• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Psikologi Memaafkan

oleh : NasrulAzwar     

Pengarang : Felix Lengkong
 Mekanisme psikis apa yang berlangsung dalam diri orang yang memaafkan? Mengapa memaafkan? Agar dapat memahami makna
memaafkan, kita perlu merenungkan situasi hidup tanpa permaafan. Hidup tanpa permaafan melanggengkan derita psikis yang berawal dari sikap permusuhan dan keinginan mengalahkan. Biasanya sikap dan keinginan ini (tanpa disadari) berlatar belakang amarah, suatu emosi yang menghabiskan energi mental dan melanggengkan stres. Dendam, tulis John Monbourquette (2000) dalam How to Forgive, merupakan keadilan instinktual yang mencuat dari alam bawah sadar. Derita menghendaki derita atas nama keadilan instinktual. Akibatnya, kita terikat rantai derita, berbalut kekerasan yang tiada putus. Rantai derita mesti diputus oleh sikap memaafkan. Permaafan menyesatkan Madame Swetchine (penulis Rusia, 1782-1857) mengingatkan, ”Sangat jarang kita memaafkan dan sangat sering kita melupakan.” Ya, kita sering menyalahmaknakan memaafkan dengan melupakan. Kita bersadar diri dan menemukan berbagai kelemahan sendiri seperti rasa malu, kecenderungan agresif, keinginan berbalas dendam, rasa tertelantar, dan keinginan untuk melupakan begitu saja. Sungguh menyakitkan karena pemeriksaan batin menyadarkan kita bahwa ternyata kita tidak jauh berbeda dari orang yang bersalah pada kita. Kata Jacques-Marie Pohier dalam John Monbourquette (2000): ”Karena itu memaafkan itu sulit karena kita takut akan risikonya.” Langkah-langkah memaafkan Dalam Putting Forgiveness into Practice, Doris Donneley (1982) menjabarkan langkah-langkah memaafkan sebagai berikut: mengenali luka batin kita, memutuskan untuk memaafkan, menyadari kesulitan dalam memberi maaf, dan menyadari dampak negatif dari ketiadaan permaafan. Sementara David Norris (1984) dalam Forgiving from the Heart mengusulkan lima langkah: memperteguh niat memaafkan, secara akurat memeriksa kembali pelanggaran (kesalahan) orang yang akan dimaafkan, memaknakan kembali luka batin akibat kesalahan, membina kembali relasi yang terputus, dan mengintegrasikan kembali berbagai retak psikis yang dialami akibat luka batin.
Diterbitkan di: Februari 15, 2008

Komentar

Showing 2 out of 2   Tambahkan komentar Anda
  1. 0 Tinjauan 03 Desember 2008
    1

    BASARIA

    psikologi memaafkan

    tolong dibuatkan kajian yang lebih mendalam

  2. 0 Tinjauan 13 April 2009
    2

    chopard

    psikologi

    Hal ini lah yang menjadi bahan kita untuk introspeksi diri kita karena dengan hal ini lah kita mengetahui bahwa kita berbeda dengan makhluk lain di dunia ini, memaafkan adalah hal yang mulia yang diajarkan nabi kita Muhammad SAW, karena memaafkan dapat menenang hati dan melapangkan rejeki, dan menyehatkan jiwa kita.

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Tambahkan komentar Anda

Bookmark & share this post

.