Halaman Utama Shvoong > Hukum & Politik > Kemanakah pemerintahan Bush membawa rakyat Amerika?

.

Kemanakah pemerintahan Bush membawa rakyat Amerika?

Ringkasan oleh : NasrulAzwar
Kunjungan : 20  kata: 600   Diterbitkan di: Februari 28, 2008
Penjelasan yang lebih memungkinkan adalah mereka ingin memperkuat tuntutan yang telah diajukan tanpa henti bahwa Amerika adalah dalam sebuah keadaan perang, dan membiasakan penduduk AS pada tindakan-tindakan yang umumnya digunakan pada masa perang dan sebuah pemerintah yang menjalankan fungsi-fungsi utamanya di balik punggung masyarakat.
Rakyat Amerika haruslah mengharapkan tidak hanya satu pertempuran, tetapi sebuah kampanye yang panjang seperti yang kita tidak pernah jumpai sebelumnya.” Perang ini tidak akan menjadi sebuah perang yang pendek dan meyakinkan terhadap satu negara, seperti di Irak, tambahnya, atau sebuah perang udara tanpa korban AS, seperti di Yugoslavia.
Kita akan menggunakan semua kemampuan kita... dan semua senjata perang yang diperlukan.” Melatarkan sebuah alasan untuk menyerang setiap negara yang dianggap sebagai sebuah halangan untuk ambisi global dari Amerika Serikat sekarang atau di masa mendatang, Bush menyatakan, “Setiap negara di setiap daerah sekarang haruslah memutuskan: Apakah anda dengan kami, atau anda dengan teroris-teroris itu,” Semua negara yang menolak untuk mematuhi diktat-diktat Washington “akan dianggap oleh Amerika Serikat sebagai musuh.” Di inti senario yang diberikan oleh Bush ada sebuah keganjilan yang tidak dijelaskannya.
Campur tangan dalam daerah yang paling tidak stabil di dunia, di mana sejumlah negara-negara besar bersaing untuk mengkontrol sumber-sumber alam yang strategis dan pengaruh geo-politik di tengah ratusan juta orang yang kemiskinannya sulit dibayangkan, AS memulai aksi-aksi yang hasilnya dapat mengakibatkan sebuah malapetaka untuk seluruh dunia. Sangatlah bermanfaat untuk membandingkan cara-cara pemerintahan Bush dengan yang digunakan oleh Kennedy dalam krisis misil Cuba. Itu merupakan salah satu konfrontasi terbesar dalam masa Perang Dingin, yang mana pemerintah AS menghadapi, dari sisi pandangannya, sebuah ancaman militer yang jelas.
Perbandingan yang berdasarkan sejarah itu menunjukkan bahwa aksi-aksi pemerintah AS sekarang ini ditentukan lebih sedikit oleh ukuran ancamannya daripada oleh besarnya kesempatan yang mereka lihat untuk memutar sebuah bencana menjadi sebuah alasan untuk menjalankan sebuah agenda militer, politik dan ekonomi yang sangat meluas tetapi tidak diumumkan. Hal ini diperkuatkan oleh sebuah laporan koran New York Times pada sebuah perpecahan dalam pemerintahan Bush di antara mereka, yang dipimpin oleh Sekretaris Negara Colin Powell, yang ingin memulai dengan sedikit hati-hati karena takut untuk mengganggu kestabilan Timur Tengah dan bagian-bagian besar lainnya di dunia, dan mereka yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Pertahanan Paul Wolfowitz, yang memandang tragedi tanggal 11 September sebagai sebuah kesempatan sehidup sekali untuk menggulingkan rejim di Irak dan membangun pemerintahan-pemerintahan boneka.
Malah sebaliknya pemimpin golongan mayoritas Demokrat, Thomas Daschle, membuat sebuah penampilan bersama dengan pemimpin Golongan Minoritas Trent Lott, dimana yang tersebut menyimpulkan politik-politik negara Amerika dengan pernyataan, “Tidak ada partai oposisi.” Badan-badan media, yang secara menyeluruh menyanjung pidato Bush, telah berdiam pada kontradiksi antara retorik demokratis yang memenuhi gedung Capitol dan pengadaan secara de fakto sebuah negara dengan satu partai. Para ahli media tidak juga menunjukkan bahwa penjelasan Bush tentang kebencian teroris-teroris terhadap AS-“Mereka membenci apa yang mereka lihat di dalam ruangan ini: sebuah pemerintah yang dipilih secara demokratis”-telah diucapkan oleh seseorang yang telah dilantik ke dalam Gedung Putih dengan cara-cara yang anti-demokratis dan tidak sah.
Mencerminkan kepentingan-kepentingan golongan atas, yang berkehidupan elit dan berjumlah sangat kecil, yang diwakilinya, Bush telah memerintahkan penyediaan jaminan untuk perusahaan-perusahaan penerbangan dengan uang pembayar pajak, tetapi tidak menyediakan apa-apa untuk jutaan pekerja, pemilik perusahaan-perusahaan kecil dan purnakaryawan-purnakaryawan yang mata pencahariannya telah terancam oleh keruntuhan pasar bursa, melemahnya daya beli rakyat dan pemberhentian massa yang mengikuti bencana tanggal 11 September.
Sekarang golongan elit yang sama menggunakan peristiwa-peristiwa tragis di New York dan Washington untuk menyeret rakyat-tanpa pedebatan atau diskusi dan dalam sebuah lingkungan yang penuh histeria dan intimidasi politik-ke dalam sebuah “perang yang tidak seperti lainnya” yang hanya dapat menghasilkan bencana-bencana dan tragedi-tragedi baru, baik di luar negeri maupun dalam negeri.


Abstrak lain tentang Kemanakah pemerintahan Bush membawa rakyat Amerika?
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------