Halaman Utama Shvoong > Hukum & Politik > Soeharto Inc. (part 5)

.

Soeharto Inc. (part 5)

Ringkasan oleh : HooNanz
Kunjungan : 55  kata: 900   Diterbitkan di: Februari 05, 2008
(5) Terlalu Banyak Hal yang BagusKEPENTINGAN
anak-anak Suharto menjadi semakin membesar sehingga mereka mulai
bentrok satu sama lain. Bambang dan Tutut bersaing dalam mendirikan
stasion televisi mereka masing-masing. Tommy bersaing dengan Sigit
dalam penerbangan, serta dengan Bambang dalam produksi mobil dan
perkapalan.Di tahun 1990 pemerintah mengadakan lelang bagi
kontrak pengadaan peralatan pemindah 350.000 sambungan telpon.
Perusahaan NEC Jepang bergabung dengan sebuah perusahaan milik Bambang.
Pesaingnya perusahaan AT&T, memberi Tutut 25% saham dalam
perusahaan lokal mereka bernama PT Lucent Technologies Indonesia.Pada
akhirnya proyek tersebut dibagi 50-50 diantara AT&T-Tutut dengan
NEC-Bambang. di tahun 1996, Tutut berselisih dengan Sigit guna
mendapatkan hak pengembangan tambang emas terbesar Busang di Kalimantan
Timur. Partner Tutut, perusahaan Barrick-Gold dariKanada,
berlawanan dengan partner Sigit, Bre-X Minerals. Kali ini, dua-duanya
mendapat hasil nihil. Busang ternyata hanyalah cerita bohong-bohongan
terbesar dalam sejarah pertambangan.Persaingan menjadi semakin
keras ketika anak-cucu Suharto mulai mencari berbagai monopoli di
bisnis pinggiran. Bambang mendapat kontrak untuk mengimpor kertas
khusus untuk mencetak uang. Tutut mengambil-alih usaha pemrosesan SIM
(Surat Ijin Mengemudi). Perusahaan istri Sigit, Elsye, menjadi produsen
tunggal dalam pembuatan KTP.Di tahun 1996, cucu Suharto, Ari
Sigit, merencanakan skema penjualan stiker pajak minuman bir dan
alcohol sebesar $ 0,25 per-botol di Indonesia (bisnis ini akhirnya
hancur karena para produsen menstop pengapalan bir ke Bali sebagai
protes). Sembilan bulan sebelum Suharto turun, Ari berusaha untuk
mengadakan proyek "sepatu nasional", di mana semua anak Indonesia
diharuskan untuk membeli sepatu sekolah dari perusahaan miliknya."Pada
akhirnya", kata seorang pengacara Amerika yang telah 20 tahun bekerja
di Indonesia, "satu hal yang paling transparan di Indonesia adalah
korupsi".Ketika rejim Soeharto jatuh, anak-anaknya
mempergunakan pengaruh yang mereka miliki untuk dapat melepaskan diri
dari belitan hutang dan bisnis yang hancur. Pada bulan April 1994,
Tommy beserta dua rekan bisnisnya dan Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD)
-- organisasi petani yang dijalankan oleh pemerintah -- meresmikan
sepermarket Goro.Berdasarkan catatan Bank Bumi Daya, untuk
kepentingan ini mereka memperoleh pinjaman sebesar $ 100 juta, dimana
angsuran untuk pinjaman ini tidak pernah dibayar. Pada tanggal 4 Mei
1998, Tommy kemudian menjual dengan harga kontan seluruh saham atas
supermarket ini kepada petani dan koperasinya seharga $ 112 juta,
sehingga memindahkan seluruh beban hutang yang ada ke pundak petani dan
PUSKUD.Menurut Ibnu Hartomo, adik lelaki ibu Tien, anak-anak
Suharto itu sangat liar dan tampaknya sudah tidak lagi mengingat arti
etika. Pada saat kerusuhan Mei, satu minggu sebelum Suharto
mengundurkan diri, massa yang marah membakar habis salah satu toko Goro
yang ada di Jakarta Selatan.Walaupun banyak dari kekayaan
Suharto hilang karena manajemen yang buruk dan juga karena ekonomi
negara yang hancur - misalnya PT. Sempati Air milik Tommy bangkrut pada
tahun 1998- keluarga ini masih tetap memiliki banyak usaha yang masih
memberikan keuntungan.Satu dari banyak contoh adalah PT.
Panutan Selaras milik Sigit yang memproduksi 25% dari bensin Premix
High Octane yang banyak digunakan oleh mobil-mobil di Indonesia dan
juga ia memiliki 22 tempat pengisian bensin di Jakarta, Surabaya dan
Jawa Tengah. Sedangkan PT. Humpuss Trading milik Tommy juga memproduksi
bensin High EndBisnis yang lain lagi adalah bisnis Real Estate.
Saat harga-harga property berjatuhan, kekayaan property keluarga ini
diperkirakan sebesar $ 1 Milyar, dan banyak lagi termasuk perkebunan
tebu, mal-mal, hotel-hotel yang sampai saat ini masih terus membawa
keuntungan.Di pertengahan tahun 1980, Bambang membayar
pemerintah $ 700 per m2 untuk sebidang tanah d

Abstrak lain tentang Soeharto Inc. (part 5)
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------