Istri mantan wakil perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan minggu lalu bahwa ia akan menantang Perdana Menteri Mahathir Mohamad dalam
pemilihan umum mendatang, yang akan berlangsung sebelum bulan April 2000.
Presiden PAS Fadzil Mohamad Noor memberitahukan pertemuan tersebut bahwa Azizah dapat "berdiri pada tiket yang manapun yang dikehendakinya"
dan PAS tidak akan mencalonkan diri melawannya
di daerah pemilihan itu. Komentar-komentar kepada media oleh mereka yang menghadiri pertemuan tersebut mencerminkan meluasnya pengasingan rakyat
dari pemerintahan Mahathir. Seorang wanita berkata: "Ini adalah daerah Mahathir. Kami tidak lagi mendukungnya karena perbuatan-perbuatannya. Menurut pendapat saya banyak orang yang juga mempunyai perasaan-perasaan yang mirip. Mereka menyadari bahwa apa yang diperbuat olehnya adalah salah." Seorang pria berumur 30an berkomentar: "Khalayak ramai di sini menginginkan keadilan. Hal ini bukan hanya sebuah pertunjukan simpati untuk Azizah." Pertemuan itu diikuti minggu lalu oleh sebuah demonstrasi 5.000 orang di daerah utara ibukota Kuala Lumpur. Demonstrasi itu
telah diadakan hanya beberapa jam setelah pengakuan oleh mantan kepala polisi Abdul Rahim Noor bahwa ia telah secara jasmaniah menganiaya Anwar di penjara bulan September lalu ketika Anwar untuk pertamakalinya ditangkap.
Ia telah secara berulang bertahan bahwa tuduhan-tuduhan itu adalah palsu dan bahwa ia telah menjadi korban dari sebuah persekongkolan politik tingkat tinggi yang melibatkan Mahathir dan sekutu-sekutu politik dekatnya. Anwar dan istrinya telah menjadi pusat perhatian sebuah koalisi longgar kelompok-kelompok dan
partai-partai oposisi. Pada tanggal 21 Februari, sekitar 2.000 politikus oposisi, akademis dan aktivis-aktivis hukum mengambil bagian dalam sebuah konferensi berjudul "Keadilan untuk semua" di Kuala Lumpur. Konferensi itu, yang dihadiri oleh wakil-wakil PAS dan juga Partai Aksi Demokrasi (DAP) yang merupakan partai orang etnis Cina, mengimbau para pemilih untuk mengakhiri kekuasaan Mahathir pada pemilihan umum mendatang.
Politik Malaysia secara menyeluruh telah didasarkan pada penggunaan perbedaan ras dan agama antara orang Malaysia mayoritas dan masyarakat etnis Cina dan India yang jumlahnya lebih kecil. Barisan Nasional, koalisi yang sekarang berkuasa, meliputi baik UMNO, Malaysian Chinese Association (MCA) yang konservatif dan Malaysian Indian Congress (MIC) juga partai-partai daerah yang lebih kecil dan yang berdasarkan ras. Sepanjang 40 tahun yang lalu, UMNO telah mendiktekan syarat-syarat koalisi kepada sekutu-sekutunya. Ketegangan-ketegangan tajam seringkali muncul ketika pemimpin-pemimpin UMNO telah menggunakan nasionalisme Malaysia untuk menambah dukungan mereka dalam daerah-daerah pemilihan mereka.
Dalam nama melindungi hak-hak dasar dan melawan korupsi, DAP berbicara untuk bagian-bagian dari golongan bisnis-terutama Cina-yang telah kehilangan peluang sebagai hasil dari hubungan yang erat antara UMNO, aparatur negara dan pengusaha-pengusaha orang pribumi Malaysia. Pengelompokkan-pengelompokkan yang melibatkan DAP dan PAS adalah persekutuan yang sementara yang tidak stabil. Pemimpin-pemimpin DAP telah menolak pendirian sebuah koalisi daerah pemilihan formal yang melibatkan PAS. "Kami hanya dapat mulai berbicara tentang penyusunan sebuah daerah pemilihan dan persekutuan yang melibatkan DAP dan PAS jika kami menyetujui sebagai sebuah dasar permulaan bahwa pertempuran untuk election mendatang bukan tentang sebuah negara Islam, tetapi bagaimana untuk mengembalikan keadilan, kebebasan, demokrasi dan pemerintahan yang baik," kata ketua umum DAP Lim Kit Siang baru-baru ini. Lebih dari itu, berbagai partai oposisi dan grup-grup telah mengangkat Anwar sebagai tokoh untuk gerakan "reformasi" tanpa kritikan.
Sementara kampanye untuk kursi-kursi berdasarkan ras di provinsi itu kemungkinan akan didominasi oleh masalah-masalah lokal, kepekaan dari pemerintah Mahathir kepada setiap oposisi digarisbawahi oleh keputusan untuk mencegah istri Anwar untuk berpidato di depan sebuah rapat di Sabah. Di pertengahan Februari, Azizah diperbolehkan untuk menghadiri sebuah rapat dari 3.000 orang diselenggarakan oleh Dewan Pemuda Islam Malaysia di luar ibukota Sabah dan bertemu dengan para hadirin, tetapi tidak diperbolehkan untuk berpidato.
Abstrak lain tentang Istri Anwar menantang perdana menteri Malaysia dalam pemilihan umum mendatang