Halaman Utama Shvoong > Hukum & Politik > Mau Kau Kemanakan NU?

.

Mau Kau Kemanakan NU?

Pengarang : Khayun Ahmad Noer
Ringkasan oleh : Wijayandaru
Kunjungan : 22  kata: 900   Diterbitkan di: Februari 02, 2008
Peringatan
Harlah NU yang akan dilaksanakan Minggu besok sepertinya tidak akan
dihadiri salah satu tokoh besarnya. Abdurrahman Wahid yang sering
disapa Gus Dur enggan menghadiri acara yang nampak akan meriah itu.
Alasan yang dikemukan, mengenai rencana ketidakhadirannya itu bukan
lantaran karena fisik beliau yang lemah. Ini berhubungan dengan sikap
beliau yang sepertinya tidak “merestui” pembesar-pembesar NU dalam
peringatan Harlah itu.
Bukan Gus Dur
namanya kalau tidak mengeluarkan percik-percik api dalam setiap
statemennya. Gus Dur menilai bahwa NU kini dipenuhi oleh orang-orang
yang tidak lagi memiliki niat baik membangun NU dan bangsa. Mereka
kebanyakan lebih mementingkan diri sendiri, dari pada kepentingan
organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Mereka bukan orang-orang
bersih yang patut dihargai, menjadikan NU masuk ke dalam labirin
ketidakjelasan orientasi. Selain itu acara itu dilihat Gus Dur terlalu
dibesar-besarkan, apalagi melihat kondisi negeri yang seperti in.
Sebuah ceremony yang nampak tidak memberikan manfaat akan segera digelar.
Jika diamati,
apa yang disampaikan Gus Dur memang benar adanya. NU diusianya yang ke
82 ini, nampak terombang ambing gelombang pasang dan tidak jelas arah
tujuannya. Tekanan dari luar dan ulah orang-orang di dalam membuatnya
nampak oleng. Kedua hal yang saling terkait erat. Saya kira situasi ini
juga disadari oleh pembesar-pembesar NU. Mereka saja yang sepertinya
merasa tidak tahu atau juga mungkin kondisi ini memang sedang
menguntungkan mereka sehingga tetap dipertahankan. Dari luar kini NU
dihadapkan pada kenyataan bahwa semakin banyak saja organisasi atau
kelompok Islam yang lebih mampu memberi jaminan pada jamaahnya. Jaminan
keselamatan, ketegasan bersikap, dan tentunya perhatian penuh yang
tidak didapatkan dari organisasi yang berpusat di sebuah gedung di
Salemba ini. NU gagal mempertahankan umatnya untuk berbondong-bondong
pindah ke jaringan kelompok atau organisasi lain. Hal ini disebabkan
adanya kurang perhatian pengurus yang ada di PBNU terhadap jamaah yang
sebenarnya merupakan pilar utama organisasi ini. Lagi-lagi seperti yang
dikatakan Gus Dur, mereka lebih peduli pada diri mereka dari pada umat
dan bangsa ini.
Kemudian dengan
perayaan Harlah yang nampak dibesar-besarkan yang akan diselenggarakan
di Senayan di tengah-tengah penderitaan rakyat, bukankah ini sebuah
ironi. Dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, pengajian, dan di
hari puncak ditutup dengan Harlah di Senayan, tentu biaya yang
dikeluarkan tidaklah sedikit. Bukankah dana yang sebesar itu akan lebih
baik bila digunakan untuk memberdayakan warga NU, yang kebanyakan orang
miskin. Ingat NU memang memiliki basis umat terbesar di Indonesia,
namun NU juga menyumbang daftar orang-orang miskin terbesar juga dari
kalangan umat Islam. Nampak wajar memang, dengan jumlah jamaah yang
begitu besar tentu kemungkinan adanya orang-orang miskin di sini juga
besar. Namun lag-lagi kita dibuat lupa, bahwa banyaknya jamaah yang ada
di NU juga berpengaruh pada pemasukan keuangan NU. Bukankah organisasi,
kelompok, pengusaha, atau badan-badan yang mensposori kegiatan NU juga
akan melihat ini sebagai sebuah hal yang menguntungkan. Jumlah massa
ternyata berkorelasi dengan pangsa pasar yang ada, bukankah demikian
hukum ekonomi berkata. Lalu ke mana dana dari sponsor-sponsor itu?
Hanya Allah dan merekalah yang tahu. Yang jelas warga NU jarang
menerima hal itu, kalaupun dapat pastilah tinggal sisa yang paling
sedikit dari kemungkina yang ada. Selain untuk memberdayakan warganya,
bisa saja dana itu diarahkan ke Sidoarjo, disumbangkan kepada para
korban di sana. Ingatkah kalian pada mereka yang kebanyakan
makan-makanan yang kabarnya jarang di masak dengan baik itu, itupun tak
selalu mereka dapatkan. Saya jadi teringat ketika menonton sebuh
reportase yang meliput kehidupan para korban Lapindo. Teringat pada
seorang nenek penjual pecel, yang kini telah menganggur lama, tinggalbers

Abstrak lain tentang Mau Kau Kemanakan NU?
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------