Halaman Utama Shvoong > Hukum & Politik > Soeharto Minta Dimakamkan Sebelum Dzuhur

.

Soeharto Minta Dimakamkan Sebelum Dzuhur

Summary rating: 1 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Kompas
Ringkasan oleh : NasrulAzwar
Kunjungan : 16  kata: 300   Diterbitkan di: Februari 15, 2008
Mantan Presiden Soeharto sebelum meninggal dunia, Minggu (27/1), meninggalkan wasiat kepada keluarga agar dimakamkan di sisi almarhumah Ny Tien Soeharto di kompleks pemakaman keluarga Astana Giribangun, Solo, Jawa Tengah, sebelum dzuhur, sekitar pukul 12.00.Jenazah selanjutnya akan diterima oleh Ketua DPR Agung Laksono dan akan dilepas menuju Base Ops Pangkalan TNI-AU Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur. Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa menambahkan, Ketua DPR Agung Laksono, akan menjadi inspektur upacara dalam pelepasan jenasah di Cendana. Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi inspektur upacara saat pemakaman di Astana Giribangun. Dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, jenasah akan diterbangkan ke Solo, untuk kemudian dibawa dengan jalan darat ke Astana Giribangun, Karangayar, Jawa Tengah.
Dijadwalkan, Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla beserta pejabat negara dan tamu-tamu asing yang merupakan perwakilan sejumlah negara sahabat akan menyambut kedatangan jenazah Soeharto di Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, untuk bersama-sama menuju Astana Giribangun. Menurut Kepala Dinas Operasional Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusumah, Kol (Pnb) Umar Sugeng, pihak TNI AU telah menyiapkan enam pesawat Hercules jenis C-130, dua unit pesawat Fokker jenis F27-400M dan satu unit pesawat jenis F28-1000/3000 terkait pemberangkatan jenazah Suharto beserta keluarga dan rombongan penjabat ke Solo.


Abstrak lain tentang Soeharto Minta Dimakamkan Sebelum Dzuhur
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------