Selamat kepada Indonesia yang menjadi tuan rumah Konferensi PBB
Antikorupsi yang berlangsung pekan ini
di Bali. Kepemimpinan Indonesia—secara internasional maupun nasional—dalam
reformasi antikorupsi merupakan indikasi kuat untuk
kemajuan di masa datang. Presiden Yudhoyono menekankan tata kelola pemerintahan yang baik sebagai prioritas utama. Pemerintah Indonesia juga telah mengalami kemajuan dalam memerangi korupsi
dan AS mendukung sepenuhnya upaya-upaya yang dilakukan Indonesia. ”Korupsi membunuh bangsa”. Slogan yang dicanangkan KPK merangkum dengan sempurna: korupsi adalah kekuatan yang merusak, yang menghantam inti demokrasi di Indonesia.
Persepsi yang berkembang, nyata atau imajiner, korupsi di Indonesia telah menghambat investasi asing dan dalam negeri, yang akhirnya memupus peluang kerja di Indonesia. Korupsi tak akan dapat teratasi dalam hitungan hari atau minggu, namun perlu komitmen bertahun-tahun dari para pemimpin dan masyarakat. Reformasi institusional jangka panjang adalah proses yang kompleks. Meski demikian, kemajuan terukur yang ditunjukkan berbagai institusi yang mengupayakan reformasi antikorupsi bisa mendapat berbagai keuntungan nyata.
Jaksa Agung memiliki pengalaman luas dalam menindak pelaku kejahatan, dan Kejaksaan Agung memainkan
peran penting dalam menyelidiki berbagai tuduhan korupsi serta mengembalikan aset-aset yang dicuri. Berkat Surat Keputusan (SK) tahun 2007 tentang Transparansi, kini masyarakat memiliki akses terhadap berbagai keputusan yang diambil Mahkamah Agung. Departemen Keuangan membangun institusi yang akan memperbaiki proses pajak dan kepabeanan serta mengurangi peluang terjadinya korupsi.
Dan parlemen menyusun undang-undang yang akan memberi arah politik dan kewenangan institusional bagi upaya antikorupsi. Peran media Namun, memerangi korupsi bukan hanya menjadi pekerjaan pemerintah. Banyak hal mengagumkan yang dilakukan organisasi masyarakat sipil yang berupaya menggalakkan reformasi antikorupsi. Media bahkan memegang peran pengawasan yang lebih besar dalam mengidentifikasi dan mengangkat kasus korupsi.Saya salut dengan upaya Pemerintah Indonesia mendorong penyelenggaraan tata kelola pemerintahan dan masyarakat sipil yang baik, serta peran media yang selalu menuntut akuntabilitas dan kemajuan dalam pemberantasan korupsi. Indonesia sedang menorehkan bab baru dalam sejarahnya. AS akan selalu mendukung mitra di Indonesia dalam usaha menjalankan prioritas nasional ini. Tahun 2008 memberi peluang untuk bekerja sama mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan dan aturan hukum yang baik.
Abstrak lain tentang Melembagakan Reformasi Antikorupsi