjaman sebesar US$ 24 juta atau sekitar Rp.
216.000.000.000 dari 3 Bank untuk biaya pembelian kapal pengangkut
batubara berkapasitas 60 ribu Ton. Kapal ini nantinya akan di
fungsikan mengangkut batubara kebutuhan PLN , sehingga nantinya PLN
secara tidak langsung akan membayar kredit kapal tersebut dan setelah
lunas pemilik kapal tadi bisa menjual kapalnya setelah kredit lunas.
Jadi secara tidak langsung rakyat pemakai listrik akan membayar
cicilan kapal tersebut, seandainya kapal tersebut milik pemerintah
bukan kah rakyat Indonesia bisa semakin kaya? Pemerintah tidak mau!
Hingga saat ini pemerintah
belum pernah melakukan pembangunan yang benar- benar membangun
seperti membuat bendungan, pusat listrik atau sesuatu yang besar
namun pemerintah telah berhasil menjual beberapa asset Negara milik
rakyat dengan harga murah dan entah di kemanakan duit hasil
penjualannya. Sama sekali belum ada , bahkan perawatan hal yang sudah
adapun banyak yang terbengkalai. Misalnya bendungan banyak yang
menjadi hancur.. mesin pembangkit listrik banyak yang rusak dan
pemerintah banyak mengucapkan tidak adanya dana perawatan. Lha
pemerintah yang dulu membangun aja punya duit kok sekarang perawatan
aja sulit banget.
Kapan lagi pemerintah kita
memihak kepada rakyat? Kapan lagi sebagai penduduk Indonesia kita
bisa dengan bangga memasuki Negara orang lain dengan di hormati
sebagai penduduk dari Negara yang besar? Kapan Negara kita bisa
menjadi maju jika pemimpinnya selalu mengganti kebijaksanaan dan
selalu berpikir hanya untuk 5 tahun saja.. masih berdaulatkah bangsa
kita ini? Masih bisakah kita di hormati sebagai rakyat? Sementara
pemimpin kita saja tidak memperdulikan kita..