Delta
Mahakam merupakan sebuah entitas ekosistem yang khas dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar serta tekanan sistem sosial ekonomi yang sangat intensif. Sebagai sebuah komunitas, Delta Mahakam dengan desa-desa yang ada memiliki cakupan konsentrasi tertentu sebagai area-focus
dan masalah pokok tertentu
di area tersebut sebagai problem-focus, yaitu hamparan yang memiliki karakteristik wilayah dan masalah tertentu.
Adanya pemahaman bahwa
kepentingan ekonomi jauh lebih dominan daripada kepentingan ekosistem dan belum menyatu dan sejalannya persepsi para pemangku kepentingan atas kawasan Delta Mahakam disadari juga semakin memperparah permasalahan kawasan Delta Mahakam.
Selain itu, budidaya
udang adalah suatu kegiatan yang sangat menguntungkan, namun sangat merusak bagi lingkungan, khususnya di wilayah Delta sungai yang rawan, setidaknya seperti yang telah terjadi di berbagai penjuru dunia.
Dampak yang dirasakan saat ini oleh masyarakat setempat yang juga para pekerja dan atau pemilik
tambak udang di sekitar Delta Mahakam adalah sulitnya memperoleh air bersih, karena pencemaran limbah tambak dan abrasi dan erosi yang serius
dari air laut. Siklus kebutuhan air bersih ini tidak saja mengganggu keberlanjutan produksi tambak udang namun juga untuk kehidupan masyarakat lokal sehari-hari. Sehingga prediksi kerugian jangka panjang adalah penurunan produk dan produktivitas (daya saing) dari hasil produksi tambak udang, tercemarnya lingkungan hidup dan tidak tersedianya secara pasti air bersih bagi kehidupan masyarakat lokal sehari-hari.
Selain itu, pembuangan air kotor dan akses terhadap air bersih dari Delta telah secara nyata turut menjadi faktor penyebab sejumlah konflik sosial, selain faktor konflik penggunaan tanah, penguasaan hak-hak atas tanah, pencemaran di Delta , merosotnya produktivitas ekologi dan perebutan pengaruh dan sumberdaya ekonomi yang mengancam sistem pendukung kehidupan (life support system).
Budidaya tambak udang di Delta Mahakam merupakan mata pencaharian utama bagi lebih dari 50.000 jiwa masyarakat lokal di 29 desa, dan saat ini budidaya tambak udang telah berkembang dari usaha keluarga secara tradisional menuju sebuah industri budidaya udang semi modern yang melibatkan partisipasi pihak swasta (investor) untuk mobilisasi permodalan, sumber daya alam, lahan produksi, sumber daya manusia dan tekonologi
Perkembangan budidaya tambak udang yang semakin maju ditunjang oleh faktor utama yaitu eksploitasi daya guna dan daya dukung lahan sebagai strategi untuk menambah kapasitas produksi, untuk dapat memenuhi kekuatan permintaan (Market Supply) dan perluasan pasar (Demand Market) dengan tujuan mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun strategi ini tidak diiringi pemahaman atau kurangnya perhatian terhadap keseimbangan ekologi seperti tidak terkendalinya pembabatan/pembukaan hutan lindung dan rusaknya mangrove yang berfungsi untuk penanggulangan erosi dan abrasi air laut.
Hakekat permasalahan di Delta mahakam adalah benturan kepentingan atas sumberdaya pada lokus yang sama (kepentingan nasional, daerah, pemodal lokal dan masyarakat).
Abstrak lain tentang PERAN PEMERINTAH DALAM PROGRAM PMD MAHAKAM