Lebih dari
itu, pilot-pilot Amerika dituntun ke target-target mereka oleh intelijen yang diberikan oleh para inspektur senjata PBB dan satelit-satelit mata-mata yang
telah memeriksa
Irak secara terus-menerus selama delapan tahun yang terakhir. Bagi para komandan yang mengepalai operasi kotor ini, sejarah akanlah mengadili mereka
dalam cara yang sama seperti para bajingan yang mengawasi pemusnahan para Indian di tahun-tahun 1870an dan 1880an. Sebanyak ini yang pasti: 50 tahun dari sekarang tidak ada orang yang bakal membuat film seperti Patton, The Longest Day atau Saving Pvt. Ryan tentang perbuatan-perbuatan mereka.
Jendral-jendral sekarang adalah bukan lain daripada birokrat-birokrat pembunuhan massa, yang naik ke tingkat atas hirarki Pentagon, memegang jabatan di atas memberikan perintah untuk pemusnahan orang-orang yang tak berdaya, kemudian pensiun ke posisi-posisi yang bergaji tinggi dalam dewan-dewan direksi perusahaan-perusahaan besar atau menjadi "konsultan-konsultan" untuk stasiun-stasiun TV dalam serangan udara AS yang berikutnya.
Selain dari yang ditimbulkan oleh pembukaan kamp-kamp kematian Nazi, gambaran-gambaran yang sangat tak dapat dilupakan adalah dari penghujanan bom atas populasi-populasi yang tidak mempunyai pertahanan oleh Luftwaffe Jerman-dari atas Warsaw, Rotterdam dan yang paling terkenal desa Basque Guernica. Kejahatan yang terakhir ini adalah yang di atas kanvas Picasso menjadi
sebuah ekspresi kemarahan terhadap ketidakmanusiaan fasisme yang terkenal.
Media massa hanya mengulangi propaganda Pentagon yang paling mentah, menggambarkan sebuah perang yang antiseptik, bebas risiko di mana ribuan bom dan misil bisa menggempur Irak dengan hanya beberapa dosin orang menjadi korban. Jumlah korban di negara yang terpukul keras dan kelaparan itu hanya dapat diperkirakan dengan ledakan yang menghancurkan kedutaan besar AS di Kenya. Jika sebuah bom sederhana yang beratnya kurang lebih sama dengan sebuah misil penjelajah AS dapat membunuh hampir 300 orang, apakah yang
akan menjadi hasil ribuan bom seperti itu menghantam Baghdad, sebuah metropolis seukuran Chicago?
Alasan yang sebenarnya adalah tidak ada fasilitas produksi senjata atau gudang-gudang senjata, dan angkatan bersenjata AS tidak akan membuang sia-sia bom dan misil-misil untuk menghancurkan fasilitas yang tidak nyata. Target-target yang sebenarnya adalah asset-asset militer biasa milik Irak-tentara, tank-tank, senjata-senjata anti serangan udara-dan infrastruktur industrinya. Apa yang digambarkan oleh Pentagon sebagai "kemampuan" untuk memproduksi senjata-senjata kimia dan biologi adalah pabrik-pabrik bir, susu, pestisida dan lainnya yang terlibat dalam pemrosesan makanan atau pembuatan bahan kimia, yang normal dalam masyarakat berindustri di mana saja. Saat di mana kebenaran tentang sifat perang AS dengan Irak muncul, gelombang reaksi akan dirasakan di Amerika Serikat.
Abstrak lain tentang Bab yang memalukan dalam sejarah Amerika